2026年9月10日

Resmi: Beijing Ducks Umumkan Zhu Yanxi Pensiun, Kini Jadi Asisten Pelatih Tim Junior — Tiga Kali Juara CBA & Tetap Sang Raja Tiga Poin!

Beijing Ducks resmi mengumumkan bahwa Zhu Yanxi, pemain veteran berusia 35 tahun, memutuskan pensiun...

Beijing Ducks resmi mengumumkan bahwa Zhu Yanxi, pemain veteran berusia 35 tahun, memutuskan pensiun dari karier profesionalnya dan kini beralih menjadi asisten pelatih tim junior Beijing Shougang. Sosok legendaris ini tetap tercatat sebagai raja tripoin sepanjang sejarah klub dan pernah membantu tim meraih tiga gelar juara CBA. Dari remaja berusia 15 tahun hingga 35 tahun, Zhu telah mendedikasikan dua dekade hidupnya untuk Beijing, tampil dalam 14 musim CBA dengan 454 laga reguler dan 67 laga playoff. Ia mengukir total 4338 poin, 1732 rebound, 478 assist, 148 blok, dan torehan yang paling membanggakan: 968 tripoin yang membuat para penggemar bergemuruh. Sejak awal kariernya yang unik di NBL bersama Jiangsu Tongxi, Zhu membuktikan diri sebagai bintang, memenangkan gelar juara dan Rookie of the Year sebelum debut di CBA pada 2011. Musim perdananya luar biasa, mencetak 23 poin dan 11 rebound di laga debut, meraih gelar Rookie of the Year, juara kontes tripoin, sekaligus membawa Beijing meraih gelar CBA pertama. Dalam tahun-tahun berikutnya, ia menjadi pilar utama, termasuk momen ikonik di semifinal 2015 melawan Guangdong ketika ia menembakkan tripoin buzzer-beater di perpanjangan waktu untuk memastikan tiket final dan gelar ketiga. Meski cedera pergelangan kaki, lutut, hingga ligamen sering menghantui, Zhu membuktikan ketangguhannya dengan tetap tampil sebagai penembak jitu. Delapan kali dalam kariernya ia mencatat akurasi tripoin di atas 40%, termasuk 49,2% pada musim 2017-18, dengan reputasi sebagai “penguasa tripoin sudut lapangan.” Tak terhitung momen krusial yang ia hadirkan, seperti tripoin penentu kemenangan melawan North Control pada 2019 setelah tertinggal 21 poin. Bahkan pada 2024, di tengah krisis cedera tim, Zhu kembali tampil sebagai pahlawan dengan 20 poin melawan Fujian, membuktikan arti kepemimpinan sejati. Kini Zhu menggantung sepatu dan mengambil peran baru sebagai mentor, siap membentuk generasi penerus Beijing Basketball melalui program pembinaan. Meski meninggalkan lapangan, kisahnya terus hidup dalam rekor, gelar juara, serta semangat pantang menyerah dan loyalitas yang diwariskannya kepada tim dan para pendukung. Bagi Beijing, Zhu Yanxi akan selalu dikenang sebagai penembak tenang berhati besar, pelindung garis tripoin, dan legenda yang kisahnya belum berakhir.

接著讀