2026年9月10日

Bialetti yang berusia seabad dan merek “sepatu kotor” Golden Goose diakuisisi investor China; lebih dari 400 perusahaan Italia diambil alih asing tahun ini

Media Italia memperingatkan bahwa label “Made in Italy” berisiko semakin banyak “lepas tangan” ke pi...

Media Italia memperingatkan bahwa label “Made in Italy” berisiko semakin banyak “lepas tangan” ke pihak asing. Data terbaru menyebut lebih dari 400 perusahaan Italia diakuisisi investor luar dalam satu tahun, termasuk merek moka pot berusia ratusan tahun, Bialetti, yang dibeli oleh modal asal Tiongkok.

Laporan mendalam Corriere della Sera menyoroti bahwa ekonomi Italia dipenuhi perusahaan keluarga yang sukses, namun saat pergantian generasi sering menghadapi tantangan teknologi dan inovasi. Perusahaan perlu investasi besar agar tetap bersaing, tetapi tren pinjaman bank untuk investasi justru menurun. Jalur pendanaan lewat bursa juga melambat: pada 2025 sekitar 20 UKM melakukan IPO, tetapi 29 perusahaan justru delisting, termasuk beberapa nama yang pernah terkenal.

Mengutip survei Mediobanca, porsi perusahaan Italia menengah-besar yang dikendalikan modal asing terus naik; kontribusi omzetnya meningkat dari sekitar 29,7% (akhir 2022) menjadi sekitar 34,5% (2024). Data KPMG menunjukkan pada 2024 saja ada 429 perusahaan Italia diakuisisi dana investasi atau korporasi asing, dengan nilai transaksi mencetak rekor. Banyak akuisisi dilakukan oleh investment fund yang biasanya memegang aset 5–6 tahun lalu menjualnya kembali—sering kali ke pembeli asing.

Contoh yang disebut antara lain: sebagian bisnis IVECO direncanakan dijual ke Tata Motors (India); Comau mayoritasnya dijual ke fund AS One Equity Partners; Piaggio Aerospace dibeli Baykar (Turki). Untuk kasus terkait modal Tiongkok, Bialetti diakuisisi Nuo Capital (Hong Kong), sementara Golden Goose dikabarkan mendapat penawaran tinggi dari private equity Tiongkok HSG.

接著讀