Raja Sepatu Legendaris Puma Siap Dilego
Kisah ini masih terus bergulir. Menurut laporan Bloomberg, raksasa merek olahraga legendaris Puma me...
Kisah ini masih terus bergulir.
Menurut laporan Bloomberg, raksasa merek olahraga legendaris Puma mengalami penurunan tajam nilai pasar dalam setahun terakhir. Kini, keluarga Pinault sebagai pemegang kendali mulai mendekati calon pembeli potensial. Singkatnya, sang legenda mungkin segera berganti tangan.
Dari Kota Kecil di Jerman ke Ikon Dunia
Kebangkitan Puma benar-benar layak disebut sebagai kisah legendaris. Berawal dari keluarga di sebuah kota kecil di Jerman, dua bersaudara dari keluarga Dassler memproduksi sepatu olahraga profesional. Akhirnya, mereka berpisah jalan — sang kakak, Rudolf Dassler, mendirikan Puma, sementara sang adik, Adolf Dassler, menciptakan Adidas.
Momen paling berkesan Puma datang dari kolaborasinya dengan bintang pop Rihanna. Sepatu Creeper yang ia rancang bersama Puma menjadi sensasi global, ludes terjual dalam sekejap, bahkan sempat mengungguli kepopuleran Yeezy milik Adidas. Pada puncaknya, Puma membukukan pendapatan tahunan €8,465 miliar (sekitar Rp 122 triliun).
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, melemahnya permintaan konsumen global membuat banyak perusahaan besar siap melepas asetnya — termasuk keluarga kaya pemilik Puma.
Rivalitas Dua Bersaudara yang Membentuk Sejarah
Lebih dari seabad lalu, Rudolf dan Adolf Dassler lahir di kota kecil Herzogenaurach, Jerman. Sejak muda, Adolf mencintai olahraga dan menyadari bahwa atlet kekurangan sepatu khusus sesuai cabang olahraga. Pada tahun 1924, mereka mendirikan Gebrüder Dassler Schuhfabrik (Geda).
Pada Olimpiade Musim Panas 1928 di Amsterdam, pelari jarak jauh Jerman Lina Radke memenangkan medali emas dengan sepatu buatan Geda, membuat merek ini semakin dikenal. Sayangnya, hubungan kakak-beradik itu retak dan akhirnya mereka berpisah.
Rudolf mengambil alih pabrik di Würzburger Street dan mendirikan Puma pada 1948, sementara Adolf mempertahankan pabrik dekat stasiun kereta yang kemudian menjadi Adidas. Rivalitas keduanya berlangsung selama puluhan tahun.
Pada era 1970–1980-an, Puma populer di kalangan budaya hip-hop dan grafiti, serta aktif bermitra dengan atlet papan atas. Menjelang akhir 1990-an, Puma hampir sejajar dengan Nike dan Adidas dalam penjualan.
Pada 2007, Kering Group — pemilik Gucci, Saint Laurent, Balenciaga, dan merek mewah lainnya — mengakuisisi Puma. Namun, kemunculan pesaing baru seperti Under Armour memaksa Puma mengubah fokus ke pasar athleisure, memadukan olahraga dengan mode, musik, dan budaya urban.
Kesepakatan besar pun hadir pada 2014 saat Rihanna menjadi Creative Director untuk lini wanita sekaligus duta merek. Creeper yang ia desain menjadi produk ikonik, bahkan beberapa modelnya kini bernilai jutaan rupiah di pasar sekunder.
Di bawah kepemimpinan CEO Björn Gulden, Puma merampingkan lini produk, menggencarkan kolaborasi selebritas, dan meningkatkan pemasaran olahraga profesional. Hasilnya, pendapatan mencapai rekor pada 2022, saham naik 400%, dan puncaknya terjadi pada 2021.
Kebangkitan Speedcat OG dan model unik Speedcat Ballet membawa angin segar, tetapi persaingan dari Lululemon dan Anta semakin ketat.
Mengapa Rumor Penjualan Muncul Sekarang?
Ini bukan kali pertama rumor penjualan Puma beredar. Pada 2014, Anta sempat disebut sebagai calon pembeli. Lalu pada 2018, Kering melepas sebagian besar sahamnya, dengan keluarga Pinault melalui Artémis mempertahankan 29% sebagai pemegang saham strategis jangka panjang.
Kini, Bloomberg melaporkan keluarga Pinault sedang mengevaluasi opsi strategis, termasuk penjualan. Daftar calon pembeli mencakup merek olahraga AS, dana kekayaan negara Timur Tengah, serta raksasa China seperti Anta dan Li-Ning.
Tantangan Puma belakangan ini cukup berat: pergantian CEO dua kali dalam tiga tahun, restrukturisasi, dan tekanan kinerja. Pada April lalu, mantan eksekutif Adidas Arthur Hoeld menggantikan Arne Freundt sebagai CEO. Puma juga mengumumkan rencana memangkas 500 karyawan global.
Laporan keuangan terbaru menunjukkan penurunan penjualan sebesar 2% (disesuaikan kurs) menjadi €1,942 miliar, rugi EBIT sebesar €13,2 juta, dan rugi bersih €247 juta.
