2026年9月10日

Manchester City Incar Donnarumma seharga €35 Juta? Guardiola Bisa Saja Lakukan Perubahan Taktik Besar

Pada 13 Agustus, kiper Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma mengumumkan melalui media sosial bah...

Pada 13 Agustus, kiper Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma mengumumkan melalui media sosial bahwa ia akan meninggalkan Parc des Princes musim panas ini. Pemain berusia 26 tahun itu—mantan MVP Euro 2020 dan pilar utama dalam musim treble PSG—mengungkapkan bahwa ada pihak di klub yang tidak menginginkannya bertahan, sehingga ia terpaksa mengambil keputusan untuk pergi. Menurut jurnalis ternama Fabrizio Romano, raksasa Liga Primer Manchester City menjadi kandidat terkuat untuk merekrutnya—namun mereka hanya bersedia mengeluarkan maksimal €35 juta.


Hubungan dengan PSG Retak Total

Menjelang final Piala Super Eropa, pelatih PSG Luis Enrique mengonfirmasi bahwa Donnarumma dikeluarkan dari skuad pertandingan. Sang kiper kemudian mengungkapkan rasa kecewa mendalam terhadap klub, dan agennya pun berpisah dengannya. Donnarumma awalnya setuju untuk menerima pemotongan gaji besar dalam kontrak baru, namun PSG tiba-tiba berubah pikiran, sehingga hubungan kedua belah pihak benar-benar putus. PSG menginginkan sekitar €55 juta dari penjualannya, tetapi dengan sisa kontrak hanya satu tahun, gaji besar, dan pernyataan tegas klub bahwa mereka tidak lagi membutuhkannya, City punya alasan kuat untuk menekan harga.


Logika Transfer City

Manchester City siap membayar hingga €35 juta, yang mereka anggap sebagai tawaran wajar mengingat situasinya. Pep Guardiola sangat mengagumi kemampuan penyelamatan Donnarumma dan ingin dia memperkuat tim demi keandalan di laga-laga besar. Namun, kesepakatan ini bergantung pada kepergian kiper utama saat ini, Ederson, yang sedang bernegosiasi dengan raksasa Turki Galatasaray. Jika Donnarumma datang, kiper akademi yang baru kembali, James Trafford, kemungkinan besar akan kehilangan peluang menjadi kiper utama di masa depan.


Kesesuaian Taktik Jadi Sorotan

Donnarumma dikenal karena postur tinggi, posisi yang tepat, dan refleks luar biasa, tetapi kemampuan kakinya sudah lama menjadi kelemahan. Sistem taktik Guardiola secara historis menuntut kiper dengan kemampuan umpan dan kontrol bola yang luar biasa—pada 2016, ia menggantikan Joe Hart dengan Claudio Bravo karena alasan ini. Ederson bertahan sebagai pilihan utama selama bertahun-tahun karena distribusinya menutupi kelemahan penyelamatan tertentu.
Merekrut Donnarumma bisa menjadi tanda bahwa Guardiola mulai melonggarkan tuntutannya terhadap kemampuan build-up seorang kiper dan mungkin sedang mengubah pendekatan taktisnya.


Tanda-Tanda Perubahan Taktik

Dalam dua tahun terakhir, aktivitas transfer Guardiola menunjukkan adanya evolusi bertahap. Pemain seperti Jérémy Doku, Khouma Babacar, dan Omar Marmoush—kuat secara fisik namun tekniknya tidak terlalu halus—serta mesin gol Erling Haaland, menunjukkan pergeseran dari sepak bola berbasis penguasaan bola murni. Skuad City saat ini mungkin lebih cocok untuk serangan balik ketimbang build-up sabar.
Jika Donnarumma benar-benar bergabung, hal ini akan semakin memperkuat perubahan tersebut, menandai potensi reinvensi diri bagi manajer yang terkenal perfeksionis ini.

接著讀