2026年9月10日

Tak gentar meski dua kali diturunkan peringkatnya, saham Microsoft justru melonjak berlawanan arah pasar.

(Redmond, 10 Februari) — Kekhawatiran Wall Street terhadap dampak disruptif kecerdasan buatan (AI) p...

(Redmond, 10 Februari) — Kekhawatiran Wall Street terhadap dampak disruptif kecerdasan buatan (AI) pada model bisnis perangkat lunak tradisional semakin meningkat. Dalam kondisi tersebut, saham Microsoft kembali diturunkan peringkatnya untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu minggu, meskipun harga saham justru bergerak naik.

Saham Microsoft melonjak US$12,46 atau 3,11% dan ditutup di US$413,60 pada perdagangan Senin, menjadikannya pencetak kenaikan terbesar di antara saham Dow Jones Industrial Average. Namun, saham ini masih turun sekitar 26% dari rekor tertinggi US$555,45 yang dicapai Juli tahun lalu, serta melemah 14,48% sejak awal tahun — terburuk di antara kelompok saham teknologi utama.

Firma riset Melius Research menurunkan peringkat Microsoft dari “Buy” menjadi “Hold” dan memangkas target harga ke US$430. Analis Ben Reitzes menilai produk AI baru dari Anthropic, termasuk “Cowork”, berpotensi menggerus posisi dominan Microsoft 365.

Tekanan terhadap margin laba

Para analis memperkirakan Microsoft mungkin harus menyediakan Copilot secara gratis demi mempertahankan daya saing, langkah yang dapat menekan margin segmen Produktivitas dan Proses Bisnis. Selain itu, kebutuhan komputasi AI yang besar berisiko membebani kapasitas Azure, sehingga membatasi ruang pertumbuhan laba.

Sebelumnya, Stifel juga menurunkan peringkat Microsoft dan memangkas target harga ke US$392, dengan alasan kendala rantai pasokan serta persaingan ketat dari model Gemini milik Google dan Anthropic.

Data pasar menunjukkan monetisasi Copilot belum sesuai harapan hampir tiga tahun sejak peluncuran, sementara pesaing mampu mengembangkan fitur serupa dengan cepat. Hal ini memicu keraguan investor terhadap kemampuan AI dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan.

Ujian dalam perlombaan AI

Empat raksasa teknologi diperkirakan akan menggelontorkan belanja modal sekitar US$650 miliar pada 2026, dengan porsi Microsoft bisa mencapai US$150 miliar per tahun. Meski sekitar 96% analis masih merekomendasikan beli, penurunan peringkat terbaru mencerminkan meningkatnya “kelelahan tema AI”, di mana investor kini lebih menuntut bukti nyata berupa arus kas bebas dan ketahanan margin laba.

接著讀