2026年9月10日

Pembeli Trump Phone Tiga Bulan Menunggu Tanpa Hasil—Layanan Pelanggan Isyaratkan Pengiriman Mungkin Oktober

Masih ingat dengan Trump Phone? CNMO pernah melaporkan bahwa ponsel ini berulang kali terseret dalam...

Masih ingat dengan Trump Phone? CNMO pernah melaporkan bahwa ponsel ini berulang kali terseret dalam dugaan penipuan—mulai dari materi promosi yang terus berubah hingga jadwal pengiriman yang tak kunjung pasti.

Menurut laporan media asing, seorang konsumen mengungkapkan bahwa ia telah membayar deposit 100 dolar AS tiga bulan lalu untuk memesan ponsel perdana Trump Mobile, yakni T1 Smartphone. Namun hingga kini, produk belum juga diterima dan status pesanan sama sekali tidak bisa dilacak.

Trump Mobile—merek baru yang didirikan oleh putra mantan Presiden Donald Trump—awalnya menjanjikan sebuah ponsel Android emas “Made in America”. Namun, kecurigaan publik semakin kuat setelah situs resminya menampilkan tiga kali perubahan mencurigakan pada tampilan produk: pertama berupa render yang sangat mirip iPhone, kemudian menampilkan foto asli iPhone 16 Pro Max berwarna emas, dan terakhir malah berubah menjadi gambar Samsung Galaxy S25 Ultra dengan casing pihak ketiga.

Konsumen yang sudah melakukan pre-order pun melontarkan sederet keluhan:

  • Setelah pembayaran, tidak ada pembaruan lebih lanjut selain bukti transaksi; sistem akun juga tidak pernah bisa diakses.
  • Layanan pelanggan hanya memberi jawaban samar bahwa mungkin baru akan dikirim pada Oktober, tanpa jadwal yang jelas.
  • Slogan tegas “Made in America” diam-diam dihapus, diganti dengan frasa kabur “Designed with American Values.”
  • Peta cakupan jaringan pun diubah—bukan memperbaiki label yang keliru, melainkan langsung menghapus nama wilayah sengketa.

Media asing juga menyoroti bahwa keluarga Trump memiliki rekam jejak mendirikan perusahaan dengan cepat lalu berakhir pada kebangkrutan dan likuidasi. Meski pihak layanan pelanggan Trump Mobile tetap bersikeras bahwa produk pada akhirnya akan dikirim, kombinasi dari informasi produk yang kacau, penundaan tanpa batas waktu, sistem akun yang bermasalah, serta strategi pemasaran yang tidak konsisten membuat banyak konsumen khawatir ini bisa menjadi contoh nyata dari skema “cepat meraup uang lalu kabur”.

接著讀