2026年9月10日

Resmi Berpisah: Harden Ajukan Permintaan Trade dan Dipastikan Tinggalkan Clippers

Pada 3 Februari pukul 12.30 waktu Beijing, reporter NBA ternama Shams melaporkan bahwa James Harden ...

Pada 3 Februari pukul 12.30 waktu Beijing, reporter NBA ternama Shams melaporkan bahwa James Harden mengajukan permintaan untuk meninggalkan Los Angeles Clippers sebelum batas waktu trade. Clippers dikabarkan menyetujui permintaan tersebut dan sudah mulai bernegosiasi dengan tim-tim lain guna membantu Harden menemukan tujuan berikutnya. Kabar ini datang sangat tiba-tiba, terutama karena dalam 21 laga terakhir Clippers tampil impresif dengan rekor 17 menang dan 4 kalah—tanda bahwa tim sebenarnya sedang kembali ke jalur yang tepat.

Performa kolektif Clippers juga sempat mengalami lonjakan besar: dari posisi terbawah di Wilayah Barat, mereka merangkak naik hingga peringkat sembilan, dan masih terus berusaha memperbaiki posisi. Karena itu, muncul pertanyaan besar: mengapa Harden memilih pergi pada momen seperti ini? Hingga kini, tidak ada penjelasan pasti mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam dua pertandingan terakhir, Harden absen dari tim karena alasan pribadi. Pelatih kepala Tyronn Lue pun tidak memberikan banyak detail saat diwawancarai. “Saya hanya tahu Harden ada di rumah. Selain itu, saya tidak tahu apa-apa lagi,” ujarnya.

Bagi Clippers, situasi ini jelas menjadi pukulan telak. Di tengah momentum kebangkitan, isu perpisahan dengan pemain kunci seperti Harden bisa mengubah arah musim secara drastis. Maka perhatian pun langsung mengarah ke satu hal: ke mana Harden akan berlabuh selanjutnya?

Menurut reporter NBA Rob Murrows, Houston Rockets dan Cleveland Cavaliers disebut sebagai dua tim yang serius mempertimbangkan untuk melakukan trade demi mendapatkan Harden. Bahkan, Cavaliers dan Clippers dikabarkan sudah melakukan pembicaraan mendalam, dengan opsi yang sempat mencuat: Clippers membuka peluang mengirim Harden ke Cleveland untuk ditukar dengan guard yang lebih muda, Darius Garland.

Dengan waktu menuju trade deadline yang tinggal sekitar dua setengah hari, persaingan kini bergantung pada siapa yang mampu menyusun paket trade paling menarik—serta seberapa cepat kesepakatan bisa dituntaskan.

Dari sisi kontrak, masa kerja Harden berlangsung hingga musim panas 2027. Gajinya musim ini berada di angka 39,18 juta dolar AS, sementara musim depan 42,32 juta dolar AS dengan status jaminan sebagian. Selain itu, kontrak Harden juga mencakup trade bonus 15% senilai sekitar 2,36 juta dolar AS.

Jika trade ini benar-benar terjadi, maka ini akan menjadi trade keempat Harden dalam lima tahun terakhir. Tiga trade sebelumnya adalah: Januari 2021 (Rockets ke Nets), Februari 2022 (Nets ke 76ers), dan November 2023 (76ers ke Clippers).

Selama membela Clippers, Harden telah memainkan 195 laga musim reguler, dengan rata-rata 21,1 poin, 5,3 rebound, 8,5 assist, dan 1,3 steal per pertandingan. Persentase tembakannya tercatat 41,8% dari field, 36% tripoin, dan 88,3% lemparan bebas.

Di babak playoff, Clippers tersingkir di putaran pertama dalam dua musim beruntun. Harden tampil dalam 13 pertandingan playoff, bermain rata-rata 39,8 menit dengan kontribusi 19,8 poin, 5 rebound, 8,6 assist, 1,2 steal, dan 1 blok, serta akurasi 44,2% field, 37,4% tripoin, dan 86,2% free throw.

Terlepas dari hasil akhir tim, Harden dinilai tetap menjalankan perannya dengan profesional dan konsisten. Kini, ketika perpisahan tampak semakin nyata, pertanyaan besarnya tinggal satu: menurutmu, Harden akan berakhir di Rockets, Cavaliers, atau justru tim lain?

接著讀