2026年9月10日

Satu unggahan ulang memicu gelombang kritik internasional — dan permintaan maaf yang dianggap “khusus wilayah” justru memperbesar kontroversi.

Bek muda berusia 20 tahun dari Real Madrid diketahui sempat membagikan ulang sebuah unggahan yang me...

Bek muda berusia 20 tahun dari Real Madrid diketahui sempat membagikan ulang sebuah unggahan yang mengandung unsur rasis terhadap warga Asia Timur. Meski unggahan tersebut segera dihapus, sang pemain tidak menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun pribadinya.

Klub kemudian merilis pernyataan permintaan maaf atas nama pemain tersebut, tetapi hanya melalui akun resmi Weibo yang ditujukan kepada “teman-teman di Tiongkok.” Tidak ada pernyataan serupa di situs resmi klub maupun media sosial internasional seperti X atau Instagram.

Tuduhan Standar Ganda

Kontroversi ini semakin membesar karena sebelumnya klub dengan tegas membela Vinícius Júnior saat ia menjadi korban tindakan rasis. Dalam kasus itu, Real Madrid bersuara lantang dan menuntut tindakan tegas.

Perbedaan pendekatan ini menimbulkan kritik, terutama dari penggemar di Tiongkok, yang mempertanyakan konsistensi sikap klub terhadap isu rasisme.

Sorotan Media Internasional

Media Spanyol seperti Marca menilai bahwa pernyataan yang hanya dipublikasikan di Weibo menimbulkan pertanyaan tentang cakupan dan kesungguhan permintaan maaf tersebut. Beberapa pihak menyerukan agar klub mengeluarkan pernyataan terbuka di platform internasional.

Goal dan ESPN juga menyoroti bahwa tidak adanya publikasi di media sosial global membuat sebagian pengamat menilai langkah tersebut lebih sebagai strategi manajemen merek ketimbang komitmen universal terhadap prinsip anti-rasisme.

Kasus ini kini berkembang menjadi diskusi yang lebih luas tentang konsistensi dan komitmen nyata terhadap kebijakan “nol toleransi terhadap rasisme.”

接著讀