2026年9月10日

Baru Semalam China Kehilangan Gelar, Sang Kapten Langsung Merapat ke Liga Inggris! Wang Yudong Disorot Tajam: “Masalah Sikap”, Dinilai “Hampir Habis”

Pada partai final Piala Asia U23, Timnas China U23 harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 0-4 ...

Pada partai final Piala Asia U23, Timnas China U23 harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 0-4 dan gagal meraih gelar juara. Meski begitu, perjalanan mereka tetap layak diapresiasi karena berhasil mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah China di ajang ini. Momen paling menyentuh datang dari penjaga gawang Li Hao—pahlawan tim sepanjang turnamen—yang menutupi wajahnya dengan handuk sambil menangis, enggan memperlihatkan air mata kepada rekan setim maupun para suporter.

Di laga final, Li Hao melakukan lima penyelamatan krusial yang mencegah skor menjadi lebih telak. Sepanjang turnamen, ia membukukan total 33 penyelamatan—sebuah catatan impresif yang membuat China berkali-kali tetap bertahan dalam pertandingan. Namun, panitia justru memberikan penghargaan “Golden Glove” kepada kiper Jepang. Keputusan ini memantik perdebatan dan membuat pelatih kepala Antonio menyuarakan keberatannya.

Dalam wawancara usai pertandingan, Antonio secara terbuka mempertanyakan penilaian tersebut. Ia menilai penghargaan kiper terbaik seharusnya menjadi milik Li Hao, dengan alasan sederhana: di final, kiper Jepang hanya menghadapi empat tembakan sepanjang laga, sementara Li Hao bekerja di bawah tekanan besar dan menjadi benteng utama tim. Menurut Antonio, melihat konteks pertandingan, keputusan itu terasa kurang adil.

Selain Li Hao, sorotan juga mengarah pada Wang Yudong—pemain dengan nilai pasar sekitar 1,5 juta euro—yang tampak emosional saat menyapa suporter setelah laga, dengan mata berkaca-kaca. Namun, performanya justru menjadi salah satu topik paling ramai dibahas, terutama karena rasa kecewa publik setelah kekalahan telak.

Wang tampil sebagai starter dan bermain selama 85 menit, tetapi kontribusinya di lini serang dinilai minim. Statistiknya mencatat satu tembakan, satu percobaan dribel, satu tembakan melenceng, sembilan kali kehilangan bola, 13 umpan dengan akurasi 69,2%, dua umpan kunci, dua umpan silang, satu umpan panjang, satu sapuan, lima duel darat (menang satu), serta satu pelanggaran. Situasi semakin sulit karena pada babak pertama ia melakukan kesalahan kontrol bola di area belakang yang berujung langsung pada kebobolan—momen yang kemudian memicu kritik lebih tajam.

Usai laga, Wang menulis di media sosial: “Rencana belum tercapai, tapi saya akan terus berjuang.” Alih-alih meredakan suasana, unggahan itu justru dibanjiri komentar keras dari warganet. Banyak suporter menilai ia kurang menunjukkan semangat bertarung, mempertanyakan fokus dan sikapnya di lapangan, bahkan ada yang menyebut performanya sebagai salah satu yang paling mengecewakan di turnamen.

Dengan situasi tersebut, muncul penilaian bahwa Wang Yudong belum siap untuk melangkah ke kompetisi Eropa. Kritik utamanya adalah: jika di panggung Piala Asia U23 saja ia belum mampu tampil menonjol dan konsisten, maka klub-klub luar negeri kemungkinan besar belum melihatnya sebagai target yang menarik.

Sementara itu, beberapa pemain lain justru sudah memiliki jalur karier luar negeri yang lebih jelas. Berdasarkan laporan terbaru Beiqing Sports, Xu Bin—yang sudah dipastikan akan “merantau” ke luar negeri—akan langsung menuju Eropa dan melapor ke klub Premier League, Wolverhampton Wanderers. Wang Bohao yang sudah bermain di Belanda juga melanjutkan kiprahnya di Eropa. Di sisi lain, rumor ketertarikan klub seperti Chelsea terhadap Li Hao pun dinilai bukan sekadar isu tanpa dasar. Adapun mayoritas pemain lainnya dijadwalkan kembali ke Beijing dari Jeddah dengan transit melalui Doha, Qatar.

接著讀