Huawei vs Samsung, Apple Bersiap Masuk: Era “Software-Defined Hardware” di Ponsel Lipat Telah Tiba
Pasar ponsel lipat sedang memasuki titik balik baru. Baru-baru ini, Samsung merilis iklan Galaxy Z F...
Pasar ponsel lipat sedang memasuki titik balik baru. Baru-baru ini, Samsung merilis iklan Galaxy Z Fold7 yang menyindir iPhone karena tidak bisa berdiri tegak di atas meja, sambil memamerkan kemampuan multitasking perangkat lipatnya. Untuk saat ini Apple belum bisa membalas, namun semuanya diperkirakan akan berubah pada tahun 2026. Banyak laporan menyebutkan Apple akan meluncurkan iPhone lipat pertamanya, yang berpotensi mengguncang lanskap industri.
Pasar Pulih: Ponsel Lipat Kembali ke Jalur Pertumbuhan
Setelah mengalami ledakan awal lalu melambat, ponsel lipat kini kembali menunjukkan pertumbuhan. IDC memprediksi pengiriman global akan mencapai 19,83 juta unit pada 2025, naik 6,0% dari tahun sebelumnya, dan hampir 27,29 juta unit pada 2029, dengan CAGR lima tahun sebesar 7,8%.
Meskipun pertumbuhannya tidak secepat dulu, ponsel lipat tetap menjadi jalur tercepat bagi merek untuk masuk ke pasar premium dan meraih margin lebih tinggi dibanding pasar smartphone biasa yang stagnan.
China menjadi motor utama. Sejak 2023, negara ini telah menjadi pasar ponsel lipat terbesar di dunia. Pada paruh pertama 2025, pengiriman mencapai 4,98 juta unit, naik 12,6% YoY, menyumbang hampir separuh dari total global. IDC memperkirakan pangsa pasar China akan stabil di atas 40% dalam lima tahun ke depan.
Konsumen semakin menyukai lipat besar (large fold), dengan harga rata-rata di atas 7.000 RMB (≈Rp 21 juta). Pasar ponsel lipat bekas juga melonjak, transaksi penjualan kembali naik 73% dari Januari hingga Agustus 2025.
Huawei vs Samsung: Perebutan Pasar Triple-Fold
Saat ini, Huawei dan Samsung mendominasi pasar lipat global. Pada 2024, keduanya menguasai 58% pangsa pasar—Samsung 34% berkat pasar luar negeri, Huawei 24% terutama dari pasar domestik. Tanpa pembatasan di luar negeri, pangsa Huawei bisa lebih besar lagi.
Huawei tampil sebagai inovator dengan seri Mate X dan model lipat tiga (triple-fold). Pada paruh pertama 2025, pengiriman di China mencapai 3,74 juta unit, meraih 75% pangsa pasar. Huawei juga menjadi merek Tiongkok pertama yang menembus 10 juta unit pengiriman kumulatif.
Samsung pun tak mau kalah. Sambil Huawei bereksperimen dengan bentuk lipatan baru, Samsung fokus pada desain yang lebih tipis dan ringan. Rumor menyebut Samsung akan meluncurkan perangkat lipat tiga pertamanya tahun ini, sehingga bentrokan langsung dengan Huawei tak terelakkan.
Apple Masuk 2026: Titik Balik Utama
Apple, sebagai penentu tren industri, bersiap masuk pasar lipat pada 2026 dengan iPhone Fold. Peluncuran awal akan fokus di Amerika Utara, China, Jepang, dan Eropa Barat, sebelum meluas secara global pada 2027-2028.
Laporan menyebut iPhone lipat akan menggunakan lapisan sentuh in-cell untuk mengurangi lipatan layar, serta membawa modem C2 buatan Apple, teknologi eSIM, Touch ID, dan empat kamera. Meski harganya bisa di atas Rp 25 juta, loyalis Apple diprediksi tetap akan mendukung penjualan.
Dengan lebih dari 100 juta iPhone premium terjual setiap tahun, kehadiran Apple dapat menambah 10 juta+ unit lipat sekaligus mempercepat rantai pasokan. Namun, analis memperingatkan generasi pertama lebih fokus pada eksplorasi teknologi dan positioning merek ketimbang dominasi pasar massal.
