Raksasa Bir Jepang Asahi Diserang Siber, Operasi di Jepang Terhenti
-
Raksasa bir asal Jepang, Asahi, terkena serangan siber besar yang menyebabkan gangguan sistem serius, sehingga menghentikan operasional pengiriman dan layanan pelanggan di Jepang.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengonfirmasi bahwa pemrosesan pesanan dan pengiriman di Jepang telah dihentikan, begitu pula dengan layanan pelanggan. Namun, Asahi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebocoran data pelanggan yang terkonfirmasi.
Lebih lanjut, perusahaan memastikan bahwa operasi di Eropa, termasuk Inggris, tidak terpengaruh dan pasokan bir internasional tetap berjalan lancar.
Raksasa Global yang Terhantam
Asahi bukan hanya produsen bir terbesar di Jepang, tetapi juga pemain global dengan portofolio bergengsi seperti Peroni, Pilsner Urquell, Grolsch, dan Fuller’s di Inggris. Fuller’s memproduksi bir populer London Pride, serta cider merek Cornish Orchards dan bir kerajinan Dark Star.
Dengan sekitar setengah dari penjualannya berasal dari pasar Jepang, serangan ini menjadi pukulan berat bagi bisnis domestik Asahi. Perusahaan pun menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan dan mitra, seraya menegaskan bahwa mereka sedang bekerja keras memulihkan sistem.
“Kami sedang menyelidiki penyebabnya dan berupaya memulihkan operasional; namun saat ini belum ada perkiraan waktu pemulihan,” kata Asahi.
Risiko Siber Sudah Lama Diwaspadai
Dalam laporan risiko tahun 2024, Asahi sebenarnya sudah mengidentifikasi serangan siber sebagai risiko utama jangka menengah-pendek, yang berpotensi mengganggu operasional, memicu masalah arus kas, dan merusak reputasi merek. Perusahaan telah berinvestasi dalam keamanan sistem, tetapi serangan kali ini menyoroti rapuhnya bisnis di era digital.
Gelombang Serangan Global
Kasus Asahi terjadi di tengah gelombang serangan siber terhadap perusahaan besar di Inggris, termasuk Harrods, Jaguar Land Rover, Marks & Spencer, serta Co-op dalam beberapa bulan terakhir.
Di Jepang sendiri, momen ini semakin krusial karena pasar domestik bir menghadapi tantangan: semakin banyak anak muda yang memilih untuk tidak minum alkohol. Tahun lalu, CEO Asahi Atsushi Katsuki bahkan menargetkan menggandakan porsi minuman rendah atau tanpa alkohol hingga 20% dari total penjualan.
Kesimpulan
Meski operasional global tetap aman, serangan ini menjadi peringatan nyata bahwa bahkan raksasa seperti Asahi tidak kebal terhadap ancaman digital.
Di era modern, jelas bahwa keamanan siber kini sama pentingnya dengan bahan utama bir—malt, hop, dan ragi.
Militer AS Percepat Persiapan Konflik dengan China: Latihan Besar-besaran di Pasifik Barat Ungkap Niat
Dalam beberapa tahun terakhir, Pentagon telah menjadikan China sebagai musuh utama yang dianggap seb...
Spesifikasi Baterai Xiaomi 17 Series Terungkap: Kapasitas Super Besar 6300mAh hingga 7500mAh
Xiaomi bersiap meluncurkan Xiaomi 17 Series flagship terbaru, dan bocoran terbaru langsung memanaska...
Bermain di Batas: Strategi Diam-Diam Raksasa Internet dalam Dunia Embodied Intelligence
Hari ini, para raksasa teknologi berada di sebuah persimpangan penting: apakah mereka akan terus mem...
Tiga Inti Cedera! Warriors Umumkan Draymond Green Keluar Karena Cedera Kaki Kanan — Curry dan Butler Masih Absen
Pada 5 Desember waktu Beijing, masalah cedera kembali menghantam Golden State Warriors. Dengan Steph...
Menit ke-83 Gol Penentu! Manchester City Menang 2-1, Raih 6 Kemenangan Beruntun di Premier League
Pada 27 Desember, di pekan ke-18 Premier League, Manchester City menghadapi Nottingham Forest di kan...
Tetap menikmati hidup sambil menabung: cara seorang perempuan menjadi ahli menabung
(Washington, 2 Jan) Seiring Gen Z (kelahiran “00-an”) makin menjadi tenaga utama di dunia kerja, pol...
Louis Koo dikabarkan dirawat di rumah sakit di Tiongkok akibat kondisi kesehatan; hari ini ia tetap “bertahan” mengenakan masker untuk promosi Back to the Past.
(Hong Kong, 2 Januari) Film yang sudah lama dinantikan, A Step Into the Past, resmi tayang pada tang...
Gelombang Kedua Fashion Week: Gaya Jackson Wang Jadi Bahan Candaan, Dylan Wang Tampil Berkelas, Penampilan Liu Shishi Picu Perbincangan
Awal tahun 2026 diramaikan oleh berbagai ajang mode internasional. Paris Fashion Week dan Milan Fash...
Clawdbot: Tidak Bernilai Komersial, tapi Memberi Pelajaran pada AI PC “Kurang Berguna”
Pada Januari 2026, proyek open-source bernama Clawdbot (sekarang Moltbot) meledak popularitasnya, me...
Atmosfer di Singapore Smash 2026 semakin membara
Atmosfer di Singapore Smash 2026 semakin membara pada pertandingan tanggal 25, menghadirkan kejutan besar dan performa kelas dunia yang mengubah peta persaingan.
Makam “Li Fuguan” dari “Romance in the Rain” Ditemukan — Kepergian Aktor 15 Tahun Lalu Kembali Jadi Sorotan
(Shanghai, 6 April) Drama klasik Romance in the Rain karya Chiung Yao pernah sangat populer di berba...
Bintang “Where Are We Going, Dad?” Cindy genap 18 tahun, orang tua unggah foto cantiknya dan sebut ia sebagai “kejutan terindah dalam hidup”
Putri selebritas Tiongkok Tian Yucheng, yang dikenal sebagai Cindy, merupakan anak dari juara loncat...