2026年9月10日

Mercedes-Benz Tawarkan Pesangon “Fantastis” untuk Karyawan Mundur Sukarela, Pasar Tiongkok Tidak Terpengaruh

Kabar mengejutkan datang dari Mercedes-Benz! Produsen mobil mewah asal Jerman ini tengah melaksanaka...

Kabar mengejutkan datang dari Mercedes-Benz! Produsen mobil mewah asal Jerman ini tengah melaksanakan program pengurangan karyawan terbesar dalam sejarah perusahaan, disertai pesangon dengan nilai sangat tinggi untuk mendorong pengunduran diri secara sukarela.

Menurut laporan media internasional, sekitar 4.000 karyawan telah menerima tawaran pesangon, dan beberapa manajer senior bisa mendapatkan hingga €500.000 (sekitar Rp 9,2 miliar). Skema pesangon ini bersifat bertahap, bergantung pada jabatan dan masa kerja, dengan tambahan bonus percepatan keputusan — total kompensasi bisa mencapai “N + 11.”

Namun, Mercedes-Benz China menegaskan kepada The Economic Observer:

“Angka-angka yang beredar di internet tidak akurat — termasuk jumlah karyawan yang diberhentikan, skema ‘N + 11’, serta klaim bahwa 30.000 orang akan mundur. Program ini tidak melibatkan pasar Tiongkok.”

Meski demikian, Mercedes-Benz memang sedang menjalankan restrukturisasi besar-besaran untuk menyesuaikan kapasitas produksi, rantai pasok, dan efisiensi tenaga kerja. Sejak Maret lalu, manajemen perusahaan telah mengirimkan surat internal yang mendorong karyawan di bidang teknik, administrasi, dan IT untuk mengajukan pengunduran diri sukarela sebelum Maret 2026.

CEO Ola Källenius menyebut bahwa target perusahaan adalah menghemat €5 miliar per tahun hingga 2027, dengan mendorong sekitar 30.000 karyawan keluar secara sukarela melalui pesangon, outsourcing, dan tidak mengganti posisi kosong. Namun pihak Mercedes-Benz China menilai angka tersebut terlalu dibesar-besarkan.

Gelombang “efisiensi” ini tidak hanya terjadi di Mercedes-Benz. Sejumlah raksasa otomotif global seperti General Motors, Ford, Volkswagen, BMW, Stellantis, dan Toyota juga melakukan pengurangan tenaga kerja akibat transisi menuju mobil listrik, tekanan tarif, serta persaingan pasar yang makin ketat. Laba bersih Mercedes-Benz pada paruh pertama 2025 bahkan turun 55,8%.

Sementara itu, Mercedes-Benz juga terus mempercepat transformasi menuju kendaraan listrik dan digitalisasi. Dokumen investor yang bocor pada Agustus menunjukkan rencana peluncuran beragam model baru dalam dua tahun ke depan, dari segmen entry-level hingga premium. Di Tiongkok, perusahaan akan meluncurkan berbagai model lokal antara 2025–2027, lengkap dengan sistem kabin cerdas dan fitur mengemudi otonom khusus pasar lokal, bekerja sama dengan perusahaan seperti Momenta.

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar di industri otomotif Jerman: Volkswagen akan mengurangi 35.000 pekerjaan hingga 2030, Bosch memangkas 13.000 posisi, dan ZF berencana memangkas 7.600 pekerjaan di divisi powertrain.

Era elektrifikasi bukan hanya mengubah mobil — tetapi juga mengubah peta tenaga kerja global.

接著讀