2026年9月10日

Laporan: Manajemen Manchester United Pertimbangkan Pulangkan De Gea Tahun Depan untuk Membimbing Lamins — Amorim Sangat Mengaguminya

Manchester United Pertimbangkan Pulangkan De Gea untuk Bimbing Lamins — Amorim Sangat Mengaguminya M...

Manchester United Pertimbangkan Pulangkan De Gea untuk Bimbing Lamins — Amorim Sangat Mengaguminya

Meski jendela transfer musim panas Liga Inggris telah resmi ditutup, Manchester United tetap berhasil melepas kiper asal Kamerun, André Onana. Kini, perebutan posisi kiper utama akan menjadi duel antara penjaga gawang timnas Turki, Altay Bayındır, dan rekrutan baru, Senne Lammens.

Lammens yang baru berusia 23 tahun masih beradaptasi dengan kerasnya persaingan Premier League. Sebelum transfer senilai £18,2 juta ke Old Trafford, ia bahkan sempat dua kali berturut-turut dicadangkan oleh Royal Antwerp. Tak heran jika banyak pihak menilai Bayındır akan tetap diprioritaskan sebagai starter.

Namun, beberapa suara memperingatkan manajer Rúben Amorim agar tidak terlalu mengandalkan kiper 27 tahun itu. Legenda klub Gary Neville termasuk di antaranya, dan mantan pemain Chelsea Craig Burley pun sepakat — terutama menyoroti kelemahan Bayındır dalam mengantisipasi situasi bola mati yang rawan dimanfaatkan lawan.

“Manchester United tidak boleh memainkan Bayındır,” tegas Burley. “Mungkin ia bagus dalam menyelamatkan tembakan, tapi dalam mengatasi bola mati, ia sama sekali tidak efektif. Kiper baru harus mampu mengatur lini belakang, menguasai kotak penalti, dan menunjukkan wibawa — terutama saat set-piece. Hampir semua tim akan menargetkan kelemahan ini saat melawan United. Kamu harus berani menghadapi, atau kamu akan kalah. Kita masih belum tahu bagaimana Lammens akan merespons.”

Pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa United yakin Lammens memiliki potensi menjadi bintang besar dan kiper kelas dunia. Untuk saat ini, ia harus membuktikan diri dengan bersaing langsung melawan Bayındır untuk merebut posisi utama.

Menurut laporan media Inggris, beberapa pihak di manajemen United bahkan mengusulkan untuk memulangkan legenda klub berusia 34 tahun, David De Gea. Meski peluang di bursa Januari terbilang kecil, opsi tersebut bisa terbuka setelah kiper senior Tom Heaton — yang kini mendekati usia 40 tahun — memutuskan pensiun.

Musim panas lalu, De Gea yang kini bermain untuk Fiorentina kembali ke Old Trafford dalam laga uji coba dan mendapat sambutan meriah dari publik “Theatre of Dreams”. Kepada para penggemar, ia sempat berucap:

“Mungkin suatu hari jalan kita akan bertemu kembali.”

Dalam wawancara dengan Sky Sports, De Gea juga menyampaikan harapannya untuk Manchester United:

“Saya tahu klub ini menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir, tapi United tetap salah satu klub terbaik di dunia. Dengan kedatangan pemain baru dan musim penuh pertama bagi sang manajer, saya berharap mereka bisa meraih prestasi. Kita lihat saja nanti, dan saya berharap United mendapatkan kesuksesan yang mereka layak dapatkan.”

Kabarnya, Amorim sangat mengagumi De Gea dan percaya pengalamannya dapat membantu perkembangan Lammens maupun Bayındır. Dalam laga uji coba tersebut, pelatih asal Portugal berusia 40 tahun itu bahkan memeluk hangat sang mantan kiper. Berbeda dengan sebagian pelatih modern, Amorim tidak menuntut kipernya terlalu dominan dalam penguasaan bola, melainkan fokus pada tugas utama menjaga gawang.

Menariknya, Lammens baru-baru ini mengungkapkan bahwa meski menghormati De Gea, idolanya sejak kecil adalah Manuel Neuer dan Thibaut Courtois.

“Sejak kecil saya menonton banyak pertandingan sepak bola. Saat memutuskan menjadi kiper, inspirasi saya datang dari Neuer dan Courtois. Mereka punya karakteristik yang mirip dengan saya, dan saya sangat mengagumi mereka.”

Saat berbicara soal gaya bermainnya, Lammens menegaskan:

“Saya kiper yang cukup komplet dan bangga akan hal itu. Saya suka membangun serangan dari belakang, bekerja sama dengan rekan setim, dan mengontrol ruang di belakang garis pertahanan. Tentu saja, untuk menjadi kiper top di level ini, kamu harus lebih dulu unggul dalam tugas utama — menghentikan bola masuk ke gawang. Saya melihat diri saya sebagai kiper serba bisa, tapi saya tahu masih bisa berkembang, dan saya sudah tak sabar memulai latihan.”

接著讀