2026年9月10日

Rencana Elon Musk di Timur Tengah: Ingin Hadirkan Robotaxi Tesla di Arab Saudi!

Financial Associated Press, 14 Mei — Dalam beberapa hari terakhir, mantan Presiden AS Donald Trump tengah melakukan tur ke tiga negara Timur Tengah — Arab Saudi, Qatar, dan UEA — dengan CEO Tesla Elon Musk menjadi salah satu delegasi yang ikut serta.

Dalam Forum Investasi Arab Saudi-AS yang digelar pada hari Selasa, Musk secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memperkenalkan layanan taksi otonom Tesla (Robotaxi) di Arab Saudi. Sebelumnya, Uber telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan layanan kendaraan otonom di negara tersebut pada tahun ini.

Musk juga mengumumkan bahwa penyedia layanan internet satelit miliknya, Starlink, telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Arab Saudi untuk beroperasi di sektor maritim dan penerbangan, serta menyampaikan apresiasinya.

Berbicara kepada Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alswaha, Musk mengatakan, “Anda benar-benar bisa membayangkan mobil masa depan sebagai robot beroda empat. Saya pikir akan sangat menarik jika kendaraan otonom hadir di Arab Saudi, jika Anda setuju.”

Namun, Musk tidak memberikan rincian lebih lanjut atau jadwal pasti. Perlu dicatat bahwa hingga saat ini Tesla belum meluncurkan layanan robotaxi untuk publik di mana pun di dunia. Perusahaan sebelumnya menyatakan akan memulai program percontohan di Austin pada bulan Juni, dan Musk menyebut ekspansinya akan segera menyusul.

Selain itu, dilaporkan bahwa Musk telah menunjukkan robot humanoid Tesla, Optimus, kepada Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Tesla telah lama menekankan kepada para investornya bahwa kendaraan otonom dan robot humanoid adalah kunci profitabilitas perusahaan di masa depan.

Sebelum Musk, Uber pada 6 Mei mengumumkan bahwa pihaknya berencana menghadirkan robotaxi di Arab Saudi tahun ini, bekerja sama dengan perusahaan China, Pony.ai. Namun, tanggal peluncuran pastinya belum ditentukan.

Uber memiliki basis pengguna yang kuat di Arab Saudi. Aplikasi Careem miliknya adalah salah satu layanan transportasi daring paling populer di Timur Tengah, beroperasi di 26 kota di seluruh kerajaan.

Pada hari Selasa, Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi memposting di X bahwa mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Uber untuk memperkenalkan kendaraan otonom di negara tersebut. Namun, MoU ini tidak mengikat secara hukum dan hanya menunjukkan niat kerja sama.

“Gelombang pertama kendaraan otonom dengan operator keselamatan diharapkan diluncurkan di platform Uber pada tahun 2025,” bunyi postingan tersebut.

Langkah cepat dua raksasa teknologi ini menarik perhatian besar. Para pemimpin Arab Saudi berharap kendaraan otonom dapat berperan penting dalam rencana “Visi 2030” negara itu, yang bertujuan mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap minyak melalui investasi besar-besaran di sektor teknologi. Tahun lalu, negara ini juga telah merilis kerangka peraturan untuk adopsi kendaraan otonom.

接著讀