2026年9月12日

India Tundukkan Pakistan dalam Final Menegangkan untuk Pertahankan Gelar Asia Cup

-

Final Asia Cup – Stadion Kriket Internasional Dubai

Pakistan 146 all out (19,1 overs): S. Farhan 57 (38); K. Yadav 4-30

India 150-5 (19,4 overs): Tilak Varma 69* (53); F. Ashraf 3-29

India menang dengan 5 wicket

India berhasil mempertahankan gelar Asia Cup mereka dengan kemenangan dramatis lima wicket atas rival abadi Pakistan, meraih trofi ke-9 dalam sejarah turnamen bergengsi ini.

Pertandingan final—pertemuan ketiga antara kedua tim di edisi tahun ini—menyuguhkan drama penuh: pukulan agresif, bowling mematikan, dan penyelesaian yang menegangkan hingga bola terakhir.

Panas di Dalam dan Luar Lapangan

Namun, ketegangan tak hanya berhenti di lapangan. Usai pertandingan, pemain kedua tim kembali menolak berjabat tangan, mempertegas hubungan panas sepanjang turnamen.

Lebih mengejutkan lagi, para pemain India menolak menerima trofi juara dari Presiden Dewan Kriket Asia (ACC) Mohsin Naqvi, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Kriket Pakistan (PCB). Sebagai gantinya, mereka merayakan kemenangan dengan berpura-pura mengangkat trofi “tak terlihat”.

Kapten India Suryakumar Yadav berkata:

“Sepanjang karier saya, saya belum pernah melihat hal seperti ini—tim juara tidak diberi trofi. Kami memutuskan di lapangan untuk tidak menerimanya.”

Kapten Pakistan Salman Agha menyebut situasi itu mengecewakan:

“Jika mereka pikir menolak berjabat tangan adalah bentuk tidak hormat kepada kami, maka saya katakan mereka tidak hormat pada kriket.”

Pakistan Ambruk Setelah Awal Kuat

Dipaksa memukul lebih dulu, Pakistan tampil perkasa di awal. Sahibzada Farhan (57) dan Fakhar Zaman (46) membangun kemitraan 84 run yang menjanjikan.

Namun, momentum hilang seketika. Dari posisi 113-1 dengan 44 bola tersisa, Pakistan runtuh. Pemintal kiri Kuldeep Yadav tampil gemilang dengan catatan 4-30, membuat Pakistan kehilangan sembilan wicket terakhir hanya dengan tambahan 33 run. Mereka akhirnya terhenti di 146 dalam 19,1 overs.

Tilak Varma Jadi Pahlawan India

India juga terseok di awal pengejaran, kehilangan tiga wicket hanya dalam tiga overs pertama. Saat skor 18-3, Pakistan mencium peluang besar.

Namun, Tilak Varma tampil bak pahlawan. Dengan ketenangan luar biasa, ia mencetak 69 run tak terkalahkan dari 53 bola. Dukungan dari Shivam Dube (33) dan Sanju Samson (24) memastikan India mencapai target dengan dua bola tersisa.

“Ini salah satu babak terbaik dalam hidup saya,” ujar Tilak. “Ada tekanan, tapi saya ingin bertahan sampai akhir dan menyelesaikan permainan.”

Kapten Pakistan Salman mengakui timnya gagal memanfaatkan peluang:

“Kami tidak bisa memutar strike dengan baik, itulah mengapa kami gagal mencapai skor yang diinginkan. Kami harus memperbaiki batting kami.”

Rivalitas Lebih dari Sekadar Olahraga

Pertandingan panas ini berlangsung dengan latar belakang ketegangan politik. India dan Pakistan baru saja berkonflik militer singkat pada April di Kashmir, membuat pertemuan mereka hanya mungkin terjadi di ajang netral seperti Asia Cup.

Namun di atas segalanya, final ini kembali membuktikan bahwa rivalitas India-Pakistan adalah tontonan kriket terbesar dunia: penuh kebanggaan, drama, dan intensitas yang membuat sejarah.

India pun pulang dengan gelar Asia Cup ke-9—kali ini dengan kemenangan bersejarah atas rival bebuyutan mereka.

接著讀