2026年9月10日

Dari “Moutai Digital” ke “PC Saku”: Seperti Apa Pengalaman Menggunakan Ponsel Tiga Lipat Huawei yang Turun Harga 2.000 Yuan?

Dari “Moutai Digital” ke “PC Saku”: Evolusi Huawei Mate XTs Tiga LipatSetelah satu tahun berlalu, du...

Dari “Moutai Digital” ke “PC Saku”: Evolusi Huawei Mate XTs Tiga Lipat

Setelah satu tahun berlalu, dunia kembali menyaksikan kehadiran ponsel tiga lipat generasi kedua yang diproduksi massal—dan sekali lagi, Huawei lah yang menghadirkannya.

Generasi pertama, Mate XT Extraordinary Master, benar-benar membawa warna baru ke lini layar lipat Huawei. Mengusung gelar “yang pertama di dunia”, perangkat ini sempat menjadi fenomena sosial: dijuluki “Moutai Digital” hingga “Cyber Memorial.” Saat kami menguji perangkat ini tahun lalu selama lebih dari dua minggu, kesimpulannya jelas—untuk sebuah produk generasi pertama, tingkat kematangannya sangat mengejutkan.

Namun, ada kekurangan yang terasa: Mate XT belum memiliki aplikasi “pembunuh” yang benar-benar membedakan pengalaman tiga lipat dengan lipat ganda. Layarnya memang mengagumkan, tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan saat digunakan sehari-hari.

Mate XTs Hadir dengan Harga Lebih Terjangkau

Memasuki tahun 2025, Huawei diam-diam meluncurkan Mate XTs Extraordinary Master. Harganya 2.000 yuan lebih murah dibanding pendahulunya, hadir dengan HarmonyOS 5.1, dan menawarkan dua pilihan warna baru. Jelas terlihat bahwa Huawei kini sedang melakukan penyesuaian: mengatur ulang posisi tiga lipat dan mencoba menurunkan ambang harga masuk bagi pengguna.

Prediksi kami sebelumnya pun terbukti—aura eksklusivitas tiga lipat mulai memudar. Tidak ada lagi harga “tambahan” fantastis. Mate XTs kini hadir lebih rasional, lebih membumi, dan tampil sebagai produk high-end yang semakin bisa dijangkau.

Di toko resmi Huawei, perbedaannya mencolok. Jika generasi pertama sering dikunci di etalase kaca, kini Mate XTs bisa dicoba langsung—bahkan tersedia lebih dari dua unit demo di gerai besar. Huawei jelas ingin tiga lipat terasa lebih “ramah pengguna.”

Penyempurnaan Detail: Dari Engsel hingga Layar

Kenapa disebut Mate XTs, bukan Mate XT2? Alasannya cukup jelas: secara desain nyaris identik, kecuali tambahan warna putih dan ungu. Secara teknis, ini lebih tepat disebut sebagai penyempurnaan setengah generasi.

Beberapa hal yang kini lebih baik:

  • Rasa engsel jauh lebih konsisten, dengan buka-tutup yang halus dan premium.
  • Layar lebih rata, berkat engsel tertanam dan kaca UTG terbesar di industri, lipatan hampir tak terlihat.
  • Dukungan M-Pen3, membuat menulis dan menggambar lebih alami di layar datar. Meski begitu, belum ada slot khusus untuk menyimpan pena.
  • Detail ketahanan ditingkatkan, misalnya pada port pengisian daya yang kini diberi lapisan pelindung agar lebih awet.

Performa, Pengisian, dan Gaming

Jika sebelumnya pengisian daya cukup lambat, kini hasilnya mengejutkan: dengan charger bawaan 66W, Mate XTs bisa terisi penuh hanya dalam 49 menit—hampir 30 menit lebih cepat dari generasi pertama.

Di balik kap mesin, Mate XTs ditenagai Kirin 9020. Saat diuji memainkan Genshin Impact versi HarmonyOS dengan grafis maksimal, ponsel ini mampu menjaga frame rate tinggi dengan kontrol panas yang baik. Ditambah layar besar yang terbuka penuh, pengalaman bermain terasa memuaskan.

Kamera yang Lebih Andal

Huawei juga meningkatkan sistem kameranya:

  • Kamera utama dan ultra wide kini menggunakan sensor RYYB dengan peningkatan cahaya 40%.
  • Lensa Red Maple hadir untuk menjaga akurasi warna.
  • Hasil foto malam jauh lebih tajam, dengan HDR dan fokus presisi yang meningkat.

Dalam praktiknya, Mate XTs mampu menangani cahaya rumit, seperti suasana malam di pusat perbelanjaan, dengan warna yang tetap natural. Objek bergerak seperti hewan pun dapat difokuskan dengan detail luar biasa.

Dari Gawai Eksklusif ke “PC Saku”

Yang paling menarik bukan hanya perangkat keras, melainkan posisi perangkat ini dalam ekosistem.

Dengan HarmonyOS 5.1, Mate XTs benar-benar bertransformasi menjadi “Pocket PC”:

  • Multi-window bebas aktif saat layar dibuka penuh, aplikasi tampil seperti jendela desktop.
  • Aplikasi kelas PC dapat berjalan dengan tampilan dan fungsi yang dioptimalkan.
  • Tiga aplikasi sekaligus bisa berjalan berdampingan, sangat ideal untuk perbandingan harga, perencanaan perjalanan, atau pekerjaan multitasking.

Inilah “killer app” yang sebelumnya hilang: produktivitas desktop langsung di genggaman.

Dari Simbol Status ke Alat Sehari-hari

Generasi pertama Mate XT adalah simbol eksklusif—langka, mahal, bahkan dipamerkan dengan sarung tangan. Kini, Mate XTs hadir lebih membumi. Tidak lagi sekadar “Moutai Digital,” melainkan perangkat premium yang praktis.

Huawei pun mengubah narasi: dari “coba karena baru” menjadi “pakai karena berguna.” Hingga pesaing lain mampu menghadirkan ponsel tiga lipat sejenis, Mate XTs tetap memimpin dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak.

接著讀