2026年9月10日

Ash Lui Rilis Versi Korea dan Kanton “GAMER” untuk Menembus Pasar Korea

(Kuala Lumpur, 22)Ash (Loo Shin Yau), artis Malaysia yang dikenal setelah menembus Top 10 dalam prog...

(Kuala Lumpur, 22)
Ash (Loo Shin Yau), artis Malaysia yang dikenal setelah menembus Top 10 dalam program King Maker V, resmi merilis single K-pop berbahasa Korea penuh pertama di Malaysia berjudul GAMER, sekaligus merilis versi Kanton. Ash mengaku sejak lama terinspirasi oleh budaya bernyanyi dan menari Korea, dan berharap lagu ini tidak hanya mengembangkan budaya tersebut di Malaysia, tetapi juga menjadi langkah besar menuju industri hiburan Korea.

Single terbaru GAMER kini sudah tersedia di semua platform, menjadikannya penyanyi Malaysia pertama yang merilis lagu K-pop full Korea dan versi Kanton secara bersamaan. Selama beberapa tahun terakhir Ash banyak berkarya di Hong Kong, dan kali ini ia kembali ke Malaysia untuk mempromosikan single tersebut. Ia menjelaskan bahwa GAMER mengangkat konsep bahwa “hidup ini seperti permainan, setiap orang adalah pemain yang harus mengendalikan nasibnya sendiri,” selaras dengan semangat tokoh Nezha—“Nasibku ditentukan oleh diriku sendiri.”

Ash menambahkan bahwa lirik versi Korea bernuansa motivasional, sementara versi Kanton lebih ekspresif dan kuat: “Agak bernada sinis dan memberontak, tapi setelah meluapkan semua itu, kita harus tetap bangkit dan melangkah maju.” Kedua versi membawa pesan positif.

Saat ditanya apakah peluncuran versi Korea ini menandai langkah menuju pasar Korea, ia mengakui: “Memang benar, ini adalah persiapan. Kami sedang berbicara dengan tim Korea dan berharap bisa tampil di program musik Korea. Karena ini adalah single Korea penuh pertama dari Malaysia, saya juga berharap bisa memperkenalkan bakat bernyanyi dan menari artis Malaysia ke pasar luar negeri.”

Dalam konferensi pers, Ash juga menayangkan MV GAMER untuk pertama kalinya. Lagu ini dikerjakan oleh tim dari Malaysia, Hong Kong, dan Korea, dengan perhatian khusus pada gaya musik, tata busana, dan visual. Mengenai kemungkinan versi Mandarin, Ash tertawa dan berkata, “Akan saya pikirkan!” Ia menambahkan bahwa ia pernah merilis lagu Mandarin sebelumnya dan berharap bisa berkarya dalam lebih banyak bahasa.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh banyak artis lokal seperti Weng Yoke Hee, Liu Jie Hui, Kung Jun Fui, dan Isaac Woo. Sementara itu, artis luar negeri seperti Philip Keung, Hubert Wu, Hubert Ho, Terence Lam, Rachel Leung, dan Cheung Chi-Ho mengirimkan pesan video untuk memberikan dukungan.

Ash mengungkapkan bahwa ia akan terbang ke Hong Kong minggu depan untuk memulai rangkaian promosi, berharap GAMER bisa terus mendapatkan perhatian di kancah internasional.

接著讀

Dari Raja Es Krim Menjadi Kenangan: Mengapa Generasi Muda Tak Lagi Memilih Häagen-Dazs

Dulu dianggap sebagai lambang kemewahan rasa dan gaya hidup premium, kini Häagen-Dazs mulai ditinggalkan generasi muda. Saat konsumen semakin rasional dan mengejar nilai guna, bahkan “raja es krim” ini pun tak luput dari tekanan pasar. Penurunan penjualan dan penutupan gerai hanyalah puncak gunung es dari krisis relevansi yang dihadapi Häagen-Dazs—dan mungkin juga peringatan bagi seluruh industri es krim premium.

423 天前