2026年9月10日

Zheng Qinwen Kehilangan 430 Poin, Turun ke Peringkat 9 Dunia — Hadapi Tugas Berat Mempertahankan 2.340 Poin dan Hampir Pasti Absen di Final Akhir Tahun

Kejuaraan Wimbledon 2025 resmi berakhir hari ini, sekaligus menandai rilis terbaru peringkat dunia W...

Kejuaraan Wimbledon 2025 resmi berakhir hari ini, sekaligus menandai rilis terbaru peringkat dunia WTA. Bagi bintang tenis Tiongkok, Zheng Qinwen, pembaruan ini membawa kabar kurang menggembirakan. Absen di ajang US Open membuatnya kehilangan 430 poin, sehingga peringkatnya turun ke posisi 9 dunia — rekor terendahnya tahun ini.

Usai Wimbledon, Zheng menjalani operasi siku dan harus rehat dari kompetisi. Pada US Open tahun lalu, ia berhasil mengumpulkan 430 poin, namun tahun ini poin tersebut harus dikurangi, menyisakan total 4.003 poin. Saat ini, ia hanya tertinggal 3 poin dari peringkat 8 Jasmine Paolini dan berjarak 380 poin dari peringkat 7 Jessica Pegula. Angka ini bahkan hanya sepertiga dari total poin pemuncak dunia, Aryna Sabalenka, yang mengoleksi 11.225 poin.

Beban Zheng di sisa musim semakin berat. Penampilan gemilangnya di tur Asia tahun lalu dan di Final WTA membuatnya kini harus mempertahankan total 2.340 poin sebelum akhir tahun. Rinciannya mencakup semifinal di China Open (390 poin), runner-up di Wuhan Open (650 poin), gelar juara di Tokyo (500 poin), serta runner-up di Final WTA (800 poin). Sayangnya, 800 poin dari Final WTA nyaris pasti hilang, karena di klasemen “Race to WTA Finals” tahun ini ia hanya berada di posisi ke-21, yang berarti hampir mustahil lolos.

Meski begitu, Zheng sudah kembali berlatih. Pada 3 September, ia hadir di parade militer di Beijing, dan media dalam negeri memprediksi ia akan comeback di Billie Jean King Cup mulai 16 September. Setelah itu, ia dijadwalkan turun di China Open (24 September), Wuhan Open, Ningbo Open, dan pada November kemungkinan akan memperkuat tim Wuhan di ajang National Games.

Jika skenario terburuk terjadi, di mana semua 2.340 poin yang harus ia pertahankan hilang, peringkat Zheng di akhir tahun bisa anjlok ke posisi 30 dunia — penurunan yang tajam dan menjadi tantangan besar dalam perjalanan comeback-nya.

接著讀