Tetap menikmati hidup sambil menabung: cara seorang perempuan menjadi ahli menabung
(Washington, 2 Jan) Seiring Gen Z (kelahiran “00-an”) makin menjadi tenaga utama di dunia kerja, pol...
(Washington, 2 Jan) Seiring Gen Z (kelahiran “00-an”) makin menjadi tenaga utama di dunia kerja, pola pikir baru soal uang dan perencanaan hidup juga mulai terbentuk. Berbagai survei dan kisah nyata menunjukkan semakin banyak anak muda yang sudah merancang pensiun dan kemandirian finansial sejak awal—bahkan saat masih kuliah. Tujuannya bukan sekadar “jadi kaya”, melainkan punya pilihan dan kebebasan waktu di masa depan.
Salah satu contoh adalah Lillian Zhang, perempuan keturunan Tionghoa yang tinggal di California. Berdasarkan rangkuman pemberitaan, Zhang (24) bekerja sebagai product marketing manager di perusahaan teknologi. Saat berusia 20 tahun dan belum lulus kuliah, ia belajar literasi keuangan lewat YouTube dan platform lain, membuka akun Roth IRA pertamanya (rekening pensiun dengan setoran dari penghasilan setelah pajak, dan penarikan yang memenuhi syarat bisa bebas pajak), lalu menggunakan tabungan pribadi serta penghasilan magang musim panas untuk menyetor hingga batas maksimal selama dua tahun berturut-turut. Setelah lulus, ia fokus memaksimalkan kontribusi ke program pensiun dari perusahaan, sambil menjalankan pekerjaan sampingan sebagai kreator konten. Dalam beberapa tahun, nilai aset rekening pensiunnya sudah mencapai “enam digit”.
Tren “menabung lebih awal” ini makin terlihat di kalangan muda. Data yang dikutip menyebut Gen Z rata-rata mulai menabung untuk pensiun pada usia 22 tahun, dibanding 27 tahun (milenial), 31 tahun (Gen X), dan 37 tahun (baby boomer). Pemicunya antara lain kekhawatiran soal pertumbuhan pendapatan yang melambat, biaya hidup yang naik, serta berkurangnya kepercayaan pada jaminan sosial. Zhang menilai mengandalkan Social Security sepenuhnya untuk masa pensiun bisa berisiko.
Benefit pensiun jadi faktor utama saat cari kerja
Bagi banyak pencari kerja muda, fasilitas pensiun kini menjadi syarat penting. Survei Handshake terhadap mahasiswa dan fresh graduate menemukan 65% mahasiswa tingkat akhir mengatakan mereka tidak akan menerima pekerjaan jika perusahaan tidak menyediakan program pensiun.
Laporan Vanguard juga menyebut, dengan adanya pendaftaran otomatis dan akses informasi akun yang lebih mudah, partisipasi pekerja usia 18–24 tahun dalam program pensiun perusahaan lebih tinggi 32% dibanding generasi sebelumnya pada usia yang sama.
Media sosial mempercepat belajar finansial
YouTube dan TikTok membantu anak muda belajar soal Roth IRA, investasi pra-pajak vs pasca-pajak, serta efek bunga majemuk tanpa harus punya latar belakang keuangan. Contoh lain adalah Genesis Hinckley (27), analis bisnis di perusahaan teknologi, yang sejak hari pertama kerja menyisihkan 7% gaji untuk tabungan pensiun dan mendapat employer match 50%. Saldo rekening pensiunnya kini mendekati US$140.000 (sekitar RM568.000).
Makna “mandiri finansial” ikut berubah
Selain menabung pensiun, Gen Z juga mengubah definisi “kemandirian finansial”. Taylor Price (25), edukator keuangan pribadi, mengatakan generasi ini tidak selalu mengejar pensiun dini, tetapi lebih menekankan “pilihan”—mampu berhenti sejenak, pindah kerja, atau mengejar hidup yang lebih bermakna tanpa terjebak kondisi keuangan. Zhang juga menegaskan menabung lebih awal memberi ruang untuk memilih gaya hidup di masa depan, bukan sekadar mengejar angka. Hinckley menambahkan, menabung agresif pun masih bisa sejalan dengan menikmati hidup; bagi banyak anak muda, impian kini bukan hanya “uang”, tetapi “waktu”.
Harga Labubu Anjlok! Saham Pop Mart Turun 6%, Calo Mainan Koleksi Panik
Pada 20 Juni, Pop Mart (9992.HK) anjlok lebih dari 6% di awal perdagangan setelah pre-order online besar-besaran untuk seri populer Labubu 3.0 dibuka. Lonjakan suplai langsung menurunkan harga pasar sekunder, membuat para calo panik dan pembeli awal merasa “merugi”. Sebaliknya, pembeli sabar merayakan kemenangan strategi “tunggu dan lihat”.
1–1! Peringkat Dunia ke-24 Tahan Imbang Peringkat ke-14, Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Gagal Menang Lagi
Dalam laga uji coba internasional yang menarik perhatian publik, Ekuador (peringkat FIFA ke-24) berh...
Dari Gaji Fantastis Yamal, Terlihat Jelas — Laporta Memang Ingin Menyingkirkan Messi
Perpanjangan kontrak Frenkie de Jong bersama Barcelona adalah kabar baik bagi para penggemar Blaugra...
SEA Games Berakhir, Malaysia Raih Total 231 Medali
SEA Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara) yang berlangsung di Thailand memasuki penghujung, dengan up...
Cunha: Ingin Hadapi Messi di Piala Dunia, Tidak Pernah Pikirkan Ronaldo
Pada 27 Desember, penyerang internasional Brasil dan pemain Manchester United, Antony Cunha, dalam w...
Durant Cetak Dua Tonggak Sejarah: Total Tembakan Tiga Angka ke-10 Sepanjang Masa, 37 Tahun Masih Cetak 30+ Beruntun
Pada 27 Januari, dalam pertandingan reguler NBA, Houston Rockets menampilkan comeback spektakuler me...
Li Guoqing Enggan Menghilang dari Sorotan
Mantan pengusaha ternama, kini menjadi figur besar di dunia internet. Melalui satu perceraian dan sa...
Dari Vinícius Jr. hingga Heison: Wajah Ganda Real Madrid Terbuka
Di panggung Liga Champions, Real Madrid bertandang ke Benfica, dan bintang Brasil Vinícius Jr. kemba...
Bintang “Where Are We Going, Dad?” Cindy genap 18 tahun, orang tua unggah foto cantiknya dan sebut ia sebagai “kejutan terindah dalam hidup”
Putri selebritas Tiongkok Tian Yucheng, yang dikenal sebagai Cindy, merupakan anak dari juara loncat...
"The Devil Wears Prada 2" Tayang di Disney+ Mulai 29 Julai, Barisan Pelakon Asal Kembali Bersatu
(Kuala Lumpur, 27 Julai) Filem fesyen ikonik The Devil Wears Prada 2 akan mula ditayangkan di Disney...