2026年9月12日

Persaingan platform antar-antar makanan di Asia Tenggara kian sengit, pendatang baru melesat jadi nomor dua.

(Singapura, 28 Januari)Pasar layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara terus tumbuh, namun peta p...

(Singapura, 28 Januari)
Pasar layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara terus tumbuh, namun peta persaingan kini berubah. ShopeeFood, unit milik Shopee, pada 2025 menyalip Foodpanda dan menjadi pemain terbesar kedua di kawasan. Di saat yang sama, proses akuisisi Grab terhadap GoTo yang berjalan sulit membuka peluang terjadinya konsolidasi berikutnya.

Laporan terbaru Momentum Works menunjukkan GMV pasar pesan-antar makanan Asia Tenggara mencapai US$22,7 miliar tahun lalu, tumbuh 18% (yoy). Pertumbuhan dua tahun terakhir konsisten di atas 10%, menandakan pemulihan yang kuat pasca-pandemi.

Grab tetap memimpin, ShopeeFood melesat

Grab mempertahankan posisi teratas dengan pangsa GMV diperkirakan 55% pada 2025, naik dari 53,8% pada 2024. Di Malaysia, Filipina, dan Singapura, pangsa pasar Grab mendekati dua pertiga.

ShopeeFood menjadi penantang paling menonjol. Setelah mengungguli Gojek pada 2024, platform ini melampaui Foodpanda pada 2025 dan meraih pangsa 14,54%. Momentum Works menilai pertumbuhan ShopeeFood didorong harga yang kompetitif dan strategi quick commerce yang terintegrasi dengan ekosistem Shopee, termasuk pemanfaatan live streaming dan kupon.

Quick commerce—atau last-mile delivery—memungkinkan pengiriman barang non-makanan dalam waktu singkat. Strategi ini juga dipandang sebagai upaya Shopee menghadapi persaingan dari e-commerce TikTok. Shopee umumnya memperkuat basis di pasar massal seperti Vietnam dan Thailand sebelum masuk ke pasar premium yang lebih kompetitif seperti Singapura.

Indonesia terbesar, Thailand tumbuh paling cepat

Indonesia tetap menjadi pasar terbesar dengan GMV US$6,4 miliar, hampir sepertiga dari total kawasan. Thailand mencatat pertumbuhan tercepat tahun lalu (22%), sementara Singapura tumbuh 13% pada 2025 menjadi US$2,9 miliar.

Momentum Works menambahkan, tekanan pertumbuhan mendorong platform kembali agresif menawarkan promo dan langganan pada 2025. Meski mendorong GMV, diskon yang lebih besar menekan nilai pesanan rata-rata (AOV), sehingga persaingan mempertahankan pangsa pasar diperkirakan berlanjut.

Konsolidasi di depan mata

Ke depan, industri pesan-antar makanan Asia Tenggara diperkirakan menuju konsolidasi, dengan sebagian pemain keluar atau melakukan perubahan manajemen. Walau hambatan regulasi dan politik masih ada—terutama pada kasus Grab-GoTo—arah strategis menuju konsolidasi dinilai tak terelakkan.

Momentum Works menyimpulkan, persaingan kian mengerucut pada sedikit pemain yang lebih kuat, di mana keunggulan biaya, efisiensi operasional, dan kemampuan berkoordinasi dengan regulator menjadi penentu utama.

接著讀