2026年9月10日

Militer AS Percepat Persiapan Konflik dengan China: Latihan Besar-besaran di Pasifik Barat Ungkap Niat

Dalam beberapa tahun terakhir, Pentagon telah menjadikan China sebagai musuh utama yang dianggap seb...

Dalam beberapa tahun terakhir, Pentagon telah menjadikan China sebagai musuh utama yang dianggap sebagai “rahasia terbuka.” Yang lebih mengkhawatirkan, latihan militer AS di arah Pasifik Barat semakin rinci dalam mempersiapkan konflik besar antara China dan AS. Singkatnya, militer AS benar-benar sedang mempersiapkan “perang besar China-AS.”


Agile Combat Employment: Taktik Inovatif Militer AS Melawan Ancaman Api Jarak Jauh

Mulai 10 Juli, Angkatan Udara AS menggelar latihan “Pasukan Kembali ke Pasifik” selama dua minggu dengan skala terbesar, melibatkan hampir 300 pesawat dan ribuan personel, fokus pada konsep “Agile Combat Employment” di berbagai medan. Taktik ini khusus dirancang untuk mengatasi tantangan kelangsungan hidup pangkalan AS di Rantai Pulau Pertama dan Kedua di bawah ancaman tembakan presisi jarak jauh China.

Militer AS berupaya memecah pola penempatan terpusat dengan menyebarkan pesawat dan perlengkapan penting ke pulau-pulau terpencil agar tidak hancur sekaligus dalam satu serangan. Unit-unit kecil yang tersebar ini berusaha untuk mobilitas cepat dan koordinasi efisien, dengan kemampuan berkumpul kembali menjadi “pukulan kuat” untuk menghadapi medan tempur yang kompleks.


Latihan Kompleks Menguji Adaptasi Medan Tempur dan Dukungan Logistik

Menurut Air & Space Forces Magazine, latihan ini menekankan pergerakan taktis yang fleksibel, meminta pasukan cepat beradaptasi dengan perubahan skenario. Skadron jet tempur generasi kelima AS dan sekutunya akan menghadapi ancaman kompleks di wilayah udara yang diperebutkan; unit transportasi akan beroperasi di kondisi sulit untuk memindahkan logistik dan aset; tim komando dan kontrol akan mengelola operasi terkoordinasi secara luas.


Latihan “Bamboo Eagle” dan Pengisian Bahan Bakar Udara: Memperpanjang Jangkauan Jet Tempur

Mempertimbangkan geografis Pasifik Barat yang luas, terutama jet tempur dari Rantai Pulau Kedua membutuhkan pengisian bahan bakar di udara agar dapat mendekati wilayah China, AS telah menghidupkan kembali seri latihan “Bamboo Eagle” dengan fokus koordinasi pengisian bahan bakar udara besar-besaran. Puluhan pesawat pengisi bahan bakar menunjukkan pentingnya kemampuan tempur udara jarak jauh.


Latihan Multinasional “Shield Sword”: Menguji Kemampuan Tempur Komprehensif di Lingkungan Berkonflik Tinggi

Dari 13 Juli hingga 4 Agustus, AS dan Australia memimpin latihan “Shield Sword” dengan melibatkan 35.000 personel dari 19 negara—6 negara lebih banyak dari tahun lalu. Fokus tahun ini adalah menguji kemampuan logistik dan dukungan di lingkungan dengan ancaman tinggi. Jenderal Ronald Clark, Komandan Angkatan Darat Pasifik AS, menyatakan rencana membangun “Pusat Distribusi Teater Gabungan” dekat Rantai Pulau Pertama untuk mengatasi tantangan penggunaan kekuatan udara strategis, dengan fasilitas pelabuhan dan lapangan udara untuk mendukung pergerakan pasokan cepat.


Pasifik Barat: Fokus Strategis Militer AS dan Tempat Uji Perang Masa Depan

Meski konflik Timur Tengah masih menyita perhatian Pentagon, Pasifik Barat jelas menjadi prioritas strategis militer AS. Berbeda dengan konflik asimetris sebelumnya, AS mengantisipasi menghadapi “musuh setara” di wilayah ini, di mana taktik tradisional tidak lagi efektif. Latihan besar ini bertujuan mengeksplorasi konsep operasi baru yang cocok untuk perang potensial China-AS.


Masalah yang Terungkap dalam Latihan: Tantangan Perawatan dalam Penempatan Terpencar

Namun, persiapan AS tidak sempurna. Dalam latihan Agile Combat Employment sebelumnya, penyebaran pesawat meningkatkan peluang bertahan, tetapi juga menyebabkan peningkatan pesawat yang tidak bisa terbang karena masalah perawatan kecil—yang biasanya bisa diperbaiki dengan cepat di pangkalan besar yang lengkap peralatannya.


Kesimpulan

Serangkaian latihan dan persiapan di Pasifik Barat menunjukkan militer AS sungguh-sungguh mempersiapkan kemungkinan konflik dengan China. Pengamat dan pembuat kebijakan harus memahami niat strategis sekaligus kekurangan yang ada, menjaga kewaspadaan dan ketenangan di tengah masa depan hubungan China-AS yang penuh ketidakpastian.

接著讀

Trump Umumkan "Kesepakatan Perdagangan Komprehensif" dengan Korea Selatan: Investasi $350 Miliar, Tarif 15% atas Produk Impor Korea

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada 30 Juli bahwa AS dan Korea Selatan telah menyepakati perjanjian perdagangan bilateral yang "komprehensif dan lengkap". Dalam kesepakatan ini, AS akan menerapkan tarif impor sebesar 15% untuk semua produk dari Korea Selatan, sementara produk AS dibebaskan dari tarif Korea dan mendapatkan akses pasar yang diperluas.

406 天前