India Tundukkan Pakistan dalam Final Menegangkan untuk Pertahankan Gelar Asia Cup
-
Final Asia Cup – Stadion Kriket Internasional Dubai
Pakistan 146 all out (19,1 overs): S. Farhan 57 (38); K. Yadav 4-30
India 150-5 (19,4 overs): Tilak Varma 69* (53); F. Ashraf 3-29
India menang dengan 5 wicket
India berhasil mempertahankan gelar Asia Cup mereka dengan kemenangan dramatis lima wicket atas rival abadi Pakistan, meraih trofi ke-9 dalam sejarah turnamen bergengsi ini.
Pertandingan final—pertemuan ketiga antara kedua tim di edisi tahun ini—menyuguhkan drama penuh: pukulan agresif, bowling mematikan, dan penyelesaian yang menegangkan hingga bola terakhir.
Panas di Dalam dan Luar Lapangan
Namun, ketegangan tak hanya berhenti di lapangan. Usai pertandingan, pemain kedua tim kembali menolak berjabat tangan, mempertegas hubungan panas sepanjang turnamen.
Lebih mengejutkan lagi, para pemain India menolak menerima trofi juara dari Presiden Dewan Kriket Asia (ACC) Mohsin Naqvi, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Kriket Pakistan (PCB). Sebagai gantinya, mereka merayakan kemenangan dengan berpura-pura mengangkat trofi “tak terlihat”.
Kapten India Suryakumar Yadav berkata:
“Sepanjang karier saya, saya belum pernah melihat hal seperti ini—tim juara tidak diberi trofi. Kami memutuskan di lapangan untuk tidak menerimanya.”
Kapten Pakistan Salman Agha menyebut situasi itu mengecewakan:
“Jika mereka pikir menolak berjabat tangan adalah bentuk tidak hormat kepada kami, maka saya katakan mereka tidak hormat pada kriket.”
Pakistan Ambruk Setelah Awal Kuat
Dipaksa memukul lebih dulu, Pakistan tampil perkasa di awal. Sahibzada Farhan (57) dan Fakhar Zaman (46) membangun kemitraan 84 run yang menjanjikan.
Namun, momentum hilang seketika. Dari posisi 113-1 dengan 44 bola tersisa, Pakistan runtuh. Pemintal kiri Kuldeep Yadav tampil gemilang dengan catatan 4-30, membuat Pakistan kehilangan sembilan wicket terakhir hanya dengan tambahan 33 run. Mereka akhirnya terhenti di 146 dalam 19,1 overs.
Tilak Varma Jadi Pahlawan India
India juga terseok di awal pengejaran, kehilangan tiga wicket hanya dalam tiga overs pertama. Saat skor 18-3, Pakistan mencium peluang besar.
Namun, Tilak Varma tampil bak pahlawan. Dengan ketenangan luar biasa, ia mencetak 69 run tak terkalahkan dari 53 bola. Dukungan dari Shivam Dube (33) dan Sanju Samson (24) memastikan India mencapai target dengan dua bola tersisa.
“Ini salah satu babak terbaik dalam hidup saya,” ujar Tilak. “Ada tekanan, tapi saya ingin bertahan sampai akhir dan menyelesaikan permainan.”
Kapten Pakistan Salman mengakui timnya gagal memanfaatkan peluang:
“Kami tidak bisa memutar strike dengan baik, itulah mengapa kami gagal mencapai skor yang diinginkan. Kami harus memperbaiki batting kami.”
Rivalitas Lebih dari Sekadar Olahraga
Pertandingan panas ini berlangsung dengan latar belakang ketegangan politik. India dan Pakistan baru saja berkonflik militer singkat pada April di Kashmir, membuat pertemuan mereka hanya mungkin terjadi di ajang netral seperti Asia Cup.
Namun di atas segalanya, final ini kembali membuktikan bahwa rivalitas India-Pakistan adalah tontonan kriket terbesar dunia: penuh kebanggaan, drama, dan intensitas yang membuat sejarah.
India pun pulang dengan gelar Asia Cup ke-9—kali ini dengan kemenangan bersejarah atas rival bebuyutan mereka.
Pada 4 Juli waktu setempat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan dalam pidato malamnya bahwa Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran, melibatkan lebih dari 500 drone serang dan sejumlah rudal
Meski pertahanan udara Ukraina menunjukkan ketangguhan, beberapa drone dan rudal berhasil menembus s...
Penipuan di Taman: Benarkah Mengungkap Rahasia di Balik “Kesantunan Tinggi” Orang Jepang?
Temanku pernah mengalami penipuan di Jepang — dan yang menyakitinya serta yang menolongnya, sama-sam...
MSI Memamerkan Laptop Panther Lake Pertama di Dunia, Jurnalis Terpukau Saat Mencoba Langsung
Fast Tech, 7 Desember — MSI bersama Intel baru saja menggelar pertemuan tertutup di New York, yang s...
Bukan hanya kemasan sup A1, perusahaan Hsu juga akan menjual susu bubuk instan dari Selandia Baru.
(Kuala Lumpur, 7 Januari) A1AKK (0365, ACE Market) mengumumkan bahwa perusahaan telah ditunjuk sebag...
Saham A Kembali Terkoreksi: Apa Penyebabnya?
Pada 20 Januari, pasar saham A-shares kembali mengalami koreksi, dengan tiga indeks utama menutup le...
Hampir US$300 Juta untuk Domain “ai.com”, Pembeli Singapura Melakukan Langkah Awal?
(Singapura, 9) Nama domain “ai.com” dilaporkan terjual dengan harga US$70 juta, menjadikannya domain...
Joe Ma akan menggelar konser di Guangzhou pada bulan April, warganet pun bertanya: apakah ia punya lagu terkenal?
(Hong Kong, 12 Feb) Aktor peraih gelar “Best Actor” Ma Tak Chung baru-baru ini mengumumkan keluar da...
Kim Jong-kook Idap Penyakit Telinga Langka, Belum Pulih — Akui Tak Bisa Makan Selama 2 Hari
(Seoul, 28 Maret) Artis Korea Selatan Kim Jong-kook baru-baru ini mengungkap kondisi kesehatannya ya...
Di Usia 78 Tahun, Liza Wang Pulang ke Shanghai untuk Ziarah Leluhur — Gaya Polo dan Celana Lebar Tampak Awet Muda, Penampilan Law Kar-ying Juga Curi Perhatian
Menjelang Qingming, suasana mengenang dan pulang kampung semakin terasa. Di usia 78 tahun, Liza Wang...
Carmaney Wong Memberi Anjingnya Makan Fish Maw — Netizen Terkesima: “Ini Baru Perawatan Mewah!”
(Hong Kong, 18 April) Pemenang Miss Hong Kong 2019 Carmaney Wong dikenal sebagai pecinta anjing seja...
Juara Dunia Dipaksa Keluar dari Tim Tenis Meja Tiongkok karena Pernyataan Gou Zhongwen—8 Tahun Kemudian Comeback, Namun Hanya Bisa Mewakili Negara Lain
Pada 20 April (waktu Beijing), juara dunia pingpong Fang Bo mengumumkan bahawa beliau akan mewakili ...
Tur 30 Tahun Deyun Society Hadir di KL — Guo Degang & Yu Qian Siap Menghibur 13 Juni
(Kuala Lumpur, 24 April) Grup seni komedi tradisional Tiongkok ternama Deyun Society merayakan ulang...