2026年9月10日

Bitcoin Tembus $120.000, Cetak Rekor Tertinggi — 100 Ribu Trader Rugi, Institusi Prediksi Naik ke $200.000 Akhir Tahun

Pada 14 Juli, harga Bitcoin untuk pertama kalinya melampaui $120.000, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 100.000 trader mengalami likuidasi. Dorongan kuat dari pembelian institusi, sinyal kebijakan positif, dan kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Fed menjadi faktor utama di balik lonjakan harga ini. Beberapa lembaga kini memperkirakan Bitcoin dapat mencapai $200.000 sebelum akhir tahun. Meski begitu, analis memperingatkan risiko koreksi dan potensi “black swan” dari ketidakpastian global.

Kegilaan Kripto Kembali: Bitcoin Lampaui $120.000, 100 Ribu Trader Terlikuidasi

Pasar kripto kembali memanas pada 14 Juli ketika harga Bitcoin melewati angka $120.000 untuk pertama kalinya. Menurut data dari Coinglass, lebih dari 100.000 trader dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, mencerminkan volatilitas ekstrem yang terjadi.

Kenaikan tak hanya dialami Bitcoin—Ethereum, Dogecoin, dan SUI juga mencatat lonjakan. SUI naik lebih dari 12% dalam sehari, sementara Ethereum dan Dogecoin masing-masing meningkat sekitar 3%, menunjukkan gairah risiko yang kembali menguat.

Institusi Borong Bitcoin, Kebijakan Dukung Lonjakan Harga

Jeffrey Ding, Kepala Analis di HashKey Group, menyebut lonjakan ini didorong oleh beberapa faktor utama. Setelah konsolidasi pasar yang cukup panjang, kekuatan beli yang terakumulasi memberikan dorongan tajam, ditambah dengan dominasi pemegang jangka panjang yang meminimalkan tekanan jual.

Ia juga menyoroti perbaikan dalam kepastian regulasi aset digital global, yang meningkatkan kepercayaan investor. Di AS, pengesahan “Big and Beautiful” Act serta langkah investasi baru dari perusahaan milik keluarga Trump turut memperkuat daya tarik institusional terhadap Bitcoin.

Pada 8 Juli, Trump Media & Technology Group (DJT) mengajukan dokumen ke SEC untuk meluncurkan ETF Bitcoin baru, yang ikut memicu sentimen positif pasar.

Arah Selanjutnya: $200.000 Akhir Tahun? Optimisme Institusi Meningkat

Data opsi menunjukkan mayoritas posisi pasar kini berpihak pada tren bullish. Adam Guren, pendiri Hunting Hill Global Capital, mengatakan bahwa Bitcoin kini kembali dinilai sebagai “emas digital”, apalagi menjelang siklus pemotongan suku bunga oleh The Fed. Menurutnya, permintaan saat ini bersifat struktural dan berjangka panjang.

Geoff Kendrick dari Standard Chartered bahkan memprediksi Bitcoin bisa mencapai $135.000 pada kuartal ketiga dan menyentuh $200.000 pada akhir tahun.

Tetap Waspada: Risiko Koreksi & Ketidakpastian Makro Mengintai

Meski pasar sedang euforia, Ding memperingatkan agar investor tak terlalu gegabah. “Rekor baru bukan berarti puncak langsung tercapai—butuh waktu konsolidasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko-risiko eksternal: krisis geopolitik (seperti konflik Iran-Israel), gejolak keuangan global (inflasi, gagal bayar), hingga potensi ketidakstabilan politik di AS—semuanya bisa mengganggu pasar secara tiba-tiba.

Penutup: Sinyal Bull Market Nyaring—Atau Justru Awal Badai?

Tembusnya Bitcoin ke $120.000 menjadi titik balik penting dalam pasar kripto 2025. Namun di tengah lonjakan antusiasme, para investor harus tetap waspada. Di jalan menuju $200.000, setiap lonjakan adalah ujian baru—bukan akhir perjalanan.

接著讀