2026年9月10日

Yang Yi Soal Zhou Qi: Gaji di NBA Terlalu Kecil, Pulang ke CBA Itu Pilihan Wajar

Pada 25 September, komentator basket ternama, Yang Yi, membahas kembali pengalaman Zhou Qi di NBA da...

Pada 25 September, komentator basket ternama, Yang Yi, membahas kembali pengalaman Zhou Qi di NBA dan menilai bahwa keputusan kembali ke Tiongkok adalah hal yang wajar jika melihat perbedaan pendapatan yang sangat besar.

Menurut Yang, Zhou hanya menerima sekitar 200–300 ribu dolar AS per tahun bersama Houston Rockets — setara kira-kira 1 juta RMB. Sementara itu, kontraknya di CBA mencapai lebih dari 20 juta RMB ditambah bonus serta tunjangan. Dengan kontrak non-garansi dan jarang mendapat menit bermain di NBA, Zhou jelas tidak memiliki dorongan kuat untuk bertahan.

“Zhou Qi dipilih di putaran kedua, kontraknya tidak dijamin. Rockets pun tidak bisa terlalu sabar, dan Zhou sendiri waktu itu belum matang. Ambisinya terhadap NBA tidak sekeras pemain seperti Yuta Watanabe,” ujar Yang.

Zhou dipilih di urutan ke-43 NBA Draft 2016, lalu resmi menandatangani kontrak dengan Rockets pada 2017. Ia menjadi pemain Tiongkok kedua setelah Yao Ming yang membela Houston. Namun, performa yang belum stabil membuatnya dilepas pada Desember 2018. Setelah itu, Zhou kembali ke CBA, di mana Xinjiang memberinya kontrak bernilai lebih dari 20 juta RMB — hanya kalah dari Yi Jianlian saat itu.

Jika dibandingkan, CBA memberi Zhou waktu bermain yang stabil, penghasilan lebih tinggi, dan tetap menjaga nilai komersialnya. Walau sempat menarik perhatian pemandu bakat NBA saat bermain di liga Australia (NBL), cedera serta jadwal Piala Dunia membuatnya batal mencoba lagi peruntungan di NBA.

Yang Yi menutup dengan mengatakan: “Tidak seperti Watanabe yang penuh kegigihan, Zhou Qi lebih realistis. Dengan panggung dan jaminan yang lebih baik di dalam negeri, pilihannya sangat bisa dimengerti.”

接著讀

[Bintang Baru] Yu Zidi, Gadis 12 Tahun Asal Tiongkok, Kejutkan Dunia Renang—IOC: “Dia Bisa Jadi Summer McIntosh Berikutnya”

Di ajang Kejuaraan Dunia Akuatik di Singapura, perenang muda asal Tiongkok, Yu Zidi (12 tahun), mencuri perhatian dunia dengan penampilan luar biasa. Setelah lolos ke final 200m gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 2:07.95, Yu mendapat pujian langsung dari Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang menyebutnya sebagai “Summer McIntosh berikutnya.”

406 天前

Trump Sang “Presiden Bitcoin”: Kepemilikan BTC Senilai Rp13 Triliun Jadikannya Salah Satu Pemegang Terbesar Dunia

Dulu dikenal sebagai pengkritik kripto, Donald Trump kini diam-diam menjadi salah satu pemilik Bitcoin terbesar di dunia, dengan nilai kepemilikan sekitar $870 juta (Rp13 triliun). Kepemilikan ini diperoleh secara tidak langsung melalui perusahaan media miliknya, Trump Media & Technology Group (TMTG), yang baru-baru ini membeli Bitcoin senilai $2 miliar. Artikel ini mengulas bagaimana strategi media Trump berubah menjadi pertaruhan besar di dunia kripto.

332 天前