2026年9月10日

Hanya Satu Peringkat di Bawah China! Evaluasi Olimpiade Musim Dingin Korea Picu Kritik Tajam

Setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin Milan, Korea Selatan finis di peringkat ke-13 klasemen meda...

Setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin Milan, Korea Selatan finis di peringkat ke-13 klasemen medali dengan raihan 3 emas, 4 perak, dan 3 perunggu, hanya satu tingkat di bawah China yang berada di posisi ke-12. Meski hasilnya cukup baik, evaluasi internal justru membuka ruang refleksi besar.

Dalam rapat evaluasi resmi, delegasi Korea menyatakan puas terhadap performa tim — terutama dua medali emas di cabang short track yang kembali menegaskan dominasi Asia. Selain itu, Korea mencatat sejarah dengan meraih emas pertama di cabang olahraga salju.


Emas Bersejarah, Fakta yang Memprihatinkan

Choi Ga-eun tampil mengejutkan di final halfpipe putri dengan skor 90,25 poin pada lompatan ketiga dan sukses meraih emas. Presiden Komite Olimpiade Korea, Ryu Seung-min, yang hadir langsung di arena, tampak sangat emosional merayakan kemenangan tersebut.

Namun dalam rapat evaluasi, ia justru menyampaikan kritik tajam.


“Tidak Ada Fasilitas Airbag, Ini Memalukan”

Ryu mengungkapkan bahwa Choi bahkan tidak memiliki fasilitas airbag standar di dalam negeri dan harus berlatih di luar negeri.

“Dia memenangkan emas dalam kondisi seperti itu. Ini seharusnya membuat kita malu dan berpikir,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa meski minat masyarakat terhadap olahraga musim dingin meningkat pasca Olimpiade PyeongChang, pengembangan infrastruktur dan sistem dukungan atlet belum memadai.

“Sebagai negara yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, tidak memiliki fasilitas latihan berstandar internasional adalah sesuatu yang memalukan.”


Seruan Perubahan

Ryu menegaskan bahwa atlet Korea tidak kalah dari Jepang maupun China.

“Jika Jepang dan China bisa meraih emas di cabang salju, kita juga bisa. Jangan sampai atlet kita tersingkir hanya karena fasilitas yang tidak layak. Itu adalah tanggung jawab kita.”

Evaluasi ini bukan sekadar laporan hasil, tetapi menjadi momentum penting untuk pembenahan sistem olahraga nasional Korea.

接著讀