2026年9月10日

Vivian Lai yang pernah menikah dengan keluarga kaya dan membesarkan anak-anak seorang diri selepas perceraian, terharu hingga menangis saat menyaksikan kelulusan putrinya

(Hong Kong, 29 Maret) Penyanyi Cantopop era 90-an Vivian Lai yang kini berusia 53 tahun, pernah mera...

(Hong Kong, 29 Maret) Penyanyi Cantopop era 90-an Vivian Lai yang kini berusia 53 tahun, pernah meraih popularitas lewat lagu-lagu seperti Promise, Everyone Has a Dream, dan Foolishly in Love. Di puncak kariernya, ia memilih mundur demi cinta dan menikah dengan Tsang Chi-ming, serta memiliki dua orang anak.

Namun, pernikahan tersebut berakhir pada tahun 2014. Sejak itu, Lai membesarkan anak-anaknya seorang diri dan mengirim mereka untuk menempuh pendidikan di Australia.

Baru-baru ini, ia membagikan kabar bahagia bahwa putrinya telah lulus universitas. Ia mengunggah foto-foto penuh haru dari acara wisuda dan menulis: “Dari kelulusan taman kanak-kanak hingga universitas, saya tidak pernah absen.”

Saat melihat putrinya mengenakan toga di atas panggung, ia mengaku tak kuasa menahan air mata: “Air mata saya mengalir tanpa henti, sulit digambarkan dengan kata-kata.”

Ia mengenang perjalanan sang anak dari bayi hingga kini tumbuh dewasa, bisa berbicara dari hati ke hati, bahkan mengingatkannya dalam kehidupan sehari-hari—sebuah perubahan yang ia sebut sangat mengharukan.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur: “Terima kasih telah hadir dalam hidup saya. Walaupun kadang bertengkar, 98% waktu kami dipenuhi kebahagiaan.”

Alih-alih memberi banyak nasihat, ia hanya berpesan: “Hidupmu adalah pilihanmu sendiri. Saya hanya ingin kamu sehat dan bahagia.”

Perjalanan sebagai ibu tunggal tidaklah mudah. Perceraian pada 2014 yang dikabarkan melibatkan pihak ketiga mengakhiri pernikahan selama 12 tahun.

Kini, setelah melalui berbagai tantangan, ia akhirnya menyaksikan putrinya lulus—sebuah momen yang disambut hangat oleh para penggemar sebagai simbol keteguhan dan kebahagiaan yang layak diraih.

接著讀

Tragedi di Afrika Selatan: Miliuner 39 Tahun Tewas Ditabrak Gajah di Kawasan Konservasi

Francois Christian Conradi, CEO berusia 39 tahun yang juga pemilik bersama Gondwana Private Game Reserve, tewas secara tragis saat mencoba menggiring sekelompok gajah menjauh dari penginapan wisatawan. Serangan itu berlangsung selama 30 detik dan meninggalkan kondisi yang mengerikan. Pihak konservasi sedang menyelidiki insiden ini dan meminta publik menghormati privasi keluarga korban.

411 天前