2026年9月10日

Gagal Lagi? Produksi iPhone Air Dikabarkan Hampir Dihentikan Akibat Penjualan Lesu

Setelah resmi diluncurkan di Tiongkok, iPhone Air sempat menjadi topik panas di dunia teknologi. Nam...

Setelah resmi diluncurkan di Tiongkok, iPhone Air sempat menjadi topik panas di dunia teknologi. Namun di balik popularitasnya, tersimpan kabar kurang menggembirakan — permintaan pasar ternyata sangat lemah, hingga Apple dikabarkan memangkas produksinya secara besar-besaran.

Menurut laporan Nikkei Asia, beberapa sumber dalam rantai pasokan menyebut bahwa Apple telah mengurangi pesanan iPhone Air secara drastis, bahkan ada yang mengatakan “proyeksi total produksi kini mendekati mode berhenti total.” Sementara itu, permintaan untuk iPhone 17 dan iPhone 17 Pro justru melebihi ekspektasi, membuat Apple mengalihkan fokus produksinya ke model-model tersebut.

Riset dari KeyBanc Capital Markets juga memperkuat temuan ini — pasar menunjukkan minat yang sangat rendah terhadap iPhone Air. Survei yang sama juga menemukan bahwa konsumen tidak terlalu tertarik pada kemungkinan iPhone lipat di masa depan.

Sebagai produk pertama Apple yang mengusung konsep iPhone super tipis dan ringan, iPhone Air sebenarnya membawa ide menarik. Namun demi desain yang ramping, Apple mengorbankan banyak hal: kapasitas baterai lebih kecil, hanya satu kamera belakang, serta tanpa slot SIM fisik.

Awalnya, Apple berharap iPhone Air bisa menggantikan iPhone 16 Plus yang penjualannya lesu, sekaligus mendongkrak total penjualan iPhone. Sayangnya, strategi harga justru menjadi batu sandungan. Dengan harga 7.999 yuan (sekitar Rp 18 juta) untuk versi 256GB, konsumen hanya perlu menambah sedikit untuk mendapatkan iPhone 17 Pro, atau hemat lebih banyak dengan iPhone 17 standar yang justru punya performa lebih baik.

Kesimpulannya: iPhone Air memang ringan — tapi juga ringan di penjualan.

接著讀