2026年9月10日

Larangan Penerimaan Guncang Kebebasan Akademik: Pemerintah AS Hentikan Penerimaan Mahasiswa Internasional Harvard, Ribuan Terancam

[BEIJING, 23 Mei – Xinhua] Pada 22 Mei, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pertukaran (SEVP) milik Universitas Harvard, yang berarti melarang universitas tersebut menerima mahasiswa internasional mulai tahun akademik 2025-2026. Keputusan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada ribuan mahasiswa internasional saat ini dan yang akan datang, serta mendorong Harvard mempertimbangkan jalur hukum.

Menurut data Harvard, hingga musim gugur 2023, mahasiswa internasional mencakup lebih dari 27% dari seluruh populasi mahasiswa, dengan hampir 6.800 mahasiswa internasional dari lebih 140 negara, mayoritas adalah mahasiswa pascasarjana.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Noam, menyatakan bahwa mulai tahun 2025, Harvard tidak lagi diizinkan menerima mahasiswa internasional baru. Mahasiswa internasional yang saat ini terdaftar harus pindah universitas, jika tidak, mereka akan kehilangan status legal di AS. Mahasiswa baru yang telah diterima juga tidak dapat mendaftar pada musim gugur ini, kecuali keputusan pemerintah dibatalkan atau ada intervensi dari pengadilan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebutkan bahwa Harvard dapat memulihkan sertifikasinya jika dalam waktu 72 jam menyerahkan dokumen yang sebelumnya ditolak, termasuk catatan disiplin mahasiswa internasional dan rekaman audio-video keterlibatan mereka dalam aksi protes.

Harvard belum memberikan tanggapan publik, namun banyak pihak memperkirakan universitas tersebut akan menempuh jalur hukum dan mungkin akan mengajukan permohonan penghentian sementara ke pengadilan federal.

Wakil Presiden Hubungan Pemerintah dari Dewan Pendidikan Amerika, Sarah Spreitzer, mengatakan bahwa meski pencabutan sertifikasi SEVP biasanya dilakukan karena alasan administratif—seperti fasilitas yang tidak memadai atau staf pengajar yang tidak memenuhi syarat—kasus yang melibatkan alasan politik dan protes ini hampir tidak pernah terjadi.

Analisis Latar Belakang & Dampak:
Meski diklaim atas dasar keamanan dan kepatuhan administratif, kebijakan “larangan penerimaan” ini menimbulkan kekhawatiran akan kebebasan akademik dan kebijakan imigrasi yang semakin ketat. Sebagai institusi terkemuka dunia, Harvard sangat bergantung pada mahasiswa internasional dalam hal kekuatan riset dan keberagaman budaya.

Jika diterapkan, kebijakan ini bisa merusak reputasi internasional sistem pendidikan tinggi AS dan mengganggu rencana ribuan mahasiswa global. Dalam jangka panjang, kepercayaan calon mahasiswa internasional untuk belajar di Amerika Serikat bisa ikut terdampak.

接著讀