2026年9月10日

Shandong Membidik “Klub 10 Triliun Yuan” — Persaingan Kota Kedua dalam Provinsi Kembali Memanas

Menjelang akhir Oktober, sebanyak 31 provinsi di seluruh Tiongkok telah merilis data Produk Domestik...

Menjelang akhir Oktober, sebanyak 31 provinsi di seluruh Tiongkok telah merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tiga kuartal pertama tahun ini. Dibandingkan dengan akhir tahun 2024, peta ekonomi nasional tidak banyak berubah. Enam provinsi besar—Guangdong, Jiangsu, Shandong, Zhejiang, Sichuan, dan Henan—masih memegang posisi teratas. Di antara mereka, Shandong tampil paling mencolok, dengan kenaikan PDB kuartalan sebesar 117,6 miliar yuan dibanding tahun sebelumnya, tertinggi di seluruh negeri.

Di dalam provinsi, struktur ekonomi “tiga inti” Shandong tetap kokoh. Qingdao, Jinan, dan Yantai menyumbang lebih dari 40% dari total PDB provinsi tersebut. Namun, lonjakan kuat Yantai telah kembali memanaskan perdebatan lama: kota manakah yang layak disebut sebagai “Kota Ekonomi Kedua Shandong”?

Peta Ekonomi Nasional Stabil, Shandong Pimpin Pertumbuhan

Dibandingkan tahun lalu, urutan kekuatan ekonomi antarprovinsi hampir tidak berubah. Hanya Chongqing dan Liaoning yang bertukar posisi, masing-masing menempati peringkat ke-16 dan ke-17. Enam besar tetap sama: Guangdong, Jiangsu, Shandong, Zhejiang, Sichuan, dan Henan. Secara kolektif, keenam provinsi ini menghasilkan sekitar 45,18 triliun yuan dalam tiga kuartal pertama—lebih dari 44% dari total PDB nasional sebesar 101,5 triliun yuan.

Guangdong dan Jiangsu terus mendominasi dengan PDB masing-masing mencapai 10,52 triliun dan 10,28 triliun yuan, keduanya jauh di atas Shandong yang berada di posisi ketiga dengan 7,71 triliun yuan. Zhejiang mengikuti dengan 6,85 triliun yuan, sementara Sichuan dan Henan masing-masing masih di bawah 5 triliun yuan.

Pada kuartal ketiga, PDB Shandong mencapai 2,71 triliun yuan, meningkat 117,6 miliar yuan dari periode yang sama tahun lalu—kenaikan tertinggi di seluruh negeri. Jiangsu menyusul dengan peningkatan 103,2 miliar yuan, menjadikan keduanya satu-satunya provinsi dengan lonjakan PDB kuartalan di atas 100 miliar yuan.

Pertumbuhan Pesat Yantai Panaskan Persaingan “Kota Kedua”

Di antara 16 kota tingkat prefektur di Shandong, Qingdao, Jinan, dan Yantai tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi, dengan total PDB gabungan sekitar 3,2 triliun yuan. Qingdao memimpin dengan 1,34 triliun yuan, disusul Jinan dengan 1,04 triliun yuan, dan Yantai dengan 822,3 miliar yuan.

Namun dari sisi pertumbuhan, Yantai menonjol dengan laju 6,4%—satu poin persentase lebih tinggi dari Qingdao dan Jinan (keduanya 5,4%) serta melampaui rata-rata provinsi sebesar 5,6%. Dengan momentum ini, persaingan memperebutkan gelar “Kota Ekonomi Kedua Shandong” kembali memanas.

Meski demikian, keunggulan laju pertumbuhan Yantai belum mampu memperkecil kesenjangan ekonomi dengan Jinan. Selama tiga kuartal pertama, PDB Jinan meningkat 75,8 miliar yuan, sementara Yantai hanya bertambah 51,8 miliar yuan. Akibatnya, jarak ekonomi antara keduanya melebar dari 130 miliar yuan menjadi sekitar 220 miliar yuan.

