2026年9月10日

Perombakan Kabinet Filipina Dimulai: Lazaro Dilantik Menlu, 52 Menteri Ajukan Pengunduran Diri

[Manila] Pada 23 Mei, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. secara resmi menunjuk mantan Wakil Menteri Luar Negeri Lazaro sebagai Menteri Luar Negeri yang baru, menggantikan Manalo yang mengundurkan diri sehari sebelumnya. Penunjukan ini menandai langkah awal dari perombakan besar kabinet oleh Marcos.

Menurut pernyataan dari Istana Kepresidenan, pada 22 Mei, Presiden Marcos meminta seluruh anggota kabinet untuk mengajukan pengunduran diri secara sukarela sebagai bagian dari penyesuaian struktural pemerintahan pasca pemilu paruh waktu. Hingga kini, sudah ada 52 pejabat setingkat menteri yang menyerahkan surat pengunduran diri mereka.

Sekretaris Eksekutif Lucas Bersamin menyatakan bahwa meskipun mayoritas menteri telah mundur, Presiden Marcos berencana mempertahankan sebagian besar tim ekonomi untuk menjamin kesinambungan dan stabilitas kebijakan.

Lazaro, yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, memiliki pengalaman panjang dalam bidang diplomasi internasional sebagai wakil menteri luar negeri, dan dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memimpin masa transisi ini.

Latar Belakang & Analisis:
Gelombang pengunduran diri dan restrukturisasi ini mencerminkan keinginan pemerintahan Marcos untuk memanfaatkan momentum pasca pemilu guna meningkatkan efisiensi eksekusi kebijakan serta menata ulang peran kabinet. Penunjukan Lazaro juga mengindikasikan perhatian Presiden terhadap kesinambungan kebijakan luar negeri, terlebih di tengah kompleksitas regional yang kian meningkat.

Perubahan ini tidak hanya akan mempengaruhi peta politik domestik, tetapi juga berpotensi mengarahkan ulang kebijakan luar negeri Filipina, khususnya dalam hubungannya dengan negara-negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

接著讀