2026年9月10日

Kunjungan Charles III ke AS picu kontroversi — penolakan bertemu korban kasus Jeffrey Epstein membuat tekanan terhadap citra kerajaan meningkat

Menurut laporan terbaru, King Charles III tidak dijadwalkan bertemu dengan para penyintas kasus Jeff...

Menurut laporan terbaru, King Charles III tidak dijadwalkan bertemu dengan para penyintas kasus Jeffrey Epstein saat kunjungannya ke Amerika Serikat bulan depan, namun kemungkinan pertemuan di masa depan belum sepenuhnya ditutup.

Anggota Kongres AS Ro Khanna sebelumnya mengirim surat terbuka yang meminta agar Raja mengadakan pertemuan pribadi dengan para penyintas, agar mereka dapat menyampaikan pengalaman dan pandangan secara langsung.

Meski Buckingham Palace belum memberikan pernyataan resmi, sumber menyebutkan bahwa keputusan ini berkaitan dengan penyelidikan yang masih berlangsung di Inggris. Oleh karena itu, Raja dan Ratu “tidak dapat” bertemu dengan para penyintas selama kunjungan tersebut, guna menghindari potensi gangguan terhadap proses hukum.

Namun, penggunaan frasa tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan pertemuan di masa depan masih terbuka.

Sumber juga menegaskan bahwa Raja sebelumnya telah menunjukkan perhatian terhadap isu para penyintas, sementara Ratu dikenal aktif mendukung korban kekerasan seksual dan domestik.

Dalam suratnya, Khanna juga menyinggung bahwa Prince Andrew pernah diminta memberikan kesaksian terkait hubungannya dengan Epstein, namun tidak memberikan respons. Selain itu, Peter Mandelson juga menolak menghadiri proses pemeriksaan terkait.

Khanna menilai bahwa pertemuan dengan para penyintas dapat membuka ruang dialog, memperkuat transparansi, serta membantu mengungkap jaringan internasional yang lebih luas.

接著讀