Saat Merek Ikonik Dijual, Investor Mengincar
Potensi penjualan Puma terjadi di tengah tren banyaknya merek konsumen legendaris yang diakuisisi dengan valuasi “diskon”. Sebelum rumor ini, harga saham Puma sudah turun lebih dari 80% dari puncaknya di 2021, bahkan sempat menyentuh €17.
Bagi pembeli strategis, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan merek kelas dunia dengan harga miring.
Laporan Bain & Company memprediksi lonjakan aktivitas M&A global pada 2025, terutama karena perusahaan melepas aset non-inti untuk memperbaiki struktur keuangan. Dalam industri barang konsumsi, 60% eksekutif berencana menjual aset dalam tiga tahun ke depan.
Baru-baru ini, 3G Capital dari Brasil mengakuisisi Skechers senilai US$9,4 miliar. Kesepakatan lainnya mencakup Vera Wang, Versace, Haagen-Dazs, Starbucks China, dan banyak lagi.
Contoh sukses lain datang dari akuisisi Amer Sports oleh konsorsium yang dipimpin Anta pada 2019. Merek Arc’teryx yang sebelumnya niche kini menjadi simbol gaya hidup kelas menengah Tiongkok, menguntungkan sejak 2022, dan pada 2024 resmi melantai di Bursa New York.
Ada yang keluar, ada yang masuk. Dalam dunia bisnis, permainan ini tak pernah berakhir.
Eksodus Massal Miliarder Inggris: Lebih dari 17.000 Individu Berharta Tinggi Pindah, Membentuk Ulang Lanskap Kekayaan Global
Pada tahun 2025, Inggris menghadapi krisis keluar modal kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumny...
Yamal Tetap Bersinar di Lapangan Meski Diterpa Kontroversi di Luar Lapangan
Di usianya yang baru 18 tahun, bintang muda Spanyol Lamine Yamal kini menjadi sorotan publik karena ...
C. Ronaldo di Ambang Akhiri Puasa Gelar di Arab Saudi
Sejak Januari 2023, Cristiano Ronaldo meninggalkan Eropa dan bergabung dengan Al Nassr dengan gaji f...
Lakers Menang 126-116 atas Warriors: Tiga Kabar Baik, Satu Catatan — Reaves Pemimpin Baru, Ayton Dominan, Knecht Menjanjikan
Lakers tampil solid dalam laga pramusim dengan mengalahkan Warriors 126-116. Austin Reaves menunjukkan kualitas sebagai pengatur permainan utama, Deandre Ayton tampil dominan di kedua ujung lapangan, dan rookie Dalton Knecht mulai menunjukkan nilai rotasi. Namun, performa buruk Jake LaRavia menjadi satu-satunya catatan negatif.
Lebih dari 20 Orang Laporkan Dalian Kun Cheng Menunggak Gaji: Pemain Asing Dibayar, Pemain Lokal Tertunda
Masalah tunggakan gaji di klub China League One, Dalian Kun Cheng, semakin memanas. Menurut laporan ...
Sorotan Media Asing Terasa Apa Adanya: Penampilan Terbaru Jia Ling Picu Perbincangan soal Perubahan Wajah
Di Milan Fashion Week tahun ini, sejumlah selebritas Tiongkok tampil di panggung internasional. Pena...
Lenovo tidak percaya ada “gelembung” AI PC.
Gelembung AI PC yang panas sepanjang tahun lalu terlihat mulai mendingin di CES 2026. Dell menjadi c...
Didagnosis leukemia dan telah menyelesaikan empat tahap pengobatan, foto terbaru Shen Yulin kini terungkap.
(Taipei, 30)Selebritas Taiwan Shen Yu-lin dikabarkan jatuh sakit pada Juli tahun lalu dan segera dib...
Fala Chen kepergok makan di restoran Malaysia di AS; tampil tanpa riasan bikin warganet terpukau: “Nggak percaya usianya 40+”
(Los Angeles, 1 Feb) — Aktris Fala Chen (43) memulai kariernya setelah meraih posisi runner-up dalam...
Kehabisan Napas dan Tak Berdaya! Lin Shidong Kalah 2-4 dari Lebrun, Lebih dari Setahun Tanpa Gelar – Pakar Menilai: Kekalahan Total
Di perempat final tunggal putra WTT Singapore Grand Slam, bintang muda Prancis Fél...
Apakah Gennaro Gattuso masih aman dari pemecatan? Laporan menyebut ia kemungkinan akan tetap memimpin Italy national football team setidaknya hingga dua laga uji coba musim panas ini, sementara masa depannya masih belum pasti.
Setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, federasi sepak bola Italia F...
Wu Jing Tiba di Malaysia, Ingin Cicipi Ikan Empurau dan Berharap Dapat Mencabar Aksi Ikonik Jackie Chan dalam Police Story 3
Bintang laga Tiongkok Wu Jing kembali ke Malaysia selepas beberapa tahun untuk menghadiri Festival F...