2026年9月10日

China vs Australia Berakhir Imbang, Heboh Besar! India Jadi Korban Terbesar, Desak AFC Lakukan Investigasi

Di laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U23, Timnas U23 China yang bermain di kandang tampil solid d...

Di laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U23, Timnas U23 China yang bermain di kandang tampil solid dengan pertahanan rapat dan strategi yang terencana, sukses menahan imbang Australia 0-0. Hasil ini membuat kedua tim sama-sama meraih satu poin dan melaju ke putaran final Piala Asia U23 — sementara India harus menelan pil pahit sebagai pihak yang paling dirugikan.

China dan Australia memastikan tiket lolos berkat keunggulan selisih gol, sedangkan India harus tersingkir meski finis sebagai runner-up grup. Seusai pertandingan, sejumlah blogger India di media sosial menuding kedua tim sengaja bermain aman untuk hasil imbang. Mereka bahkan mengunggah rekaman momen pemain Australia di menit-menit akhir yang sibuk mengoper dan juggling bola untuk menghabiskan waktu — tindakan yang mereka klaim jelas melanggar semangat fair play. Mereka pun mendesak AFC melakukan investigasi penuh, memicu perdebatan panas.

Format kualifikasi kali ini membagi tim menjadi 11 grup (di luar tuan rumah). Juara grup otomatis lolos, ditambah empat runner-up terbaik. Baik China maupun Australia sama-sama mencatat dua kemenangan di laga sebelumnya, sehingga siapa pun yang menang di laga terakhir akan keluar sebagai juara grup. Namun, hasil imbang juga cukup bagi keduanya untuk melaju berkat selisih gol yang lebih unggul. Bagi China, misinya sederhana: jangan kalah. Dan mereka sukses menjalankannya dengan disiplin dan fokus.

Meski begitu, menit-menit akhir pertandingan menjadi sorotan tajam. Bek Australia memamerkan skill juggling tanpa tekanan, sementara penyerang China tidak melakukan pressing. Bagi banyak pengamat, terutama dari India, ini terlihat seperti “laga setengah hati” yang sudah disepakati kedua tim. Beberapa fans India menilai Australia seharusnya bisa menambah gol jika bermain menyerang, tapi justru memilih strategi aman yang dinilai “mengantar” China lolos.

Di sisi lain, fans China menilai hasil imbang ini adalah keputusan taktis yang sah. Bagi Australia, menyerang habis-habisan berisiko kebobolan dan mengancam peluang lolos. Bagi China, menghadapi lawan yang lebih kuat, menjaga gawang tetap steril adalah prioritas. Strategi aman seperti ini bukan hal baru di sepak bola kompetitif.

Hingga kini AFC belum memberikan tanggapan resmi. Sejarah menunjukkan, kasus-kasus seperti ini sering berakhir tanpa sanksi karena minim bukti kuat. Secara hitungan, keluhan India pun sulit dibenarkan: meski China kalah tipis, selisih gol mereka tetap lebih unggul dari India. India, yang berada di peringkat kelima di antara runner-up grup, hanya mengumpulkan 6 poin dengan selisih gol +7 — masih kalah dari China.

Faktor lain yang memanaskan situasi adalah reputasi Federasi Sepak Bola India (AIFF) yang sebelumnya sempat diterpa skandal korupsi, membuat emosi suporter kian memuncak. Namun pada akhirnya, kebenaran di dunia olahraga tetap sama — kemenangan ditentukan di lapangan. Jika India ingin tampil di Piala Asia, mereka harus memastikan kemenangan lebih banyak dan selisih gol yang lebih besar, bukan sekadar berharap pada hitung-hitungan poin.

接著讀