2026年9月10日

Timnas Putra China: Benarkah Sudah Naik Kelas dari “Level Tiga Asia” Kembali ke “Level Dua Asia”?

Belakangan ini, kabar baik tentang sepak bola China terasa datang bertubi-tubi. Tak heran jika banya...

Belakangan ini, kabar baik tentang sepak bola China terasa datang bertubi-tubi. Tak heran jika banyak fans mulai bertanya-tanya: apakah ini pertanda kebangkitan yang sesungguhnya? Apalagi saat melihat performa generasi muda yang begitu meyakinkan, muncul pertanyaan besar—apakah timnas putra China diam-diam sudah merangkak kembali ke “level dua” Asia?

Kalau bicara soal semangat, para pemain muda memang layak mendapat apresiasi.

Di penghujung tahun lalu, tim U17 China tampil sangat dominan di kualifikasi Piala Asia U17. Dalam lima pertandingan, mereka mencetak 42 gol tanpa kebobolan satu pun, lalu melaju ke putaran final dengan rekor sempurna. Kemenangan dengan level dominasi seperti ini sudah lama tidak terlihat dalam sepak bola China.

Tak berhenti di situ, tim U23 kembali menghadirkan kejutan besar di Piala Asia U23. Berangkat dari status sebagai tim unggulan pot empat yang tidak banyak dijagokan, mereka menyingkirkan lawan demi lawan dan untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menembus partai final, sebelum akhirnya finis sebagai runner-up. Memang, kekalahan 0–4 dari Jepang di final terasa menyakitkan, tetapi bisa berdiri di panggung final saja sudah merupakan terobosan historis—dan yang paling penting, publik melihat lagi daya juang, disiplin taktik, serta karakter bermain yang selama ini dirindukan.

Bahkan timnas senior, yang sementara dipimpin oleh Shao Jiayi, juga menunjukkan sinyal positif dalam pemusatan latihan di luar negeri. Catatan 1 menang dan 2 imbang terlihat solid, terutama hasil 2–2 melawan Uzbekistan yang ditangani pelatih ternama Fabio Cannavaro dan disebut-sebut sedang bersiap menuju Piala Dunia. Lini serang selalu mencetak gol di setiap laga, beberapa wajah baru muncul, dan atmosfer tim terasa lebih hidup.

Namun, pertanyaannya tetap sama: apakah ini cukup untuk mengatakan sepak bola China sudah kembali ke level dua Asia?

Di titik ini, kita perlu bersikap realistis. Tolok ukur “level dua” Asia yang sesungguhnya adalah tim seperti Uzbekistan dan Irak—negara yang mampu secara konsisten menembus fase akhir kualifikasi Piala Dunia zona Asia dan tetap kompetitif di level tersebut. Sementara itu, timnas senior China belum mencapai standar itu lagi sejak siklus 2002. Rekor tak terkalahkan di laga uji coba tentu patut disambut positif, tetapi kualitas lawan yang bervariasi serta format pertandingan yang tertutup membuat nilai pembuktiannya masih perlu diuji lebih jauh.

Harapan paling kuat, pada akhirnya, memang berada di jalur pembinaan usia muda.

Ledakan performa U17 dan U23 memberi sinyal bahwa reformasi dalam sistem pembinaan serta strategi mengirim pemain ke luar negeri mulai menunjukkan hasil. Yang mencolok bukan hanya skor dan pencapaian, tetapi juga cara bermain: ada kepercayaan diri teknis, eksekusi taktik yang lebih rapi, dan ketegasan identitas permainan yang dulu kerap hilang. Meski begitu, keberhasilan di level junior tetap membutuhkan waktu untuk benar-benar berubah menjadi kekuatan timnas senior. Sejarah juga mengingatkan, China pernah memiliki generasi yang sangat menjanjikan namun akhirnya tidak berkelanjutan.

Karena itu, kesimpulan yang paling masuk akal adalah: timnas putra China—terutama di level usia muda—sudah memiliki modal dan potensi nyata untuk menantang kembali status “level dua” Asia.

Tetapi jika mengacu pada prestasi dan konsistensi timnas senior saat ini, menyatakan bahwa China sudah sepenuhnya “kembali ke level dua” masih terlalu optimistis.

Kita mungkin sudah melihat cahaya di ujung terowongan. Namun untuk benar-benar sampai ke sana, generasi muda ini harus tumbuh dengan mulus, dan yang tak kalah penting, seluruh ekosistem sepak bola perlu terus bergerak sehat, stabil, dan sabar. Untuk saat ini, kemajuan patut diapresiasi—namun belum waktunya berpuas diri.

接著讀

Persija Jakarta Ganti Pelatih, Carlos Pena Diberhentikan

Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena memimpin anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan dalam pertandingan pekan keenam Liga 1 2024-2025 antara Persib vs Persija, Senin (23/9/2024) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

497 天前