Jinan vs Yantai: Kebijakan, Populasi, dan Industri Jadi Penentu

Mengapa laju pertumbuhan Yantai yang lebih tinggi tidak mampu menyalip Jinan? Jawabannya ada pada efek basis data dan perbedaan struktural. Sebagai ibu kota provinsi, Jinan memiliki keunggulan besar dalam kebijakan dan sumber daya. Berdasarkan “Rencana Tata Ruang Kota Jinan (2021–2035)”, Jinan ditetapkan sebagai pusat penting wilayah Sungai Kuning serta telah disetujui untuk membentuk Kawasan Metropolitan tingkat nasional bersama Qingdao, yang berfungsi sebagai pendorong utama pembangunan regional.

Efek penarikan (magnet effect) Jinan semakin kuat. Kota ini menjadi pusat pendidikan dan riset, rumah bagi universitas ternama seperti Universitas Shandong, serta menjadi magnet bagi talenta dan inovasi teknologi. Pada tahun 2024, jumlah penduduk tetap Jinan mencapai 9,52 juta—bertambah 78 ribu dibanding tahun sebelumnya, peningkatan tertinggi di provinsi tersebut dan kedua di wilayah utara Tiongkok setelah Xi’an. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi meski angka kelahiran alami negatif, menandakan arus migrasi masuk yang kuat.

Sebaliknya, Yantai menghadapi tekanan demografis. Populasinya hanya bertambah sekitar 3 ribu jiwa pada 2024, setelah mengalami penurunan selama empat tahun berturut-turut dari 2020 hingga 2023.

Dari sisi industri, Yantai mencatatkan kenaikan nilai tambah industri sebesar 13,9%, lebih tinggi dari Jinan yang tumbuh 8%. Namun struktur ekonominya berbeda: pertumbuhan Jinan didorong sektor manufaktur teknologi tinggi dan peralatan canggih—masing-masing naik 19,7% dan 20,9%—sementara pendorong utama Yantai masih di sektor kimia yang naik 44,5%. Industri elektronik Jinan tumbuh 56,6%, jauh di atas Yantai yang hanya 11,8%.

Secara historis, Yantai pernah memimpin selama 14 tahun berturut-turut dari 2004 hingga 2018 sebelum akhirnya disalip Jinan pada 2019 setelah penggabungan wilayah Laiwu, yang mendorong PDB Jinan mendekati 1 triliun yuan dan meninggalkan Yantai jauh di belakang. Kini, keunggulan Jinan dalam inovasi dan populasi terus memperkuat dominasinya, meski pertumbuhan industri Yantai yang pesat menunjukkan bahwa persaingan ini belum akan berakhir.

Transformasi Industri Shandong: Dari Industri Berat ke Teknologi Tinggi

Industri tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Shandong. Dalam tiga kuartal pertama, nilai tambah industri naik 7,8%, dengan sektor manufaktur peralatan meningkat 12%, menyumbang 3 poin terhadap total pertumbuhan industri.

Sektor otomotif, perkeretaapian, dan elektronik semuanya mencatatkan pertumbuhan dua digit. Produk-produk baru seperti kendaraan energi baru, robot industri, dan sirkuit terpadu meningkat masing-masing 98,2%, 43%, dan 27,6%. Meskipun investasi aset tetap secara keseluruhan turun 3,7%, investasi industri naik 7,7%, menjadi penopang utama investasi provinsi.

Selama satu dekade terakhir, strategi “Transformasi Energi Lama ke Energi Baru” menjadi fokus utama pembangunan industri Shandong. Sebagai provinsi industri tradisional yang dahulu bergantung pada sektor kimia, baja, aluminium, dan kertas, Shandong mengalami fase reformasi mendalam. Sejak 2018, provinsi ini menjadi satu-satunya zona uji coba nasional untuk transformasi tersebut, mendorong industrialisasi hijau dan manufaktur maju.

