2026年9月10日

Telepon Putin Buat Trump Marah: AS Ancam Tarif 100% Jika Gagal Capai Gencatan Senjata

Menurut laporan media AS, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon pada 3 Juli mengatakan kepada Donald Trump bahwa Rusia akan meningkatkan perang di Ukraina dalam 60 hari ke depan. Hal ini memicu perubahan sikap Trump yang kemudian menyetujui bantuan militer ke Ukraina dan mengancam akan mengenakan tarif sekunder hingga 100% terhadap Rusia jika tidak ada kesepakatan gencatan senjata dalam 50 hari.

Ancaman Putin Perluas Perang, Trump Kini Berpaling Dukung Ukraina

Konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut, namun pendekatan Amerika Serikat menunjukkan perubahan besar. Menurut laporan Axios tanggal 13 Juli, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon dengan Trump mengungkapkan rencana untuk meningkatkan operasi militer dalam waktu 60 hari, menargetkan wilayah-wilayah strategis di dalam batas administratif Ukraina.

Pernyataan Putin dilaporkan membuat Trump frustrasi. Seorang narasumber mengungkapkan bahwa Trump kemudian mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron: “Dia (Putin) ingin menguasai segalanya.”

Setelah panggilan itu, sikap Trump terhadap Rusia berubah drastis. Ia menyatakan kecewa berat atas hasil percakapan dan menyetujui pengiriman senjata defensif ke Ukraina. Trump juga mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia.

AS Siapkan Tarif Sekunder 100% untuk Tekan Rusia

Pada 14 Juli, saat konferensi pers bersama Sekjen NATO Mark Rutte, Trump mengumumkan bahwa Amerika akan mengirim senjata ke Ukraina melalui NATO, yang akan menangani pembiayaan dan distribusinya. Ia juga memberikan ultimatum: jika dalam 50 hari tidak tercapai kesepakatan damai, AS akan mengenakan tarif sekunder hingga 100% terhadap Rusia dan negara lain yang masih berdagang dengan Moskow.

“Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami akan kenakan tarif 100%,” kata Trump dengan tegas.

Perubahan Strategi: Trump Tunjukkan Ketegasan Terhadap Rusia

Trump yang selama ini sering dianggap lunak terhadap Rusia, kini menunjukkan perubahan arah strategi. Menjelang pemilu, pendekatan keras ini bisa menjadi cara untuk memperkuat citra kepemimpinannya dan menjawab kritik terhadap kedekatannya dengan Putin.

接著讀