2026年9月12日

Piala Asia Tenis Meja: 8 Besar Tunggal Putri Resmi Terbentuk—China Kuasai 5 Slot, Jepang 2; Chen Xingtong Tantang Miwa Harimoto

Pada 7 Februari 2026, seluruh rangkaian pertandingan babak 16 besar tunggal putri pada Piala Asia Te...

Pada 7 Februari 2026, seluruh rangkaian pertandingan babak 16 besar tunggal putri pada Piala Asia Tenis Meja di Haikou telah tuntas digelar. Sejumlah nama besar harus angkat koper—termasuk Wang Yidi dan Honoka Hashimoto—sementara persaingan menuju fase berikutnya semakin memanas.

Dari kubu China, Sun Yingsha dan Chen Yi berhasil melaju dan memastikan duel sesama pemain China di babak berikutnya. Wang Manyu tampil meyakinkan saat menghentikan langkah bintang Korea Selatan Shin Yubin. Sementara itu, Chen Xingtong dan Kuai Man bersiap menghadapi tantangan berat dari Jepang: masing-masing akan berhadapan dengan Miwa Harimoto dan Miyuu Nagasaki. Berikut rangkuman lengkap hasil pertandingannya.

【Bagian Atas】

Zona 1/8: Sun Yingsha menang atas Kim Na-young 3–1 (7–11, 11–2, 11–8, 11–8)

Zona 2/8: Chen Yi menang atas Hina Hayata 3–1 (11–4, 8–11, 11–4, 11–4)

Zona 3/8: Miyuu Nagasaki menang atas Akane Hoshimi 3–2 (9–11, 11–7, 6–11, 11–8, 11–8)

Zona 4/8: Kuai Man menang atas Doo Hoi Kem 3–1 (8–11, 11–6, 11–7, 13–11)

Di bagian atas, Sun Yingsha dan Kuai Man memang terlihat lebih “unggul di atas kertas”. Namun, keduanya tetap mendapat ujian nyata. Sun sempat tertinggal 0–1 sebelum bangkit dengan respons kuat untuk membalikkan keadaan menjadi 3–1. Kuai pun melalui pola serupa—kehilangan gim pertama, lalu memenangkan tiga gim berikutnya untuk memastikan tiket lolos. Ini menunjukkan bahwa Kim Na-young maupun Doo Hoi Kem tampil kompetitif dan tidak mudah ditaklukkan.

Sementara itu, Chen Yi yang sebelumnya kalah di fase grup dari pemain bertahan Jepang Honoka Hashimoto, tampil jauh lebih stabil ketika menghadapi gaya permainan yang lebih “mainstream” dari Hina Hayata. Hasilnya, Chen menutup laga dengan kemenangan 3–1 yang rapi. Di sisi lain, duel internal Jepang berjalan sangat sengit: Miyuu Nagasaki harus bertarung hingga gim kelima sebelum akhirnya menyingkirkan Akane Hoshimi dengan skor tipis 3–2.

【Bagian Bawah】

Zona 5/8: Chen Xingtong menang atas Su Zitong 3–0 (11–8, 11–5, 11–5)

Zona 6/8: Miwa Harimoto menang atas Yeh Yi-Tian 3–0 (11–3, 11–7, 11–5)

Zona 7/8: Shin Yubin menang atas Honoka Hashimoto 3–2 (11–6, 6–11, 8–11, 11–7, 11–7)

Zona 8/8: Wang Manyu menang atas Wang Yidi 3–0 (11–6, 11–6, 11–5)

Bagian bawah menyajikan sorotan terbesar: duel sesama juara dunia antara Wang Manyu dan Wang Yidi. Setelah sempat terpeleset di fase grup (kalah dari Miyuu Nagasaki), Wang Yidi kembali kesulitan menemukan ritme—dan kali ini harus menerima kekalahan telak. Wang Manyu tampil dominan dan menang 3–0, mempertegas statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat.

Di laga lain, Chen Xingtong menjalani pertandingan yang relatif terkendali melawan talenta muda Hong Kong berusia 16 tahun, Su Zitong, dan menuntaskannya dengan kemenangan bersih 3–0. Miwa Harimoto juga melaju tanpa banyak drama setelah mengalahkan wakil Chinese Taipei Yeh Yi-Tian 3–0.

Partai paling menegangkan datang dari duel Hashimoto vs Shin Yubin. Meski banyak penggemar menilai Hashimoto berpeluang lebih besar, justru Shin Yubin yang menunjukkan ketahanan mental dan konsistensi di momen krusial, menutup laga lewat pertarungan lima gim dengan kemenangan 3–2.

Selanjutnya, babak perempat final tunggal putri dijadwalkan mulai bergulir pada malam 7 Februari. Memasuki fase ini, format pertandingan berubah dari best-of-five (5 gim, 3 kemenangan) menjadi best-of-seven (7 gim, 4 kemenangan). Format baru ini membuka ruang penyesuaian yang lebih besar dan membuat strategi, stamina, serta kemampuan membaca permainan menjadi semakin menentukan.

Siapa yang akan melangkah satu tahap lagi menuju semifinal? Mari kita nantikan kelanjutan duel-duel seru berikutnya.

接著讀

Ulasan Mendalam WaPo: “Operasi Jaring Laba-Laba” Ukraina Seperti Pearl Harbor, Aturan Perang Baru

Dalam sebuah artikel terbaru, kolumnis Washington Post, Max Boot, menyatakan bahwa serangan drone Ukraina ke pangkalan udara Rusia—dijuluki “Operasi Jaring Laba-Laba”—telah menulis ulang aturan perang modern, mirip dengan serangan mendadak Jepang ke Pearl Harbor pada 1941. Meski belum cukup untuk mengubah jalannya perang Rusia-Ukraina dalam jangka pendek, operasi ini menegaskan inovasi Ukraina, keunggulan taktik drone, dan celah besar dalam pertahanan pangkalan udara Rusia.

466 天前