Kini hasilnya mulai terlihat. Shandong memiliki tujuh klaster industri strategis nasional dan 235 perusahaan juara tunggal di bidang manufaktur—terbanyak di Tiongkok. Proyek besar seperti kompleks petrokimia Pulau Yulong, basis baja Rizhao, dan pabrik mobil BYD di Jinan sudah beroperasi. Shandong juga memimpin dalam pengembangan platform internet industri (46 unit nasional) dan ekonomi digital, yang tahun ini diperkirakan menyumbang lebih dari setengah PDB provinsi.

Pada pertengahan 2024, industri berteknologi tinggi menyumbang 55,2% dari output industri besar, naik dari 45,1% pada 2020—tanda jelas peningkatan kualitas dan efisiensi ekonomi provinsi.

“Klub 10 Triliun Yuan”: Tonggak Baru yang Sudah di Depan Mata

Pada tahun 2024, PDB Shandong mencapai 9,86 triliun yuan—hanya selangkah lagi menuju tonggak bersejarah 10 triliun. Jika target pertumbuhan tahunan sebesar 5% tercapai, Shandong akan menjadi provinsi ketiga di Tiongkok yang bergabung dengan “Klub 10 Triliun Yuan”, setelah Guangdong dan Jiangsu, serta menjadi provinsi pertama di wilayah utara yang menembus level tersebut.

Apakah ini akan mengubah peta ekonomi nasional? Mungkin belum dalam waktu dekat, karena Guangdong dan Jiangsu masih unggul jauh dengan PDB masing-masing 10,52 dan 10,28 triliun yuan, sedangkan Shandong tertinggal sekitar 2,57 triliun yuan. Namun pencapaian ini menandai keberhasilan Shandong dalam transformasi industri dan konsolidasi kekuatan ekonominya.

Sepuluh tahun lalu, jarak antara Shandong dan dua provinsi teratas tidak sebesar sekarang. Pada 2017, PDB Shandong mencapai 7,27 triliun yuan, hanya terpaut 1,7 triliun yuan dari Guangdong. Namun, setelah revisi besar pada 2018, angka PDB Shandong dikoreksi turun hampir 1 triliun yuan, sementara Guangdong dan Jiangsu justru direvisi naik, memperlebar kesenjangan.

Meski begitu, Shandong kini kembali bangkit dengan transformasi ekonomi yang semakin matang. Di belakangnya, Zhejiang terus mengejar dengan PDB 6,85 triliun yuan dan keunggulan besar dalam inovasi serta ekonomi swasta. Dari sisi sumber daya manusia, Zhejiang mencatat peningkatan populasi 430 ribu orang pada 2024, sedangkan Shandong kehilangan jumlah yang sama dan kini menjadi provinsi dengan populasi lansia terbanyak di Tiongkok—24,6% dari total penduduk.

Dengan tekanan demografis, tantangan transformasi industri, dan persaingan antarwilayah yang ketat, jalan Shandong menuju pertumbuhan berkelanjutan tidaklah mudah. Namun, dengan kekuatan industrinya yang luas dan semangat inovasi yang kian menguat, provinsi ini tengah bersiap melangkah ke era baru 10 triliun yuan—sebuah momen bersejarah yang bisa mengubah keseimbangan ekonomi Tiongkok di masa depan.

接著讀

Jet Tempur F-15EX AS Tiba di Okinawa, Siap Hadapi J-20 Cina

Dua jet tempur terbaru F-15EX milik Angkatan Udara AS telah tiba di Pangkalan Udara Kadena, Okinawa. Ini merupakan pertama kalinya F-15EX dikerahkan ke luar negeri. Pengiriman ini bertujuan membuka jalan bagi penempatan permanen 36 unit F-15EX mulai 2026, guna memperkuat dominasi udara AS di rantai pulau pertama. Namun, dengan kehadiran jet tempur canggih Tiongkok seperti J-20 dan J-16 di Laut Cina Timur, analis menilai jet ini bisa lebih berfungsi sebagai "sasaran latihan" ketimbang alat pencegah.

421 天前