AS, Israel, dan Italia Serang Prancis: Macron Terjebak dalam Konflik Diplomatik, Blok Barat Kian Retak
Presiden Prancis Emmanuel Macron belakangan ini menjadi sasaran kritik dari Amerika Serikat, Israel,...
Presiden Prancis Emmanuel Macron belakangan ini menjadi sasaran kritik dari Amerika Serikat, Israel, dan Italia. Paris terjerat dalam serangkaian gesekan diplomatik yang berkaitan dengan konflik Palestina–Israel serta perang Rusia–Ukraina, mencerminkan retaknya kesatuan di dalam blok Barat.
Pengakuan Palestina Picu Perselisihan Prancis–AS–Israel
Keputusan Prancis untuk mengakui Negara Palestina memicu reaksi keras. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Macron “menyuburkan antisemitisme.” Istana Élysée langsung membalas, menyebut tuduhan itu “keji dan salah.”
Tak lama kemudian, Amerika Serikat ikut campur. Duta Besar AS untuk Prancis, Jared Kushner, mengkritik Prancis karena “gagal menekan kekerasan antisemit.” Kementerian Luar Negeri Prancis lalu memanggil Kushner, menegaskan bahwa komentarnya melanggar Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan merupakan bentuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Prancis.
Pengamat menilai, langkah Prancis menimbulkan guncangan lebih besar dibandingkan sikap serupa dari Spanyol atau Inggris, karena bobot diplomatik Paris lebih besar di kancah global. Reaksi keras AS dan Israel tidak hanya mencerminkan faktor geopolitik, tetapi juga keterkaitan personal. Kushner, yang ditunjuk Trump dan memiliki hubungan erat dengan Israel, menambah sensitivitas masalah ini.
Italia Sindir Prancis soal Pasukan ke Ukraina
Dalam isu Rusia–Ukraina, Prancis dan Italia juga bersitegang. Setelah Paris membuka kemungkinan pengerahan pasukan Eropa ke Ukraina, Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mengejek Macron: “Kalau dia ngotot, biar dia pergi sendiri. Tidak ada satu pun tentara Italia yang akan dikirim.”
Prancis segera memanggil duta besar Italia, mengecam pernyataan itu sebagai “tidak dapat diterima” dan bertentangan dengan semangat kerja sama kedua negara.
Menurut pengamat, pemerintahan Italia saat ini yang dipimpin kelompok populis sayap kanan cenderung pro-Rusia. Penolakannya terhadap kebijakan Prancis mencerminkan kombinasi faktor politik domestik dan upaya menyesuaikan diri dengan garis kebijakan luar negeri AS.
Blok Barat yang Kian Terbelah
Kedua insiden ini menegaskan bahwa blok Barat tengah menghadapi retakan mendalam:
- Perbedaan AS–Eropa: AS tetap mendukung Israel secara kuat, sementara Prancis berupaya menempuh jalur independen.
- Retakan dalam UE: Perselisihan Prancis–Italia soal Ukraina menunjukkan lemahnya suara tunggal Uni Eropa.
- Batas politik domestik: Macron yang terjepit di parlemen memilih menggunakan diplomasi agresif untuk memperkuat pengaruh internasional.
Para analis menilai, diplomasi ofensif Macron memang meningkatkan profil Prancis, tetapi juga memperburuk hubungan dengan sekutu. Perbedaan nilai dan kepentingan di dalam blok Barat kini makin menganga, menambah ketidakpastian pada hubungan internasional.
Kesimpulan:
Mulai dari pengakuan Palestina hingga wacana pengiriman pasukan ke Ukraina, kebijakan Macron membuat Prancis berhadapan langsung dengan sekutunya. Kritik dari AS, Israel, dan Italia bukan sekadar gesekan biasa—melainkan tanda nyata retaknya blok Barat.
Honor Watch X5 Resmi Dijual: Layar Persegi 1,97 Inci, Bodi Aluminium 29g, Harga 449 RMB.
Menurut laporan IT Home pada 27 November, Honor Watch X5 resmi dijual hari ini. Jam tangan ini hadir...
Sejalan dengan strategi ekspansi, Legend Property resmi menunjuk CEO baru
(Kuala Lumpur, 2 Jan) Lagenda Properties Berhad (LAGENDA, 7179, Papan Utama—sektor properti) mengumu...
Dari 1-1 ke 0-1! China Hadapi Vietnam Lagi, Target Final Piala Asia U23
Fokus pada olahraga, fokus pada sepakbola Tiongkok. Piala Asia U23 2026 telah memasuki babak perempa...
Dua Tiket Semifinal Tunggal Putri Australia Open Ditentukan: Sabalenka Melaju Dominan, Gauff Tersingkir
Pada 27 Januari, dua pertandingan perempat final tunggal putri di bagian atas undian Australia Open ...
Respons Resmi soal Perubahan Antarmuka Kamera WeChat Versi HarmonyOS: Tetap Menggunakan Kamera Sistem Huawei, Performa Semakin Meningkat
Pada 8 Februari, Fast Technology melaporkan bahwa sempat muncul diskusi di kalangan pengguna setelah...
Man City Jika Menang Hanya Tertinggal 2 Poin dari Arsenal! Bisa Pecahkan Rekor Kemenangan 98 Tahun, Haaland Kembali ke Kota Kelahiran
Dalam pekan ke-28 Premier League, Manchester City akan bertandan...
Komputer Jinjing Konsep Compal AI Book: Palmrest dengan Layar E-ink Besar
28 Februari – Compal memperkenalkan notebook konsep AI Book, dengan desain menonjol: area palmrest d...
Tang Wei (46) Dikabarkan Hamil Anak Kedua — Gestur Ni Ni Diduga Bocorkan Kabar Bahagia
(Beijing, 23) Pelakon terkenal Tang Wei, 46 tahun, sekali lagi menjadi perhatian apabila penampilann...
Kabar terbaru CBA! Pemain dalam negeri yang paling cocok untuk lini dalam Guangdong akhirnya terungkap, dan dianggap sebagai kartu kunci bagi Du Feng dalam upaya meraih gelar juara, menarik perhatian luas.
Dalam lanjutan musim reguler CBA, Qingdao berhasil menang telak 105-80 atas Beijing Royal Fighters, ...
Pendeta Lee Shing Lam, ayah Ah Mo, dikabarkan meninggal dunia — kabar ini mengejutkan banyak pihak
(Hong Kong, 25) Setelah insiden serius jatuhnya layar LED dalam konser tahun 2022 oleh grup MIRROR, ...
Cetak 51 poin setara Michael Jordan! Dallas Mavericks pilihan nomor 1 Cooper Flagg raih Rookie of the Year, pesannya jadi sorotan
Kabar besar datang dari NBA! Bintang muda Dallas Mavericks, Cooper Flagg, resmi meraih penghargaan R...