2026年9月10日

Lebih dari 20 Orang Laporkan Dalian Kun Cheng Menunggak Gaji: Pemain Asing Dibayar, Pemain Lokal Tertunda

Masalah tunggakan gaji di klub China League One, Dalian Kun Cheng, semakin memanas. Menurut laporan ...

Masalah tunggakan gaji di klub China League One, Dalian Kun Cheng, semakin memanas. Menurut laporan terbaru dari Football News, lebih dari 20 pemain, pelatih, dan staf melaporkan klub ini ke Asosiasi Sepak Bola China (CFA), menyoroti keterlambatan pembayaran gaji yang serius.

Dalian Kun Cheng sebelumnya berhasil masuk daftar izin liga musim 2026 yang diumumkan CFA. Namun, dalam dua hari terakhir, semakin banyak orang dalam klub yang angkat suara: pertama pemain melalui media sosial mengenai gaji dan bonus yang belum dibayarkan, kemudian beberapa pelatih dan staf ikut melapor. Hingga hari ini, jumlah pelapor sudah melebihi 20 orang. Beberapa pemain mengungkapkan bahwa untuk enam pertandingan terakhir musim 2024 China League Two, klub menjanjikan total bonus 3,3 juta RMB, namun hanya membayar 1,2 juta, sehingga 2,1 juta RMB masih tertunda. Selain itu, bonus promosi sebesar 1 juta RMB juga belum dicairkan.

Para pemain mencurigai klub memalsukan tanda tangan pada formulir konfirmasi gaji untuk menipu CFA. Meskipun laporan bank diajukan sebagai bukti pembayaran, belum jelas apakah uang tersebut benar-benar diterima pemain. Pemain lokal juga menyatakan adanya perlakuan tidak adil: “Gaji pemain asing selalu dibayar tepat waktu, sementara gaji pemain China tertunda sejak paruh kedua tahun, bahkan dibayarkan secara bertahap.”

Diketahui bahwa Dalian Kun Cheng menerima dukungan sebesar 17 juta RMB dalam setahun dari pemerintah dan biro olahraga, termasuk 10 juta RMB untuk operasional musim China League One. Setelah menerima laporan, CFA telah menghubungi klub untuk menyerahkan dokumen tambahan, namun belum ada komunikasi langsung dengan para pelapor. Para penggemar khawatir Dalian Kun Cheng bisa mengalami nasib serupa dengan Guangzhou FC yang bubar tahun lalu.

接著讀

ByteDance Luncurkan GR-3: “Otak” Robot Serbaguna yang Belajar Tugas Baru dengan Data Minimal dan Ahli Manipulasi Benda Fleksibel

Pada 22 Juli, tim Seed ByteDance memperkenalkan GR-3, model Vision-Language-Action (VLA) generasi baru. Berbeda dari sistem sebelumnya yang butuh dataset trajektori robot masif, GR-3 dapat di-fine-tune secara efisien ke tugas baru atau objek tak dikenal hanya dengan sedikit demonstrasi manusia. Ia memahami perintah abstrak dalam bahasa alami dan mahir memanipulasi objek lunak.

415 天前