2026年9月10日

Warisan Sang Elang: Putri Pilot Tempur yang Bangkit dari 2 Kemenangan dalam 18 Laga hingga Meledak Lewat Siaran Langsung Bergaya Abstrak

Pada 19 Oktober waktu Beijing, pemain Go wanita terkenal, Zhan Ying, tampil dalam wawancara eksklusi...

Pada 19 Oktober waktu Beijing, pemain Go wanita terkenal, Zhan Ying, tampil dalam wawancara eksklusif bersama CCTV, membagikan perjalanan hidupnya yang penuh liku di dunia Go.

Zhan Ying, kini berusia 30 tahun, adalah pemain Go profesional tingkat dua (2-dan). Ia mulai belajar Go sejak usia enam tahun, meski mengaku awalnya tidak terlalu serius. “Waktu itu aku bahkan tidak terlalu fokus, tapi bisa meraih peringkat keenam di kejuaraan provinsi. Aku sempat berpikir, kalau aku sedikit lebih berusaha, mungkin aku bisa jadi juara,” ujarnya sambil tersenyum.

Di usia 12 tahun, Zhan Ying pindah ke Beijing untuk belajar Go dengan lebih tekun. Sang ibu menemaninya selama bertahun-tahun tinggal di ruang semi-basement demi mendukung mimpinya. Setelah delapan kali mencoba menembus level profesional, akhirnya pada usia 19 tahun ia berhasil menjadi pemain profesional. Namun semangat awal itu tidak bertahan lama. “Setelah euforia mereda, aku sadar—ternyata aku harus mulai semuanya dari awal lagi,” katanya jujur.

Pada tahun 2021, di Liga Go Wanita Tiongkok, Zhan Ying mengalami masa terberat dalam kariernya. Dari 18 pertandingan, ia hanya mencatat dua kemenangan dan 16 kekalahan. “Itu benar-benar pukulan besar bagiku,” ungkapnya. “Bertanding di level setinggi itu dan tampil seburuk itu—aku sendiri sulit menerima kenyataan tersebut.”

Saat berusia 27 tahun, Zhan Ying akhirnya memilih jalan baru dengan mulai menyiarkan permainan Go secara langsung. Tak disangka, gaya siarannya yang unik dan penuh humor justru membuatnya viral di kalangan penonton muda, terutama generasi 2000-an. Banyak netizen menyebutnya sebagai “ratu Go abstrak”, julukan yang awalnya membuatnya bingung namun kini ia terima dengan senyum.

“Sekarang aku sudah berdamai dengan semua komentar di dunia maya,” ucapnya dengan tenang. “Aku hanya menjadi diriku sendiri, tidak lebih dan tidak kurang. Setelah berhenti dari dunia kompetitif, aku bisa benar-benar mengekspresikan siapa diriku, dan menikmatinya sepenuh hati.”

Melalui siaran langsungnya, Zhan Ying telah membangun jembatan antara penonton dan keindahan permainan Go. Ia bahkan mencetuskan turnamen amatir “Aoying Cup”, dengan harapan popularitasnya dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai Go. Tak berhenti di situ, ia terus menjelajahi berbagai bidang baru—dari teater panggung, stand-up comedy, bernyanyi, menari, hingga bermain gim—menemukan warna baru di luar dunia hitam putih Go.

“Aku tak pernah menyesali setiap langkah yang pernah kuambil di papan Go,” ujarnya sambil tersenyum lembut. “Dalam setiap posisi, aku hanya berusaha mencari langkah terbaik berikutnya. Itulah makna dari hidup—dan dari Go itu sendiri.”

接著讀