Laba & Pendapatan NVIDIA Q2 Naik Lebih dari 55%, Tapi Penjualan di Tiongkok Anjlok 24% dan Nilai Pasar Hilang Rp 9.300 Triliun
Raksasa chip AI NVIDIA kembali mencatat kinerja kuat, namun perlambatan pertumbuhan dan lemahnya per...
Raksasa chip AI NVIDIA kembali mencatat kinerja kuat, namun perlambatan pertumbuhan dan lemahnya performa di Tiongkok memicu kekhawatiran pasar.
Sorotan Laporan Keuangan
Pada 29 Agustus, NVIDIA merilis hasil kuartal II tahun fiskal 2026 (hingga 27 Juli 2025):
- Pendapatan: USD 46,74 miliar, naik 56% YoY dan 6% QoQ, sedikit di atas ekspektasi.
- Laba Bersih: USD 26,42 miliar, naik 57% YoY.
- Margin Kotor: 72,4%, turun 2,7 poin persentase YoY.
- EPS: USD 1,08, naik 61% YoY.
Segmen pusat data tetap menjadi pendorong utama, dengan pendapatan USD 41,1 miliar (naik 56% YoY), meski laju pertumbuhan mulai melambat. Pendapatan dari produk berbasis arsitektur Blackwell tumbuh 17% QoQ.
Penjualan di Tiongkok Merosot
Pendapatan NVIDIA dari Tiongkok pada Q2 hanya USD 2,769 miliar, turun 24,5% YoY.
Karena pembatasan ekspor AS atas chip H20, perusahaan tidak mengirimkan produk tersebut ke pelanggan di Tiongkok, membuat total penjualan seri H100/H20/H200 turun lebih dari 4%.
CEO Jensen Huang menegaskan kembali bahwa Tiongkok tetap pasar penting, dengan potensi peluang mencapai USD 50 miliar, meski proyeksi saat ini tidak memasukkan penjualan H20 ke Tiongkok.
Reaksi Pasar
Meski proyeksi pendapatan Q3 sebesar USD 54 miliar (di atas konsensus USD 53,5 miliar), angka itu jauh di bawah ekspektasi optimistis USD 60 miliar. Saham NVIDIA anjlok lebih dari 5% di perdagangan after-hours sebelum menutup kerugian di bawah 2%,dengan kapitalisasi pasar hilang sekitar USD 130 miliar (Rp 9.300 triliun), meninggalkan valuasi USD 4,43 triliun.
Prospek Industri
- Global: Permintaan komputasi AI terus melonjak, dengan Blackwell dan NVLink dipandang sebagai inti infrastruktur generasi berikutnya.
- Tiongkok: Produsen chip domestik (Cambricon, Biren, MetaX, dll.) mempercepat produksi untuk mengisi kekosongan akibat larangan ekspor AS.
- Panduan ke Depan: NVIDIA memperkirakan pendapatan Q3 USD 52,9–55,1 miliar, margin kotor 73–74%, serta menyetujui tambahan USD 60 miliar untuk buyback saham.
Kesimpulan
NVIDIA tetap menjadi pemimpin tak tergoyahkan di sektor chip AI, namun perlambatan pusat data dan penurunan tajam di Tiongkok kini menjadi risiko terbesarnya. Kemampuan untuk mempertahankan dominasi global sekaligus menstabilkan pasar Tiongkok akan menentukan keberlanjutan kenaikan nilai pasarnya.
Jangan Tergiur Murah! Beberapa Makanan Paling “Kotor” di Pasar Tradisional Bisa Mengandung Formalin, Boraks, dan Pewarna Berbahaya
Pasar tradisional memang penuh warna dan aroma segar, tapi di balik tampilan menarik itu, ada bahaya...
Terobosan Baru Baterai Solid-State, Jarak Tempuh Mobil Listrik Berpeluang Tembus 1.000 km
Baterai solid-state kini menjadi pendorong penting bagi perkembangan generasi baru kendaraan energi ...
Visi Ambisius Elon Musk: Meluncurkan Satu Juta Ton Satelit AI Setiap Tahun
Seiring gelombang kecerdasan buatan (AI) dunia mulai menghadapi semakin banyak keterbatasan dari sis...
Pelatih Football AS Jadi Bahan Olok-olok: Enggan Bayar Kantong Belanja, Bawa Keranjang Supermarket Pulang—Padahal Gajinya Fantastis
Lane Kiffin, pelatih football Amerika yang sangat dikenal dan kini menangani tim LSU, mendadak viral...
Gelombang Kapital F&B Asia: Carlyle Akuisisi KFC Jepang dan Korea Saat Rantai Global Berganti Pemilik
Akhir 2025, grup private equity global Carlyle resmi mengakuisisi KFC Korea dengan nilai sekitar 200...
Sanya Pasca Penutupan Pabean Hainan: Harga Durian Impor Turun Setengah, Penjualan Toko Duty-Free Capai Miliar per Hari
Pada minggu pertama penutupan pabean penuh di Hainan, Bea Cukai Haikou melaporkan bahwa barang impor...
Cha Eun-woo dituding memanfaatkan “perusahaan cangkang” atas nama ibunya untuk menghindari pajak. Agensinya pun angkat bicara memberikan klarifikasi.
(Seoul, 23 Januari) Cha Eun-woo, anggota grup K-pop ASTRO, tengah menjadi perhatian publik terkait s...
Lakers Kesulitan Melawan Tim Top Meski Punya “Big Three”
Pada 23 Februari, Los Angeles Lakers kalah 89–111 di kandang dari Boston Celtics. Statistik musim in...
Tang Wei (46) Dikabarkan Hamil Anak Kedua — Gestur Ni Ni Diduga Bocorkan Kabar Bahagia
(Beijing, 23) Pelakon terkenal Tang Wei, 46 tahun, sekali lagi menjadi perhatian apabila penampilann...
Kejutan! Pelatih baru Chengdu Rongcheng masih menyimpan dua “senjata rahasia” yang belum dimainkan musim ini, berpeluang debut pada pekan keempat
Chengdu Rongcheng memulai musim Liga Super China dengan sangat baik, mencatat 2 kemenangan dan 1 has...