2026年9月10日

Pria Mabuk Gunakan Mobil “Smart Driving” untuk Tidur — Dihukum Penjara! Hakim Tegaskan: Teknologi Canggih Tak Menghapus Status Pelaku Mabuk 🚨

Kasus unik terjadi di Hangzhou, Zhejiang, dan menjadi perhatian publik. Seorang pria mabuk menyalaka...

Kasus unik terjadi di Hangzhou, Zhejiang, dan menjadi perhatian publik. Seorang pria mabuk menyalakan fitur mengemudi pintar (smart driving) pada mobilnya, lalu tertidur di dalam kendaraan. Akibatnya, ia dijatuhi hukuman karena mengemudi dalam keadaan berbahaya (DUI).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 2 dini hari pada 13 September. Sebuah SUV dengan lampu darurat menyala berhenti di tengah jalan, menghalangi kendaraan lain. Warga yang melintas curiga dan memeriksa — ternyata kursi pengemudi kosong, sementara seorang pria tertidur pulas di kursi penumpang depan. Di layar mobil muncul tulisan “peringatan”, dan warga segera melapor ke polisi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar alkohol dalam darah pria bernama Wang mencapai 114,5 mg/100ml, jauh di atas batas hukum. Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman kurungan 1 bulan 15 hari dan denda 4.000 yuan.

Hakim Wu Xigen, Wakil Ketua Pengadilan Distrik Linping, menjelaskan bahwa inti perkara ini adalah: apakah seseorang yang mengemudi dalam keadaan mabuk dengan bantuan sistem otomatis tetap dianggap melakukan pelanggaran? Jawabannya, ya.

Meskipun saat ditemukan mobil sudah berhenti dan pelaku tertidur, bukti rekaman CCTV, dashcam, dan data kendaraan membuktikan bahwa ia sempat mengemudi dalam keadaan mabuk, membahayakan keselamatan publik. Mobil tersebut hanya memiliki sistem Level 2 (bantuan mengemudi sebagian), sehingga pengemudi tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab penuh.

Hakim Wu menegaskan: “Belum ada mobil di pasaran yang benar-benar bisa mengemudi sendiri (Level 4 atau 5). Meskipun menggunakan fitur ‘smart driving’, pengemudi tetap harus mengontrol kendaraan dan tidak bisa lepas tanggung jawab. Teknologi ini bukan alasan untuk meringankan hukuman pelaku mabuk.”

👉 Kesimpulan:
Teknologi boleh maju, tapi tanggung jawab tetap di tangan manusia. Mabuk sambil mengemudi — baik manual maupun ‘otomatis’ — tetap merupakan kejahatan dan akan dihukum sesuai hukum yang berlaku.

接著讀