2026年9月10日

Bagaimana Dembele Akhirnya Jadi yang Terbaik di Dunia

-

“Kalau digunakan dengan benar, dia bisa jadi pemain terbaik di dunia.”

Itulah prediksi berani Xavi pada tahun 2021 tentang Ousmane Dembélé—sebuah ucapan yang saat itu dianggap berlebihan. Karier winger asal Prancis ini lebih sering dipandang sebagai kisah peringatan daripada calon pemenang Ballon d’Or. Sejak dibeli Barcelona dari Borussia Dortmund dengan harga £135,5 juta pada 2017, Dembélé berkutat dengan cedera, inkonsistensi, dan kritik soal sikap profesionalnya.

Namun kini, ramalan itu akhirnya terwujud. Di usia 28 tahun, Dembélé resmi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or di Paris. Ia meneteskan air mata saat berterima kasih kepada keluarganya—sebuah momen yang mencerminkan perjalanan panjang dan penuh gejolak dalam kariernya.

Musim Ajaib

Musim 2024–25 Dembélé bersama Paris Saint-Germain benar-benar luar biasa. Ia memimpin klub meraih treble bersejarah—Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions—serta menembus final Piala Dunia Antarklub.

Statistiknya mencengangkan: 35 gol dan 14 assist, menjadikannya penyerang paling produktif di Eropa sejak pergantian tahun. Ia bahkan mengungguli Mohamed Salah dengan kontribusi gol terbanyak di liga top Eropa, Kylian Mbappé dengan jumlah gol lebih tinggi, serta talenta muda Barcelona Lamine Yamal dan Raphinha.

Bersinar Setelah Mbappé Pergi

Ironisnya, kepergian Mbappé ke Real Madrid justru menjadi pemicu kebangkitan Dembélé. Saat direkrut PSG pada Agustus 2023 dengan harga hanya £43,5 juta, ia awalnya hanya berperan sebagai pendukung, mencetak 6 gol dan 14 assist, sementara Mbappé mencetak 44 gol dan menjadi bintang utama.

Namun ketika Mbappé hengkang, PSG butuh pemimpin baru. Dan Dembélé menjawab panggilan itu.

Pelatih Luis Enrique menantangnya untuk lebih egois, lebih berani ambil risiko, dan lebih fokus mencetak gol. Pesannya jelas: “Ballon d’Or, Ballon d’Or, Ballon d’Or.” Hasilnya, Dembélé menjalani musim terbaik sepanjang kariernya, menggandakan kontribusi gol sebelumnya dan tampil brilian di peran “false nine”—lebih bebas bergerak, lebih sering menyentuh bola, dan lebih tajam dalam penyelesaian akhir.

Dari Cedera ke Kedewasaan

Namun, bukan hanya kepergian Mbappé yang mengubah segalanya. Transformasi Dembélé sebenarnya sudah dimulai lebih dulu. Di Barcelona, ia mengalami 14 cedera otot, absen hingga 784 hari, serta berulang kali didenda karena masalah disiplin—dari kebiasaan main game hingga larut malam sampai telat latihan, hingga klub harus menyewa koki pribadi baginya.

Meski begitu, bakat luar biasa—kecepatan, dribbling, dan kemampuan membongkar pertahanan—selalu memberi harapan.

Titik balik sejati datang di luar lapangan. Pada Desember 2021, ia menikah dengan Rima di Maroko dan segera dikaruniai seorang anak. Menurut orang dekatnya, ia langsung menjadi pribadi yang lebih dewasa. Sejak itu, ia bekerja dengan fisioterapis pribadi, rutin ke Prancis untuk perawatan pencegahan, serta menggunakan ahli gizi untuk mengatur pola makan.

Peran sebagai ayah memberinya perspektif baru, profesionalisme memberinya konsistensi, dan PSG memberinya panggung besar.

Raja Baru di Paris

Selama bertahun-tahun, banyak yang percaya trofi Liga Champions PSG akan ditentukan oleh seorang bintang Prancis. Keyakinan itu benar—hanya saja bukan Mbappé, melainkan Ousmane Dembélé yang telah bangkit dan kini dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia.

接著讀

Persija Jakarta Ganti Pelatih, Carlos Pena Diberhentikan

Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena memimpin anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan dalam pertandingan pekan keenam Liga 1 2024-2025 antara Persib vs Persija, Senin (23/9/2024) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

497 天前