2026年9月10日

Komentar Analis AS: Yang Hansen Belum Siap Jadi Starter, Namun Potensinya Tak Terbantahkan

Pada 8 Desember waktu Beijing, jurnalis NBA Jack Simone menulis ulasan khusus tentang penampilan sta...

Pada 8 Desember waktu Beijing, jurnalis NBA Jack Simone menulis ulasan khusus tentang penampilan starter perdana Yang Hansen dalam karier NBA-nya. Dalam analisanya, Simone menilai bahwa Yang masih belum siap untuk mengemban peran sebagai starter di level NBA, bahkan untuk masuk ke rotasi reguler pun masih belum sepenuhnya memenuhi standar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa potensi besar tetap tersimpan dalam diri pemain muda tersebut.

Dalam laga ini, Yang Hansen akhirnya mendapatkan kesempatan pertama sebagai starter sepanjang kariernya. Namun, jalannya pertandingan justru semakin memperjelas bahwa ia masih belum siap untuk menanggung menit bermain di level starter. Portland Trail Blazers harus menelan kekalahan telak di kandang Memphis Grizzlies yang tampil tanpa Ja Morant, dan Yang pun bahkan tidak mencapai 20 menit waktu bermain.

Ia mencatatkan waktu bermain 19 menit 13 detik, sementara Portland tumbang dengan skor 96–119. Sebagai rookie di lini dalam, Yang hanya mampu mencetak 4 poin, 5 rebound, dan 2 assist dari 2 tembakan masuk dari 5 percobaan, serta melakukan 2 turnover. Meski absennya Clingan membuat dirinya mendapatkan peran lebih besar, performa tersebut belum mampu memberikan dampak positif yang diharapkan oleh tim.

Saat ini, Yang Hansen memang belum siap untuk menjadi starter di NBA—dan hal tersebut sepenuhnya bisa dipahami.

Pada NBA Draft 2025, keputusan Portland memilih Yang Hansen dengan pick ke-16 sempat mengejutkan banyak pihak. Namun dalam ajang Summer League, ia berhasil menunjukkan kilasan potensi besar yang membuat penggemar dan pengamat terkesan. Memasuki awal musim rookie, satu hal kini semakin jelas: Yang lebih cocok diproyeksikan sebagai pemain pengembangan jangka panjang, bukan sebagai kontributor instan. Dan posisi tersebut sebenarnya sangat wajar, karena Portland pun sejak awal diyakini sudah memahami hal ini saat memilihnya.

Dalam 13 pertandingan awal musim reguler NBA, Yang hanya mencatatkan rata-rata 7,7 menit per laga, dengan kontribusi 2,6 poin, 1,8 rebound, dan 0,8 assist, serta akurasi tembakan yang masih rendah di angka 30 persen. Performa tembakan tiga angkanya juga masih menjadi tantangan, dengan hanya 1 dari 16 percobaan yang berhasil masuk, atau setara dengan 6,3 persen, dengan rata-rata 1,2 tembakan tiga angka per pertandingan.

Awal musim ini jelas menjadi fase yang berat bagi dirinya. Dan ketika akhirnya mendapat kesempatan sebagai starter, ia pun belum mampu sepenuhnya memanfaatkan momen tersebut. Hal ini kembali menegaskan realitas bahwa pada tahap ini, Yang Hansen masih belum siap menjadi bagian penting dari rotasi utama sebuah tim NBA. Namun sejak awal, Portland memang memproyeksikannya sebagai aset jangka panjang, bukan sebagai solusi instan.

Meski begitu, ada sisi cerah yang patut disorot. Dalam tiga pertandingan bersama tim G League, Rip City Remix, Yang Hansen kembali menunjukkan performa menjanjikan seperti yang ia perlihatkan di Summer League. Ia mencatatkan rata-rata 16,3 poin, 9,7 rebound, 4,7 assist, 1,3 steal, dan 2,0 blok, dengan akurasi tembakan 46,3 persen serta persentase tiga angka 30,8 persen dari 4,3 percobaan per laga. Penampilan ini kembali membangkitkan optimisme publik terhadap masa depannya.

Yang Hansen memang belum siap menjadi starter NBA—bahkan untuk mengisi rotasi rutin pun belum sepenuhnya matang—dan pertandingan melawan Grizzlies menjadi bukti yang jelas atas hal tersebut. Namun satu hal tetap tak terbantahkan: potensinya masih sangat besar, dan masa depannya tetap penuh harapan.

接著讀