2026年9月12日

Makin Panas! Media Indonesia Desak FIFA Selidiki Ma Ning — “Terlalu Mencurigakan, Selalu Picu Kontroversi!”

Dalam laga sengit babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia harus menelan keka...

Dalam laga sengit babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Irak dan resmi gagal melangkah ke putaran final. Namun, sorotan pasca-pertandingan bukan lagi soal permainan di lapangan — melainkan keputusan kontroversial wasit asal Tiongkok, Ma Ning, yang memicu kemarahan besar dari publik dan media Indonesia.

Banyak pihak menilai Ma Ning telah membuat sejumlah keputusan yang merugikan Indonesia. Bahkan, beberapa media menyerukan agar FIFA turun tangan dan menyelidiki sang wasit, menuding bahwa Ma Ning “terlalu sering memicu kontroversi” dan patut dicurigai ada sesuatu di balik keputusannya.

Media Koran Jakarta menulis, “Nama Ma Ning bukanlah hal baru di dunia sepak bola Asia. Ia telah memimpin banyak pertandingan besar, namun kariernya selalu diselimuti kontroversi. Saat AFC menunjuk Ma Ning untuk memimpin laga Indonesia kontra Irak, banyak pihak sudah merasa khawatir — karena Ma Ning dikenal bukan sebagai penengah, melainkan pemicu perselisihan.”

Media tersebut juga menyoroti sejumlah insiden kontroversial dalam karier Ma Ning. “Ia pernah memberikan tiga penalti kepada tuan rumah Qatar di final Piala Asia; mengeluarkan tiga kartu merah untuk Shanghai Shenhua dalam derby Shanghai tahun 2015; dan bahkan sempat diserang oleh pemain Henan yang marah pada 2022. Gaya kepemimpinannya dikenal keras, tetapi jumlah keputusan kontroversialnya sudah terlalu banyak. Tak hanya itu, Ma Ning juga memimpin laga Indonesia yang kalah 0-3 dari Thailand, di mana salah satu gol Thailand berasal dari penalti yang ia berikan. Melihat rekam jejak tersebut, perilaku Ma Ning dalam laga melawan Irak sangat mencurigakan. FIFA perlu meninjau ulang kualifikasinya dan menyelidiki apakah ada motif tersembunyi di balik keputusan-keputusannya yang selalu menuai kontroversi,” tulis Koran Jakarta.

Dari sudut pandang Indonesia, protes tersebut bukan tanpa alasan. Ma Ning disebut-sebut menolak memberi penalti bagi Indonesia tanpa melihat VAR dan membiarkan pelanggaran keras dari pemain Irak tanpa hukuman. Kekalahan ini jelas membuat tim Garuda dan para pendukungnya kecewa berat. Namun, yang masih menjadi pertanyaan besar adalah — apakah badai kritik dari Indonesia kali ini benar-benar akan mengguncang karier Ma Ning di dunia perwasitan internasional.

接著讀