2026年9月10日

Utang Nasional AS Tembus $37 Triliun: Krisis Fiskal Memburuk, Kekhawatiran Global Meningkat

Total utang nasional Amerika Serikat kini mencapai $37,2 triliun, setara dengan 127% dari PDB nomina...

Total utang nasional Amerika Serikat kini mencapai $37,2 triliun, setara dengan 127% dari PDB nominal tahun 2024, dengan setiap warga Amerika menanggung beban utang sekitar $107.000. Angka rekor ini menegaskan semakin dalamnya krisis fiskal di Washington serta meningkatnya kekhawatiran global.

Plafon Utang Hanya Formalitas

Plafon utang AS awalnya dirancang sebagai pengaman, namun pada praktiknya hampir tidak berfungsi:

  • Tahun 2021, plafon dinaikkan menjadi $31,4 triliun.
  • Januari 2023, Kongres menangguhkan batas tersebut hingga Januari 2025.
  • 2 Januari 2025, plafon disesuaikan menjadi $36,1 triliun, tetapi hanya beberapa bulan kemudian utang sudah menembus $37 triliun.

Alih-alih membatasi, plafon terus dinaikkan untuk menghindari gagal bayar, menjadikannya alat tawar politik semata.

Demokrat Boros, Republik Pangkas Pajak: Dua Jalan, Hasil Sama

Ledakan utang mencerminkan strategi dua partai besar yang sama-sama berorientasi politik jangka pendek:

  • Pemerintahan Biden: meloloskan paket pemulihan COVID $1,9T, RUU belanja federal $1,7T, dan undang-undang alokasi dana $1,2T.
  • Pemerintahan Trump: sempat memperkenalkan langkah efisiensi seperti mendirikan “Departemen Efisiensi Pemerintahan” dan menutup USAID, namun “Big and Beautiful Act” pada Juli 2025 justru mencakup pemotongan pajak $4,5T serta menaikkan plafon utang sebesar $5T.

Baik melalui belanja besar maupun pemotongan pajak, tujuannya sama: mendorong ekonomi dan meraih suara, sementara utang dibiarkan terus membengkak.

Belanja Pemerintah di “Jalur Cepat”

Pengeluaran pemerintah tetap sangat tinggi:

  • Lebih dari $5T per tahun selama lebih dari satu dekade;
  • Sejak 2020, pengeluaran melampaui $7T dan tidak pernah turun di bawah $6T;
  • Tahun 2024, Departemen Kesehatan dan Layanan Publik saja menghabiskan hampir $2T;
  • Dana Jaminan Sosial stabil di kisaran $1–1,5T per tahun;
  • Bantuan luar negeri melonjak hingga $70 miliar per tahun sejak krisis Ukraina dan konflik Timur Tengah.

Di sisi lain, kebijakan suku bunga tinggi The Fed sejak 2022 membuat biaya pinjaman meningkat tajam. Hingga pertengahan 2025, pembayaran bunga saja sudah melebihi $1T, setara 17% dari total belanja federal.

“Bom Waktu” bagi Sistem Keuangan Dunia

Sejak 2013, utang AS melampaui 100% PDB, dan sejak 2020 berada di atas 120%. Dampaknya mendunia:

  • Tiga lembaga pemeringkat besar (S&P, Fitch, Moody’s) telah menurunkan peringkat kredit AS.
  • Beberapa negara pemegang utama seperti Tiongkok, Irlandia, dan Swiss mulai mengurangi kepemilikan obligasi AS.
  • Pola lama “gali lubang tutup lubang” kini menghadapi tekanan besar.

Dengan utang yang terus membengkak dan bunga yang semakin berat, obligasi AS—dulu dianggap aset paling aman—kini tampak seperti bom waktu raksasa yang menggantung di atas sistem keuangan global.

Kesimpulan

Dengan utang nasional AS melampaui $37 triliun, masalah ini bukan lagi sekadar persoalan Washington. Didukung belanja tak terkendali, pemotongan pajak, dan politik elektoral, spiral utang Amerika semakin cepat—dan dunia mungkin harus ikut menanggung risikonya.

接著讀

Tiga kabar penting dari Guangdong!

Alasan sebenarnya Xu Jie tidak masuk tim nasional akhirnya terungkap, Du Feng kemungkinan besar menolak kembali melatih Timnas Tiongkok, dan Guangdong Southern Tigers resmi berangkat menuju turnamen klub.

282 天前