2026年9月10日

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum: Meksiko Gugat Google atas Penamaan "Gulf of America

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan bahwa pemerintah Meksiko telah menggugat Google karena perusahaan tersebut mengabaikan permintaan berulang kali untuk tidak mengubah nama “Gulf of Mexico” menjadi “Gulf of America” di Google Maps untuk pengguna di AS.

Sheinbaum tidak mengungkapkan di mana gugatan tersebut diajukan. Sementara itu, Google belum memberikan komentar kepada BBC.

Pada hari Kamis, DPR AS yang dikuasai Partai Republik menyetujui pemungutan suara untuk secara resmi mengganti nama Teluk tersebut menjadi “Gulf of America” untuk lembaga federal. Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk perubahan tersebut pada hari pertamanya menjabat pada Januari lalu.

Trump menyatakan bahwa perubahan nama itu masuk akal karena “Amerika Serikat melakukan sebagian besar pekerjaan di sana, dan itu milik kami.”

Namun, pemerintah Sheinbaum berpendapat bahwa perintah eksekutif Trump hanya berlaku untuk landas kontinen milik AS.

“Kami hanya meminta agar dekrit pemerintah AS tidak melampaui batas,” ujarnya, sambil menekankan bahwa AS tidak memiliki wewenang untuk menamai seluruh teluk.

Pada Januari lalu, Sheinbaum telah mengirim surat kepada Google untuk meminta agar perusahaan mempertimbangkan kembali keputusannya. Bulan berikutnya, ia mengancam akan mengambil tindakan hukum.

Google membela diri dengan mengatakan bahwa perubahan nama tersebut merupakan bagian dari “praktik jangka panjang” perusahaan untuk mengikuti pembaruan resmi dari sumber pemerintah. Google menambahkan bahwa peta di wilayah Meksiko tetap akan menampilkan “Gulf of Mexico”, sementara pengguna di tempat lain akan melihat label ganda: “Gulf of Mexico (Gulf of America)”.

Kantor berita Associated Press (AP) menolak menggunakan istilah “Gulf of America”, yang memicu konflik panjang dengan Gedung Putih dan berujung pada pembatasan akses AP ke beberapa acara resmi. Pada April, seorang hakim federal memerintahkan Gedung Putih untuk menghentikan praktik diskriminatif tersebut.

Trump juga mengisyaratkan pada Rabu lalu bahwa ia mungkin akan mengubah cara AS menyebut Teluk Persia (Persian Gulf). Menurut laporan AP, Trump akan mengumumkan dalam kunjungan ke Arab Saudi bahwa AS akan mulai menyebutnya “Arabian Gulf” atau “Teluk Arab”.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menanggapi dengan menyatakan bahwa ia berharap “rumor absurd” ini hanyalah “kampanye disinformasi”, dan memperingatkan bahwa langkah seperti itu akan “memicu kemarahan seluruh rakyat Iran.”


🔍 Analisis Isi

1. Inti Kontroversi:
Pemerintahan Trump berupaya memperluas “kekuasaan penamaan geografis” melalui dekrit federal, didukung oleh Google yang mengikuti kebijakan pemerintah. Meksiko, sebagai pihak yang juga berbatasan dengan teluk tersebut, menuntut agar penamaan kawasan perairan internasional mengacu pada konsensus multilateral, bukan sepihak.

2. Implikasi Geopolitik:
Jika AS benar-benar mengganti penyebutan “Persian Gulf” menjadi “Arabian Gulf,” ini dapat memperkeruh hubungan AS-Iran dan mengguncang konsensus internasional terkait nama geografis di kawasan Timur Tengah.

3. Isu Kebebasan Pers:
Penolakan AP terhadap nama baru memunculkan konflik kebebasan pers dengan Gedung Putih. Tindakan pembatasan terhadap media yang tidak sejalan menunjukkan gejala otoritarianisme dalam pengelolaan informasi publik.

接著讀