Kenapa Seluruh Kota Shenzhen Dipenuhi Makhluk Kuning Misterius Ini? — Kota Penguasa Uang Kini Punya ‘Versi Gila LinaBell’-nya Sendiri
Naga Ambisius dari Shenzhen Belum lama ini, Shenzhen merayakan hari jadinya yang ke-45 sebagai Zona ...
Naga Ambisius dari Shenzhen
Belum lama ini, Shenzhen merayakan hari jadinya yang ke-45 sebagai Zona Ekonomi Khusus dengan pertunjukan spektakuler—10.000 drone menghiasi langit kota dengan cahaya gemerlap, kembali membuktikan reputasinya sebagai kota yang kaya dan ambisius. Di antara landmark ikonik dan logo para sponsor besar, ada satu sosok kuning misterius yang membuat banyak orang kebingungan: makhluk apa sebenarnya itu? Ada yang mengira itu robot pemetik leci, ada pula yang menebak Apple ikut berinvestasi. Pemandangannya begitu absurd, seperti suasana di bandara ketika penggemar bertanya panik, “Itu siapa, ya?” Hingga akhirnya, ketika kamera menyorot dari pandangan luas, terungkaplah bahwa sosok itu adalah Nai Long, naga gemuk berwarna kuning dari serial animasi Genesis. Lebih mengejutkan lagi, sang naga ternyata “penduduk asli Shenzhen,” diciptakan oleh studio lokal The Seventh Impression yang berdiri pada tahun 2017. Tak butuh waktu lama bagi warganet untuk membanjiri media sosial dengan ucapan, “Selamat ulang tahun ke-45 untuk naga kebanggaan Shenzhen!”
Fenomena naga ini sejatinya bermula di Shenzhen. Sejak kantor pusatnya pindah ke kawasan Qianhai pada akhir tahun lalu, Nai Long menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas visual kota. Di mana ada warna kuning, di situ pasti ada sang naga. Bahkan saat Tahun Baru Imlek, Nai Long tampil dengan pakaian merah meriah untuk ikut berpesta. Tak heran jika banyak yang menyebut Shenzhen kini memiliki “Zona Ekonomi Naga Susu.” Sejak tur nasional perdananya dua tahun lalu di Daqianli, Guangming, popularitas Nai Long langsung meledak. Dari pameran miniatur Menara Eiffel versi Shenzhen, menghadiri pesta ulang tahun Gold Shovel, tampil di Pusat Teknologi dengan interaksi AI, hingga menjadi boneka raksasa setinggi 1,5 meter yang dijual di Sam’s Club seharga ¥999 dan laris manis dibeli wisatawan Hong Kong—Nai Long ada di mana-mana.
Puncak kegilaannya terjadi di Taman Batu Qianhai, di mana balon raksasa Nai Long menjadi latar wajib foto bagi ribuan orang. Orang tua, pasangan muda, hingga wisatawan saling berebut sudut terbaik untuk berfoto, sementara para pedagang memanfaatkan momen menjual pernak-pernik bertema naga, meski sebagian besar adalah tiruan. Lambat laun, Nai Long tak lagi sekadar meme, tapi berubah menjadi gerakan budaya. Ia “bersekolah” mengenakan seragam mini, “lulus kuliah” dengan toga, hingga menjadi bahan lelucon, “Kapan naga ini diterima di universitas 985?” Kini, landmark kota seolah terbagi dua jenis—yang sudah punya Nai Long, dan yang sebentar lagi akan diserbu olehnya.
Semangat Shenzhen untuk membangun budaya tak kalah kuat dari semangatnya mengejar uang. Namun sang naga juga ingin menjelajahi dunia. Di Hangzhou, Nai Long menghiasi kereta metro; di Guangzhou, animasinya tayang di layar metro; di Chengdu, kartu transportasi edisi khusus bertema naga jadi buruan; di Suzhou bahkan dibuka taman hiburan bertema Nai Long pertama di Tiongkok. Bahkan Harbin pun ikut menyiapkan zona permainan keluarga dengan konsep naga ini. Di balik wajahnya yang menggemaskan, DNA sejatinya tetap Shenzhen banget—ambisius dan penuh semangat bisnis. Hingga kini, Nai Long telah bekerja sama dengan lebih dari 200 merek ternama seperti Meituan, BYD, Adidas, dan Chow Tai Fook, menghasilkan lebih dari 2.000 produk resmi di berbagai sektor, mulai dari makanan, fashion, otomotif, hingga gim. Tak heran bila warga Shenzhen begitu bangga padanya—jiwa kompetitif dan naluri komersial Nai Long mencerminkan DNA kota tempat ia lahir.
Setiap IP viral punya kisah suksesnya sendiri. Ada yang mengandalkan narasi kuat, ada yang disokong modal besar, dan ada yang tiba-tiba menyentuh “saraf internet.” Nai Long adalah contoh terakhir. Debutnya di Douyin pada tahun 2020 hanya berupa video sepuluh detik, menampilkan seekor naga kuning mengantuk menari mengikuti musik pop tanpa sepatah kata pun. Tapi kolom komentar langsung ramai, “Cepat daftarkan hak cipta!” “Kapan animasinya rilis?” “Ada bonekanya nggak?” Popularitasnya melonjak cepat, meski dibarengi kritik. Ada yang menyebutnya “lelucon murahan,” ada pula yang menilai ekspresinya berlebihan dan tidak pantas untuk anak-anak. Tapi semua itu justru membuat kalimat “Aku Nai Long!” menjadi jargon yang viral di mana-mana.
