2026年9月10日

Starbucks China Punya Rekan Baru: Siapa Sebenarnya Boyu Capital?

Setelah setahun penuh spekulasi, akhirnya resmi diumumkan!Pada 4 November 2025, Starbucks mengumumka...

Setelah setahun penuh spekulasi, akhirnya resmi diumumkan!
Pada 4 November 2025Starbucks mengumumkan kemitraan strategis dengan Boyu Capital untuk membentuk perusahaan patungan dalam mengelola bisnis ritel di Tiongkok.

Hingga akhir tahun fiskal 2025, Starbucks China memiliki 8.011 gerai, dengan target ambisius mencapai 20.000 toko.
Sementara pesaing terkuatnya, Luckin Coffee, sudah melampaui 27.000 gerai dan diprediksi tembus 30.000 sebelum akhir tahun. Pasar kopi Tiongkok jelas masih sangat luas.

Menurut perjanjian, Boyu akan memiliki hingga 60% saham, sedangkan Starbucks mempertahankan 40% dan tetap menjadi pemilik merek serta pemberi lisensi.
Nilai kesepakatan diperkirakan sekitar 4 miliar dolar AS, dengan total valuasi bisnis Starbucks China mencapai 13 miliar dolar AS.


💼 Siapa Boyu Capital?

Didirikan pada 2011Boyu Capital merupakan perusahaan pengelola aset alternatif yang didirikan oleh Zhang Zixin (mantan GM Ping An Group) dan Mary Ma (mantan eksekutif TPG China).
Mereka mengelola lebih dari 10 miliar dolar AS dengan kantor di Hong Kong, Beijing, Shanghai, dan Singapura, serta lebih dari 200 portofolio investasi.

Investasi terbaru Boyu antara lain:

  • Mengakuisisi 42–45% saham Beijing SKP, pusat perbelanjaan mewah teratas di dunia.
  • Menanamkan modal di J&T Express, NetEase Cloud Music, Perfect Diary, Lalamove, Mixue Ice Cream, dan banyak lagi.

Boyu dikenal dengan gaya “ekspansi berani, langkah senyap.


☕ Mengapa Starbucks Butuh Rekan Lokal?

CEO Starbucks Brian Niccol menegaskan:

“Untuk memulihkan pertumbuhan di Tiongkok, kami perlu strategi baru dan mitra lokal yang kuat.”

Dalam industri makanan global, model kemitraan lokal atau waralaba sudah menjadi strategi sukses, seperti KFC dan McDonald’s di Tiongkok.
Langkah ini memungkinkan Starbucks bergerak lebih cepat di kota-kota menengah dan pasar baru.


🚀 Target Baru: 20.000 Gerai di Tiongkok

Niccol menyebutkan valuasi bisnis Starbucks China lebih dari 10 miliar dolar AS, termasuk nilai saham dan royalti masa depan.
Kemitraan dengan Boyu Capital menandai babak baru perjalanan Starbucks di Tiongkok —
menggabungkan kekuatan global dan pemahaman lokal untuk terus memperluas aroma kopi di pasar konsumen paling dinamis di dunia. ☕🇨🇳

接著讀