Amazon Gelontorkan A$20 Miliar untuk Bangun Pusat Data AI dan Energi Hijau di Australia — Babak Baru dalam Persaingan Infrastruktur Global
Di tengah gelombang inovasi AI global, Amazon mengambil langkah strategis terbesarnya sejauh ini. Perusahaan teknologi ini baru saja mengumumkan investasi senilai A$20 miliar (sekitar Rp200 triliun) selama periode 2025 hingga 2029 untuk memperluas infrastruktur pusat data di Australia. Ini merupakan investasi teknologi publik terbesar dalam sejarah Australia, menandai percepatan strategi Amazon di kawasan selatan dalam lanskap AI dunia.
Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas server, meningkatkan fasilitas operasional, dan secara signifikan memperkuat kekuatan komputasi AI — selaras dengan strategi nasional pemerintah Australia untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis AI. CEO AWS, Matt Garman, menekankan: “AI adalah transformasi besar yang terjadi sekali dalam beberapa dekade. Amazon ingin memberdayakan seluruh pelaku usaha di Australia untuk berinovasi dalam skala besar.”
Yang menarik, Amazon juga mengumumkan program energi bersih sebagai bagian dari ekspansi ini, dengan membangun tiga pembangkit listrik tenaga surya baru di negara bagian Victoria dan Queensland. Proyek ini diperkirakan akan menambah lebih dari 170 megawatt kapasitas listrik ramah lingkungan, memastikan pasokan energi berkelanjutan untuk pusat data Amazon sekaligus memperkuat komitmen hijau perusahaan.
Langkah ini bahkan melampaui proyek data center Amazon senilai £8 miliar di Inggris tahun lalu, dan menegaskan posisi strategis Australia dalam kompetisi infrastruktur AI kawasan Asia-Pasifik. Di saat para raksasa teknologi global berlomba membangun daya komputasi, investasi visioner Amazon bisa memicu babak baru dalam “perlombaan infrastruktur AI.”
Seiring skala model AI yang terus membesar, tekanan terhadap infrastruktur komputasi dan energi juga meningkat. Investasi ganda Amazon — antara daya komputasi dan keberlanjutan — bertujuan menciptakan standar baru dalam infrastruktur AI yang bertanggung jawab di masa depan.
Yang Yi Soal Zhou Qi: Gaji di NBA Terlalu Kecil, Pulang ke CBA Itu Pilihan Wajar
Pada 25 September, komentator basket ternama, Yang Yi, membahas kembali pengalaman Zhou Qi di NBA da...
Benarkah Akan Pensiun? Dua Mantan All-Star Ini Kini Tak Laku di NBA!
Musim NBA 2025–26 telah dimulai dengan laga pramusim, dan hampir semua tim telah mengunci susunan pe...
Tinggal 3 Laga Lagi! Shanghai Port Raih Kemenangan Krusial, Bintang Muda 19 Tahun Bersinar — Tiga Gelar Juara CSL Beruntun Kian Dekat
Pada 17 Oktober, pekan ke-27 Chinese Super League berlangsung sengit. Shanghai Port berhasil membali...
Demam Hype di Industri Kacamata Pintar: Janji Manis Melesat, Realita Masih Jauh
Pada akhir Oktober, seorang pendiri perusahaan kacamata AI berbasis di Shenzhen—yang awalnya dikenal...
FAW-Audi Meluncurkan A5L QianKun Intelligent Driving Edition dengan Harga Resmi 286.800 Yuan
Pada ajang Guangzhou Auto Show, FAW-Audi secara resmi meluncurkan Audi A5L QianKun Intelligent Drivi...
Usai Bercerai, Mulai Hidup Baru: Christine Kuo Bertransformasi Jadi Sosok Sporty dan Menawan
(Hong Kong, 28) Mantan juara Miss Chinese International, Christine Kuo (Kok Yun-hui), selama ini dik...
Zidane Menyaksikan! Luka Zidane 27 Tahun Pertahankan Clean Sheet, Aljazair Lolos Lebih Awal Setelah 29 Tahun
Dini hari 29 Desember, Aljazair menang 1-0 atas Burkina Faso di Grup E Piala Afrika. Gol tunggal Riy...
Tak capai kesepakatan harga, perusahaan farmasi Jerman dikabarkan membatalkan rencana akuisisi Revolution.
(FRANKFURT, 26) Raksasa farmasi Jerman, Merck, dikabarkan telah menghentikan pembicaraan untuk menga...
Persaingan platform antar-antar makanan di Asia Tenggara kian sengit, pendatang baru melesat jadi nomor dua.
(Singapura, 28 Januari)Pasar layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara terus tumbuh, namun peta p...
Lebih dari 100 Tahun di Malaysia, Shell Menepati Dua Komitmen Utama
(Kuala Lumpur, 9) Shell Malaysia merayakan 135 tahun beroperasi di Malaysia dengan menegaskan kembal...