Parodi dan remix pun bermunculan: dari Ultraman vs Nai Long hingga meme absurd yang menjadikannya ikon humor internet. Fenomena ini menembus batas negara—di TikTok global, tagar seperti that one GF sticker dan Gucci Bucket Hat membawa Nai Long ke level internasional. Video dan GIF-nya telah ditonton lebih dari 3,5 miliar kali, diunduh ratusan ribu kali di WhatsApp, bahkan muncul di Microsoft Teams sebagai stiker lucu. Duolingo, penyanyi muda Tate McRae, hingga pemain FC Barcelona pun ikut “menyapa” dengan Nai Long. Dunia kini bukan hanya berbicara bahasa Tiongkok—tapi juga menari bersama sang naga.
Jika ceritanya berhenti di sini, mungkin Nai Long sudah tenggelam di antara kejenuhan dan kritik. Namun tim di baliknya punya ambisi lebih besar. Melalui “Nai Long 2.0,” sang naga tampil lebih cerah, lebih ramah, dengan cerita yang lebih matang. Fokusnya kini bukan sekadar lelucon, tapi juga pesan budaya dan konten edukatif. Ia hadir dalam bentuk serial animasi, komik, buku audio, bahkan film layar lebar yang sedang dalam proses produksi.
Kisah transformasinya mengingatkan pada IP asal Shenzhen lainnya, Boonie Bears, yang dulu hanya kartun sederhana namun kini menjadi film keluarga wajib tonton setiap Tahun Baru Imlek. Tim kreatif Nai Long pun terus berinteraksi dengan komunitas penggemar, mengundang kreator Bilibili ke studio mereka dan aktif berdiskusi di media sosial. Sikap rendah hati ini jarang ditemui di industri IP Tiongkok. Lima tahun lalu, tim The Seventh Impression hanyalah sekelompok animator muda yang bekerja di ruang sempit 20 meter persegi mengerjakan proyek outsourcing. Hingga akhirnya mereka memutuskan, “Saatnya membuat sesuatu milik kita sendiri.”
Kini, Nai Long bukan hanya karakter animasi, melainkan simbol semangat Shenzhen—muda, kreatif, dan tak kenal batas. Pada Maret lalu, The Seventh Impression menggandeng Massim Creative, perusahaan yang pernah mengerjakan proyek untuk Disney, Universal Studios, dan Ocean Park Hong Kong, untuk membangun dunia hiburan nyata bertema naga ini. Apakah ia akan menjadi “Disney-nya Tiongkok”? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal sudah pasti—naga yang lahir dari semangat kerja keras dan ambisi Shenzhen ini telah mengembangkan sayapnya, siap terbang menuju bintang-bintang.
Eksklusif Bersama Presiden Lenovo Intelligent Devices Group, Luca Rossi: Aplikasi AI Terbaik Masih Belum Ditemukan!
Dalam setahun terakhir, teknologi model besar berkembang pesat hampir di setiap kuartal, mulai dari ...
Gila! AI Bisa Bikin Kurus dan Kaya: Pendapatan Rp1,7 Triliun per Tahun, Baru Dapat Dana Rp500 Miliar!
Siapa sangka, AI kini bukan cuma bisa bikin gambar atau nulis puisi—tapi juga bisa bantu kamu turun ...
Peraih Nobel: Di Era AI, Gelar Akademik Mungkin Tak Lagi Sepenting Dulu
Seiring semakin meluasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), pandangan lama bahwa gelar tinggi berar...
Media Korea Dinilai Tidak Menghormati Tim China, Peringkat Empat Besar yang “Asal Susun” Picu Kontroversi—Fans: “Lewat Malam Ini, Mereka Pasti Ganti Judul Lagi”
Pada dini hari tadi, tim Korea Selatan U23 mengalami hasil yang benar-benar mengejutkan di laga pere...
Wu Yibing Kalahkan Petenis Dunia No. 12 dengan Dua Tiebreak, Lolos ke 16 Besar
Di turnamen ATP500 Acapulco, pemain tenis putra China, Wu Yibing, menghadapi unggu...
Manchester United Bidik Duo Inggris Forest, Gaji Baru Bisa Jadi Hambatan, Man City Siap Bersaing
Menurut media Inggris, Manchester United tertarik pada dua pemain internasional Inggris dari Notting...
Isu “Elak Melancong ke Malaysia” Cetus Perdebatan, Master So Tegaskan Tidak Pernah Beri Temu Bual Tersebut
(Kuala Lumpur, 19) Ahli feng shui asal Hong Kong So Man Fung membantah keras kabar yang menyebut dir...
Tang Yat-kwan memilih meninggalkan rencana beralih menjadi penyanyi demi pendidikan, serta jarang mengungkap persahabatan eratnya dengan Louis Koo
(Hong Kong, 30 Maret) Mantan aktor Hong Kong Tang Yat-kwan yang kini berusia 49 tahun, telah meningg...
Nuggets memastikan tiket playoff! Delapan musim berturut-turut lolos, menjadi rekor aktif terpanjang kedua setelah Celtics dengan 12 musim beruntun
Pada 1 April, setelah Phoenix Suns kalah dari Orlando Magic, situasi playoff Wilayah Barat menjadi s...
Bruno Fernandes rekomendasikan penggantinya! Tetap dihargai €60 juta meski terdegradasi—masih lebih murah dari Cole Palmer
Manchester United dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk merekrut Mateus Fernandes pada musim pana...