Dari Hardware ke Software: Persaingan Sesungguhnya Dimulai
Meski sudah banyak peningkatan pada engsel, layar, dan ketipisan perangkat, ekosistem software masih tertinggal. Aplikasi belum optimal, pengalaman multitasking masih terfragmentasi, sehingga menjadi titik lemah utama.
Inilah peluang Apple. Diperkirakan Apple akan memperkenalkan iOS yang dioptimalkan untuk lipat pada WWDC 2026, menghadirkan pengalaman baru.
Ke depan, ketika inovasi hardware mulai melambat, software-defined hardware akan menjadi faktor penentu. Babak baru kompetisi ponsel lipat tidak hanya soal ketahanan engsel atau ketebalan perangkat, melainkan pada integrasi software dan nilai ekosistem.
Spesifikasi Lengkap DJI Osmo Nano Terungkap: Hadir dengan Sensor 1/1.3 Inci yang Tangguh
Media teknologi DroneXL pada 19 September melaporkan bahwa DJI Osmo Nano sempat muncul lebih awal di...
Kenapa Perusahaan Game Lebih Rela Dihujat, Asal Akunmu Tetap Bukan Milikmu?
Belakangan ini, NetEase Games kembali menuai gelombang besar keluhan dari para pemain. Penyebabnya? ...
Beli Kursi di Baris 19, Tapi Gerbong Hanya Sampai Baris 17? Pihak Kereta Wuhan Beri Penjelasan Resmi
IT Home melaporkan pada 9 November bahwa Unit Layanan Penumpang Kereta Wuhan telah mengeluarkan penj...
Tak heran cerita “Anak yang Berteriak Serigala” begitu klasik: Huang Yiming umumkan pacaran, tapi malah dituding cuma cari sensasi.
Huang Yiming kembali masuk daftar trending. Kali ini bukan karena Wang Sicong atau karena mengunggah...
Rekan Kerja Meninggal Mendadak, Hanya Disambut 1 Menit Hening—Arsitek 40 Tahun Lebih Memilih Terkena PHK daripada Terus Hidup Seperti Mesin, Meski Bergaji Tinggi
Rapat lintas negara pukul 03.00 dini hari, dongeng sebelum tidur yang “dimakan” email, sampai kalima...
Resmi! Wang Chuqin Absen Tiga Turnamen Berturut-turut, Tim Tenis Meja China Tak Masuk Berita Olahraga Terbaik 2025
Dewan Tenis Meja Dunia (WTT) telah mengumumkan daftar peserta untuk pembuka musim 2026, Doha Champio...
Pendapatan melonjak lebih dari 50%, Boeing berbalik untung pada kuartal terakhir tahun lalu.
(Washington, 28 Januari)Raksasa penerbangan dan pertahanan AS, Boeing, mencatat pembalikan kinerja y...
Salah Keluar di Tol, Malah Mundur dan Langsung Kena Potong 12 Poin—Penumpangnya Lebih Absurd: “Bisa Dipotong Sedikit dari SIM Saya?”
Fast Tech News melaporkan pada 1 Februari bahwa tindakan mundur di area keluar tol bukan hanya melan...
Final Australian Open yang Akan Tercatat dalam Sejarah: Djokovic 38 Tahun vs Alcaraz 22 Tahun—Siapa yang Akan Menciptakan Sejarah?
Pada pukul 16.30 waktu Beijing, 1 Februari 2026, sebuah pertandingan yang diyakini akan tercatat dal...
Pertarungan Kunci La Liga Malam Ini: Pelatih Barça Flick ke-100, Yamal Bidik “Double-Double”
Barcelona akan menjamu Villarreal di La Liga pekan ke-26, duel antara ...
Aktor Korea Berusia 44 Tahun Lee Sang-bo Dikabarkan Meninggal Dunia — Sebelumnya Dinyatakan Bersih dari Tuduhan Narkoba
(Seoul, 28 Maret) Aktor Korea Selatan Lee Sang-bo dikabarkan meninggal dunia pada usia 44 tahun. Ia ...
Dikenal lewat peran “Chan Yiu” di “Young and Dangerous” — Li Daoyu meninggal dunia pada usia 58 tahun akibat pendarahan otak
(Hong Kong, 5 April) Aktor Lee To-yu, yang dikenal lewat perannya sebagai “Chan Yiu” dalam seri film...