2026年9月10日

Emma Watson Akhirnya Buka Suara soal Perdebatan Transgender dengan JK Rowling! Sebut Harry Potter Karya Terpenting, ‘Saya Harap Dia Tetap Menyayangi Saya’

Sejak penayangan film terakhir Harry Potter and the Deathly Hallows berlalu, sudah 14 tahun penuh wa...

Sejak penayangan film terakhir Harry Potter and the Deathly Hallows berlalu, sudah 14 tahun penuh waktu berjalan. Selama itu, begitu banyak hal berubah, namun bagi para penggemar Harry Potter, salah satu hal paling disayangkan adalah retaknya hubungan antara trio pemeran utama dan sang penulis, J.K. Rowling, akibat kontroversi seputar isu transgender.

Dalam podcast terbaru On Purpose with Jay Shetty, Emma Watson—sang pemeran Hermione—untuk pertama kalinya secara terbuka menyinggung hubungannya dengan Rowling. Ia menegaskan dirinya tetap berdiri mendukung komunitas transgender, namun di saat yang sama masih menghargai ikatan masa lalu dengan Rowling: “Meskipun pandangan kami berbeda, saya berharap mereka yang tidak sepakat dengan saya tetap bisa menyayangi saya, dan saya pun berharap bisa terus menyayangi mereka yang berbeda pandangan dengan saya.”

Bila menoleh ke belakang, kisah ini terasa getir. Saat proses casting dimulai, setiap anak dipilih karena karakternya begitu dekat dengan tokoh yang diperankan. Mereka tumbuh di lokasi syuting selama lebih dari satu dekade, dari anak-anak menjadi dewasa, meninggalkan jejak mendalam pada diri masing-masing. Sama seperti Hermione yang memperjuangkan hak-hak kaum peri rumah tangga di dalam cerita, Emma Watson pun setelah film selesai terjun ke dunia aktivisme.

Pada 2015, ia meluncurkan kampanye global HeForShe dan menyampaikan pidato bersejarah di PBB. Saat itu Rowling sendiri tak kuasa menahan pujian, bahkan menulis, “Hermione pasti bangga padamu.” Hubungan mereka kala itu amat hangat—Rowling menyebut Emma sebagai “perempuan inspiratif”, sementara Emma mengajak fans mendukung yayasan amal anak milik Rowling, Lumos, bahkan mengenakan kaus dengan kutipan Rowling sebagai bentuk dukungan.

Namun keharmonisan itu runtuh pada 2019. Rowling secara terbuka membela Maya Forstater, seorang perempuan yang kehilangan pekerjaannya setelah mengkritisi reformasi hukum transgender di Inggris. Pernyataan Rowling, termasuk sindiran soal “orang yang menstruasi”, memicu badai kontroversi. Rowling berargumen bahwa gerakan transgender terlalu menekankan identitas sosial sehingga mengaburkan realitas biologis perempuan. Sebagian penggemar memuji keberaniannya, namun banyak pula yang merasa dikhianati. Emma Watson, bersama Daniel Radcliffe dan Rupert Grint, mengambil posisi berseberangan: “Kaum transgender tidak membutuhkan orang lain untuk mendefinisikan mereka. Mereka berhak menjalani hidup tanpa terus-menerus dipertanyakan.” Sejak itu, keluarga besar Harry Potter pun terbelah.

Pada 2024, keretakan semakin dalam. Rowling menegaskan tidak akan memaafkan selebriti yang mendukung transisi gender bagi anak di bawah umur, menyebut bahwa permintaan maaf seharusnya ditujukan kepada transgender yang terluka dan perempuan rentan yang bergantung pada ruang khusus perempuan. Pernyataan keras itu praktis menutup jalan rekonsiliasi dengan trio utama.

Itulah sebabnya, pernyataan baru Emma begitu menyentuh. Setelah enam tahun diam, ia menjelaskan alasannya berhenti berbicara bukan karena berubah pandangan, melainkan agar tidak memperkeruh perdebatan: “Bukan karena saya tidak peduli pada Jo atau isu ini, melainkan karena cara percakapan ini berkembang membuat saya sangat terluka.” Ia menyesalkan tak pernah punya kesempatan berdialog langsung dengan Rowling, namun menegaskan dirinya selalu terbuka: “Saya tak percaya keyakinan saya menghapus kenangan bersama Jo. Itu adalah bagian berharga yang akan selalu saya simpan. Harapan terbesar saya adalah bisa tetap mencintai orang-orang yang berbeda pandangan, dan semoga mereka pun bisa mencintai saya.”

Emma juga menegaskan besarnya pengaruh Rowling dalam hidup dan kariernya: “Dialah yang memberi saya Hermione. Dialah yang menciptakan dunia yang membentuk saya. Saya bisa mencintainya, berterima kasih atas dorongannya, mengakui ada hal-hal yang benar dari ucapannya, sekaligus tegas berbeda pendapat dengannya. Kompleksitas ini adalah hal yang harus saya terima—tapi ciptaannya takkan pernah hilang dari diri saya.”

Bagi para penggemar, perasaan yang muncul bercampur aduk. Pernah ada rumor bahwa Emma hanya mau kembali jika Rowling disingkirkan dari proyek Harry Potter baru, meski kemudian terbukti tidak benar. Namun, meski tanpa syarat semacam itu, jarak antara Rowling dan para aktor utama tampaknya semakin jauh. Tetap saja, melalui kata-kata Emma, tersisa secercah kehangatan—sebuah pengingat bahwa cinta dan perbedaan bisa berjalan berdampingan, meskipun jalan menuju rekonsiliasi mungkin tak pernah ada lagi.

接著讀