2026年9月10日

Laba & Pendapatan NVIDIA Q2 Naik Lebih dari 55%, Tapi Penjualan di Tiongkok Anjlok 24% dan Nilai Pasar Hilang Rp 9.300 Triliun

Raksasa chip AI NVIDIA kembali mencatat kinerja kuat, namun perlambatan pertumbuhan dan lemahnya per...

Raksasa chip AI NVIDIA kembali mencatat kinerja kuat, namun perlambatan pertumbuhan dan lemahnya performa di Tiongkok memicu kekhawatiran pasar.

Sorotan Laporan Keuangan

Pada 29 Agustus, NVIDIA merilis hasil kuartal II tahun fiskal 2026 (hingga 27 Juli 2025):

  • Pendapatan: USD 46,74 miliar, naik 56% YoY dan 6% QoQ, sedikit di atas ekspektasi.
  • Laba Bersih: USD 26,42 miliar, naik 57% YoY.
  • Margin Kotor: 72,4%, turun 2,7 poin persentase YoY.
  • EPS: USD 1,08, naik 61% YoY.

Segmen pusat data tetap menjadi pendorong utama, dengan pendapatan USD 41,1 miliar (naik 56% YoY), meski laju pertumbuhan mulai melambat. Pendapatan dari produk berbasis arsitektur Blackwell tumbuh 17% QoQ.

Penjualan di Tiongkok Merosot

Pendapatan NVIDIA dari Tiongkok pada Q2 hanya USD 2,769 miliar, turun 24,5% YoY.
Karena pembatasan ekspor AS atas chip H20, perusahaan tidak mengirimkan produk tersebut ke pelanggan di Tiongkok, membuat total penjualan seri H100/H20/H200 turun lebih dari 4%.

CEO Jensen Huang menegaskan kembali bahwa Tiongkok tetap pasar penting, dengan potensi peluang mencapai USD 50 miliar, meski proyeksi saat ini tidak memasukkan penjualan H20 ke Tiongkok.

Reaksi Pasar

Meski proyeksi pendapatan Q3 sebesar USD 54 miliar (di atas konsensus USD 53,5 miliar), angka itu jauh di bawah ekspektasi optimistis USD 60 miliar. Saham NVIDIA anjlok lebih dari 5% di perdagangan after-hours sebelum menutup kerugian di bawah 2%,dengan kapitalisasi pasar hilang sekitar USD 130 miliar (Rp 9.300 triliun), meninggalkan valuasi USD 4,43 triliun.

Prospek Industri

  • Global: Permintaan komputasi AI terus melonjak, dengan Blackwell dan NVLink dipandang sebagai inti infrastruktur generasi berikutnya.
  • Tiongkok: Produsen chip domestik (Cambricon, Biren, MetaX, dll.) mempercepat produksi untuk mengisi kekosongan akibat larangan ekspor AS.
  • Panduan ke Depan: NVIDIA memperkirakan pendapatan Q3 USD 52,9–55,1 miliar, margin kotor 73–74%, serta menyetujui tambahan USD 60 miliar untuk buyback saham.

Kesimpulan

NVIDIA tetap menjadi pemimpin tak tergoyahkan di sektor chip AI, namun perlambatan pusat data dan penurunan tajam di Tiongkok kini menjadi risiko terbesarnya. Kemampuan untuk mempertahankan dominasi global sekaligus menstabilkan pasar Tiongkok akan menentukan keberlanjutan kenaikan nilai pasarnya.

接著讀