Larangan Penerimaan Guncang Kebebasan Akademik: Pemerintah AS Hentikan Penerimaan Mahasiswa Internasional Harvard, Ribuan Terancam
[BEIJING, 23 Mei – Xinhua] Pada 22 Mei, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pertukaran (SEVP) milik Universitas Harvard, yang berarti melarang universitas tersebut menerima mahasiswa internasional mulai tahun akademik 2025-2026. Keputusan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada ribuan mahasiswa internasional saat ini dan yang akan datang, serta mendorong Harvard mempertimbangkan jalur hukum.
Menurut data Harvard, hingga musim gugur 2023, mahasiswa internasional mencakup lebih dari 27% dari seluruh populasi mahasiswa, dengan hampir 6.800 mahasiswa internasional dari lebih 140 negara, mayoritas adalah mahasiswa pascasarjana.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Noam, menyatakan bahwa mulai tahun 2025, Harvard tidak lagi diizinkan menerima mahasiswa internasional baru. Mahasiswa internasional yang saat ini terdaftar harus pindah universitas, jika tidak, mereka akan kehilangan status legal di AS. Mahasiswa baru yang telah diterima juga tidak dapat mendaftar pada musim gugur ini, kecuali keputusan pemerintah dibatalkan atau ada intervensi dari pengadilan.
Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebutkan bahwa Harvard dapat memulihkan sertifikasinya jika dalam waktu 72 jam menyerahkan dokumen yang sebelumnya ditolak, termasuk catatan disiplin mahasiswa internasional dan rekaman audio-video keterlibatan mereka dalam aksi protes.
Harvard belum memberikan tanggapan publik, namun banyak pihak memperkirakan universitas tersebut akan menempuh jalur hukum dan mungkin akan mengajukan permohonan penghentian sementara ke pengadilan federal.
Wakil Presiden Hubungan Pemerintah dari Dewan Pendidikan Amerika, Sarah Spreitzer, mengatakan bahwa meski pencabutan sertifikasi SEVP biasanya dilakukan karena alasan administratif—seperti fasilitas yang tidak memadai atau staf pengajar yang tidak memenuhi syarat—kasus yang melibatkan alasan politik dan protes ini hampir tidak pernah terjadi.
Analisis Latar Belakang & Dampak:
Meski diklaim atas dasar keamanan dan kepatuhan administratif, kebijakan “larangan penerimaan” ini menimbulkan kekhawatiran akan kebebasan akademik dan kebijakan imigrasi yang semakin ketat. Sebagai institusi terkemuka dunia, Harvard sangat bergantung pada mahasiswa internasional dalam hal kekuatan riset dan keberagaman budaya.
Jika diterapkan, kebijakan ini bisa merusak reputasi internasional sistem pendidikan tinggi AS dan mengganggu rencana ribuan mahasiswa global. Dalam jangka panjang, kepercayaan calon mahasiswa internasional untuk belajar di Amerika Serikat bisa ikut terdampak.
Yang Yi Soal Zhou Qi: Gaji di NBA Terlalu Kecil, Pulang ke CBA Itu Pilihan Wajar
Pada 25 September, komentator basket ternama, Yang Yi, membahas kembali pengalaman Zhou Qi di NBA da...
Transaksi Besar NBA! Kuminga ke Magic, Banchero Bergabung dengan Curry di Warriors
Liga NBA kembali gempar! Sebuah pertukaran pemain spektakuler resmi terjadi antara Golden State Warr...
Warisan Sang Elang: Putri Pilot Tempur yang Bangkit dari 2 Kemenangan dalam 18 Laga hingga Meledak Lewat Siaran Langsung Bergaya Abstrak
Pada 19 Oktober waktu Beijing, pemain Go wanita terkenal, Zhan Ying, tampil dalam wawancara eksklusi...
Laga Dini Hari Liverpool: Tak Boleh Gagal! Kapan Wirtz Akhiri Puasa Gol & Assist? Susunan Pemain Terungkap
Pada pukul 01.30 dini hari waktu Beijing, 7 Desember, Liverpool akan bertandang ke markas Leeds Unit...
Kara Hui mengenang pengalaman syuting paling tak terlupakan: hanya memakai “wire” sederhana saat melompat dari lantai 16—stuntman pun sempat tak berani
(Beijing, 13) Aktris peraih banyak penghargaan Kara Hui (惠英紅), 65 tahun, dikenal karena aktingnya ya...
Li Hongyi Kena “Perintah Pembatasan Konsumsi” dari Pengadilan — Dilarang Naik Pesawat, Kereta Cepat, dan Menginap di Hotel Berbintang
Chinese actor Li Hongyi, 27, rose in popularity in recent years for his role as Xiao Se in The Blood...
Pistons membantai Knicks dengan selisih 31 poin dan makin mengokohkan posisi puncak Wilayah Timur—Cunningham catat 29 poin dan 13 assist, Brunson 25 poin.
Pada 6 Januari (waktu Beijing), Detroit Pistons menjamu New York Knicks dalam laga musim reguler yan...
10 Perusahaan Paling Menguntungkan di Dunia: NVIDIA Ketiga, Microsoft Masuk Top 10
Menurut CNMO Tech, daftar perusahaan dengan margin keuntungan bersih tertinggi di dunia baru saja di...
BTS Kembali Tampil dengan Formasi Lengkap; Seruan Jungkook “Bertujuh Satu Hati” Bikin Fans Terharu
(Seoul, 21 Maret) Grup global BTS resmi comeback dengan formasi lengkap setelah 3 tahun 9 bulan, men...
Cetak 15 poin, 6 assist, dan 4 tembakan tiga angka! Guard timnas putri China berusia 29 tahun mengalami transformasi dan menjadi andalan baru Gong Luming dalam perebutan gelar
Dengan catatan 15 poin, 2 rebound, 6 assist, 2 steal tanpa satu pun turnover, serta akurasi tembakan...