2026年9月10日

KTT AS-Rusia Mendekat: Eropa Dikesampingkan, Ukraina Khawatir Tersingkir dari Proses Perdamaian

Pada 15 Agustus, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menggelar pertemuan...

Pada 15 Agustus, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menggelar pertemuan tatap muka pertama mereka sejak 2021. Meski krisis Ukraina akan masuk agenda, analis menilai fokus utama tetap pada hubungan AS-Rusia, sementara Eropa dan Ukraina memiliki pengaruh terbatas di meja perundingan.

Ukraina dan Eropa Suarakan Kekhawatiran
Setelah pengumuman KTT, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 9 Agustus menegaskan bahwa perdamaian harus diputuskan bersama Ukraina dan dibangun di atas kerangka keamanan yang jelas dan dapat diandalkan. Ia menyebut Ukraina dan AS menjaga komunikasi multi-level sepanjang waktu, meski tidak semua detail dapat dipublikasikan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas mengatakan bahwa Eropa harus terlibat dalam penyelesaian krisis. Para pemimpin dari Inggris, Denmark, dan Spanyol juga mengadakan pembicaraan dengan Zelenskyy untuk menyelaraskan posisi sebelum KTT AS-Rusia. Namun, Trump, dalam pembicaraan telepon dengan para pemimpin Eropa awal bulan ini, tidak mengundang mereka untuk bergabung dalam perundingan langsung Rusia-Ukraina. Beberapa media menyebut Trump memandang Eropa sebagai “pihak yang tidak dapat dipercaya.”

Para pakar menilai bahwa dalam kondisi saat ini, Ukraina dan Eropa memiliki pengaruh yang sangat terbatas. Zheng Runyu, peneliti di Pusat Studi Rusia Universitas Normal China Timur, menyatakan kemungkinan Eropa atau Ukraina “duduk di meja” sangat kecil.

Perbedaan Pendapat Soal Rencana Gencatan Senjata
KTT “Trump-Putin” ini akan menjadi pertemuan langsung pertama mereka sejak KTT G20 2019. Rusia mengatakan bahwa pembicaraan akan mencakup rencana perdamaian jangka panjang untuk krisis Ukraina. Trump sempat menyebut kemungkinan perjanjian gencatan senjata yang melibatkan “pertukaran wilayah,” namun para pakar berpendapat bahwa netralitas Ukraina adalah isu yang lebih krusial, sementara sengketa wilayah hanya persoalan di permukaan.

Zheng mencatat bahwa Trump kemungkinan lebih fokus pada citra pribadinya dan respons politik dalam negeri, sedangkan sikap Putin terhadap Ukraina relatif stabil. Rusia telah beradaptasi dengan situasi medan perang dan terbiasa menghadapi retorika serta taktik pemerintahan Trump yang tidak menentu.

Lebih Bersifat Simbolis daripada Substantif
Dalam diplomasi AS-Rusia saat ini, Moskow tetap rendah hati dan pragmatis, sementara Trump cenderung mengemas diplomasi dalam gaya “pencipta berita utama” dan “realitas pertunjukan.” Zheng menilai nilai simbolis KTT ini terhadap isu Ukraina lebih besar dibanding dampak nyatanya, karena konflik ini berakar pada dinamika keamanan yang melibatkan AS, Rusia, dan Eropa secara keseluruhan.

Untuk saat ini, kelayakan perjanjian yang diusulkan Trump—dan apakah bisa memenuhi kepentingan semua pihak—masih sangat diragukan. Gencatan senjata masih menjadi tujuan yang jauh.

接著讀