Hanya Satu Peringkat di Bawah China! Evaluasi Olimpiade Musim Dingin Korea Picu Kritik Tajam
Setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin Milan, Korea Selatan finis di peringkat ke-13 klasemen meda...
Setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin Milan, Korea Selatan finis di peringkat ke-13 klasemen medali dengan raihan 3 emas, 4 perak, dan 3 perunggu, hanya satu tingkat di bawah China yang berada di posisi ke-12. Meski hasilnya cukup baik, evaluasi internal justru membuka ruang refleksi besar.
Dalam rapat evaluasi resmi, delegasi Korea menyatakan puas terhadap performa tim — terutama dua medali emas di cabang short track yang kembali menegaskan dominasi Asia. Selain itu, Korea mencatat sejarah dengan meraih emas pertama di cabang olahraga salju.
Emas Bersejarah, Fakta yang Memprihatinkan
Choi Ga-eun tampil mengejutkan di final halfpipe putri dengan skor 90,25 poin pada lompatan ketiga dan sukses meraih emas. Presiden Komite Olimpiade Korea, Ryu Seung-min, yang hadir langsung di arena, tampak sangat emosional merayakan kemenangan tersebut.
Namun dalam rapat evaluasi, ia justru menyampaikan kritik tajam.
“Tidak Ada Fasilitas Airbag, Ini Memalukan”
Ryu mengungkapkan bahwa Choi bahkan tidak memiliki fasilitas airbag standar di dalam negeri dan harus berlatih di luar negeri.
“Dia memenangkan emas dalam kondisi seperti itu. Ini seharusnya membuat kita malu dan berpikir,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa meski minat masyarakat terhadap olahraga musim dingin meningkat pasca Olimpiade PyeongChang, pengembangan infrastruktur dan sistem dukungan atlet belum memadai.
“Sebagai negara yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, tidak memiliki fasilitas latihan berstandar internasional adalah sesuatu yang memalukan.”
Seruan Perubahan
Ryu menegaskan bahwa atlet Korea tidak kalah dari Jepang maupun China.
“Jika Jepang dan China bisa meraih emas di cabang salju, kita juga bisa. Jangan sampai atlet kita tersingkir hanya karena fasilitas yang tidak layak. Itu adalah tanggung jawab kita.”
Evaluasi ini bukan sekadar laporan hasil, tetapi menjadi momentum penting untuk pembenahan sistem olahraga nasional Korea.
7 Calon Klub (dan 1 Timnas) bagi Jose Mourinho jika Dipecat Fenerbahce
Jakarta - Masa depan Jose Mourinho di Fenerbahce tengah jadi spekulasi. Sejumlah klub, plus 1 timnas, sudah dispekulasikan siap menampungnya jika dipecat klub Turki itu. PreviousNext
Wu Xi Menggila! Brace Perdana Setelah 6 Tahun – Gol Chip Brilian & Finishing Satu lawan Satu, Tinggal 1 Gol Lagi Pecahkan Rekor
Wu Xi Jadi Pahlawan! Brace Spektakuler Bawa Shenhua Bungkam MeizhouPada pekan ke-26 Chinese Super Le...
Tanpa Dukungan Alibaba, 01.AI Kai-Fu Lee Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Kai-Fu Lee, yang dikenal sebagai “Bapak AI Tiongkok”, kini membawa perusahaannya 01.AI ke arah baru....
Kenapa Apple dan Samsung Tidak Beri Kita 8000mAh? — Baterai Besar Bukan Sekadar Ditumpuk
Belakangan ini, RedMagic 11 Pro kembali mengangkat “plafon daya tahan baterai” berkat kapasitas 7.50...
Chaeyoung dari TWICE Hentikan Semua Kegiatan Karena Masalah Kesihatan, Istirahat Hingga Akhir Tahun
Agensi TWICE, JYP Entertainment, tiba-tiba mengumumkan pada tanggal 20 bahwa Chaeyoung sedang mengal...
Simon Yam Terpeleset namun Cepat Bangkit dengan Gerakan Lincah—Kelincahannya di Usia 70 Tahun Bikin Penonton Terkesan
(Hong Kong, 23) Asosiasi Desainer Mode Hong Kong mengadakan acara “VIRTUOSE: The Art of Haute Coutur...
Bilibili Resmi Umumkan Zhou Shen Tampil di Acara Malam Tahun Baru untuk Tahun Ketujuh Berturut-turut, Siap Kolaborasi Kejutan dengan LABUBU
Menurut laporan Kuai Technology pada 16 Desember, Bilibili (B站) hari ini mengumumkan bahwa acara Gal...
Xiaomi Auto Tancap Gas Riset Semua Jalur ADAS di Pasaran, Tim Smart Driving Tembus 1.800+ Engineer
IT Home, 24 Desember — Menurut laporan 21 Auto Yijian Auto yang terbit kemarin, Xiaomi secara intern...
Huawei Patahkan Dominasi Tak Terkalahkan vivo
Peringkat pasar ponsel pintar di Tiongkok kembali mengalami perubahan besar. Berdasarkan data IDC, s...
Live Streaming Berbusana Rendah Tian Xiwei Mendadak Dihentikan — Platform Sebut “Pelanggaran Eksposur” Picu Perdebatan
Drama kostum Zhu Yu yang dibintangi Tian Xiwei dan Zhang Linghe tengah populer dan memicu tren menon...
Sepak bola Italia kembali dilanda kontroversi, setelah sejumlah pemain secara terbuka menuding adanya praktik “bayar untuk bermain”, di mana kesempatan tampil harus didapat melalui uang dan koneksi. Pernyataan ini memicu perdebatan luas mengenai keadilan dan integritas dalam olahraga.
Italy’s current crisis is not merely about missing World Cups—it reflects a deeper institutional bre...
Sebak Mengenang Mendiang Isteri, Felix Wong Tampil Sebagai Tetamu Konsert, Cetus Spekulasi Kembali ke Dunia Hiburan
HONG KONG, 16 Juli – Pelakon Hong Kong Felix Wong, 64, akhirnya kembali membuat penampilan di pentas...