2026年9月10日

Tesla di Tiongkok berulang kali diterpa kontroversi “mati listrik”; pemilik kecewa: bahkan tanpa sepatah kata maaf

Tesla belakangan ini menghadapi sejumlah laporan “mati mendadak” di Tiongkok. Seorang pemilik Model ...

Tesla belakangan ini menghadapi sejumlah laporan “mati mendadak” di Tiongkok.

Seorang pemilik Model Y mengaku mobilnya tiba-tiba kehilangan tenaga di jalan tol saat sisa jarak tempuh masih menunjukkan 72 km. Kecepatan turun hingga sekitar 60 km/jam. Saat indikator menunjukkan sekitar 60 km tersisa, mobil disebut benar-benar mati dan lampu hazard tidak dapat dinyalakan. Di dalam mobil terdapat ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Setelah menghubungi layanan purna jual, ia diberi tahu mobil sudah lewat masa garansi dan perlu pemeriksaan berbayar. Ia juga mengklaim disarankan untuk mengisi daya ketika sisa jarak tempuh di bawah 100 km saat berkendara di tol. Ia kecewa karena merasa tidak ada permintaan maaf dari pihak Tesla.

Kasus serupa terjadi pada pemilik Model 3 yang mengatakan bahwa setelah mengambil alih kemudi dari sistem Autopilot di jalan tol, mobil tiba-tiba kehilangan tenaga sepenuhnya. Layar menjadi gelap dan pintu serta jendela tidak dapat dibuka normal. Mobil tersebut baru digunakan selama tiga bulan. Tesla dilaporkan menawarkan perpanjangan garansi satu tahun sebagai kompensasi. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Tesla.

Secara finansial, 2025 menjadi tahun yang berat bagi Tesla:

  • Pendapatan turun 2,93% menjadi 94,83 miliar dolar AS
  • Laba bersih turun 46,5% menjadi 3,794 miliar dolar AS
  • Pengiriman global turun 8,6% menjadi 1,636 juta unit

Di pasar Tiongkok, pendapatan 2025 tercatat sekitar 20,96 miliar dolar AS, hampir tidak tumbuh dibanding 2024. Penjualan juga turun 4,8% secara tahunan.

Analis menilai tekanan datang dari siklus produk dan kondisi makroekonomi. Perang harga menjaga pangsa pasar namun menekan margin. Sementara itu, produsen lokal seperti BYD tumbuh pesat dengan strategi integrasi vertikal dan portofolio produk yang lebih luas.

Elon Musk juga mengumumkan bahwa Model S dan Model X akan dihentikan produksinya pada akhir kuartal kedua 2026. Lini produksinya akan dialihkan untuk robot humanoid Optimus.

Pengamat industri menilai penghentian model flagship ini menandai pergeseran Tesla ke strategi pasar massal. Dalam jangka pendek, segmen EV premium bisa memberi peluang bagi Porsche Taycan, Mercedes EQS, dan merek EV premium Tiongkok. Namun keberhasilan merek lokal akan sangat bergantung pada kemampuan mereka membangun keunggulan teknologi nyata, terutama di bidang baterai dan sistem bantuan berkendara cerdas.

接著讀